Lamine Yamal Klaim Dirinya dan Kylian Mbappe Pemain Terbaik Dunia, Siapa Menang Ballon d'Or?
Selasa, 15 September 2026 | 08:00
Penulis: Arif S

Lamine Yamal tidak lagi berbicara seperti pemain muda yang sekadar berharap masuk jajaran elite. Menjelang pengumuman Ballon d'Or 2026, bintang Barcelona itu terang-terangan menempatkan dirinya sejajar dengan Kylian Mbappe sebagai dua pemain terbaik dunia saat ini.
Pernyataan itu memanaskan persaingan menuju penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola. Yamal bukan hanya mengklaim dirinya berada di level sama dengan Mbappe, tetapi juga menilai pencapaian sepanjang musim menjadikan dirinya layak menjadi pemenang.
"Menurut saya, Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik di dunia," kata Yamal kepada Movistar dikutip dari beIN Sports, Senin.
BACA JUGA
Yamal Pecahkan Rekor Mbappe di Liga Champions di Tengah Persaingan Ballon d'Or
Kylian Mbappe Buru Ballon d'Or Pertama, Piala Dunia 2026 Jadi Modal Bersaing
Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Tersangka Diduga Kendalikan Jaringan dari Penjara
Jika parameternya trofi, Yamal memiliki argumen sulit terbantahkan. Ia membantu Barcelona mempertahankan gelar La Liga sebelum mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia pada musim panas tahun ini.
Dua gelar besar itu menjadi senjata utama Yamal dalam perburuan Ballon d'Or. Pemain berusia 19 tahun itu merasa keberhasilannya membawa pulang trofi bersama klub dan negara memiliki bobot besar dalam menentukan pemenang.
"Saya benar-benar berpikir bahwa, sebagai pemain terbaik di dunia, mungkin ada dua dari kami, dan tahun ini saya pantas mendapatkannya karena apa yang telah saya menangkan," ujar Yamal.
Di titik inilah persaingan Yamal dan Mbappe menjadi menarik. Mbappe mungkin memiliki angka individu lebih mencolok, tetapi Yamal datang dengan pencapaian kolektif lebih kuat.
Mbappe tampil luar biasa secara pribadi. Kapten timnas Prancis menjadi top skor La Liga, Liga Champions, dan Piala Dunia. Dengan produktivitas itu, Namanya tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan Ballon d'Or 2026. Masalahnya, performa Mbappe tidak membawa Real Madrid meraih trofi utama pada musim lalu.
Yamal sebelumnya masih memilih nada lebih hati-hati. Ia mengakui memiliki peluang memenangkan Ballon d'Or setelah menjalani musim yang "luar biasa", tetapi tidak ingin memohon kepada para pemilih agar memberikan suara kepadanya.
Kini sikapnya berubah menjadi keyakinan terbuka. Yamal merasa tidak perlu bersembunyi di balik kerendahan hati ketika membicarakan peluangnya memenangkan penghargaan.
Persaingan semakin rumit karena PSG ikut membawa pengaruh besar. Ousmane Dembele, mantan rekan Yamal di Barcelona sekaligus pemenang Ballon d'Or tahun lalu, menilai penghargaan seharusnya kembali diberikan kepada pemain Paris Saint-Germain.
PSG memiliki modal besar setelah mempertahankan gelar Liga Champions. Kesuksesan itu mengantarkan sejumlah pemain klub Prancis kembali menjadi kandidat kuat dalam perburuan penghargaan.
Harry Kane juga berada dalam percaturan. Penyerang Bayern Muenchen sekaligus kapten timnas Inggris disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026.
Namun, duel Yamal dan Mbappe tetap menjadi salah satu cerita terbesar menuju malam penghargaan. Yamal membawa trofi La Liga dan Piala Dunia, sedangkan Mbappe menawarkan dominasi gol di panggung-panggung terbesar.
Pada akhirnya, perdebatan akan ditentukan para pemilih Ballon d'Or. Semua argumen akan menemukan jawabannya ketika penghargaan pemain terbaik dunia itu diumumkan dalam seremoni di London pada 26 Oktober 2026.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!