ID EN

Fàbregas Puas dengan Respons Como Usai Liga Champions, Ini Makna di Balik Selebrasinya

Selasa, 15 September 2026 | 15:58

Penulis: Arif S

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas.
Arsip - Pelatih klub Italia, Como 1907, Cesc Fabregas. . Foto: Antara/Como 1907

Selebrasi Cesc Fàbregas setelah Como 1907 mengalahkan Parma 2-1 bukan sekadar luapan kegembiraan karena meraih tiga poin. Bagi pelatih asal Spanyol, kemenangan di Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi jawaban atas pertanyaan lebih besar, bagaimana timnya bereaksi setelah menguras energi dalam pertandingan bersejarah di Liga Champions.

Como baru saja membuat kejutan dengan menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada laga perdana mereka di kompetisi elite Eropa. Hanya dalam beberapa hari kemudian, Fàbregas harus memastikan anak asuhnya tidak kehilangan fokus ketika kembali menghadapi tuntutan meraih kemenangan di Serie A.

Itulah alasan mengapa kemenangan atas Parma terasa berbeda bagi Fàbregas. Selebrasinya menjadi gambaran betapa pentingnya respons mental pemain setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.

“Saya melakukan selebrasi karena pertandingan ini sangat berarti. Saya ingin melihat bagaimana para pemain merespons setelah sebelumnya tampil di Liga Champions, terutama dari sisi mental mereka,” ujar Fabregas dilansir Football Italia.

Kemenangan atas Parma mempertahankan rekor tak terkalahkan Como di awal musim 2026/2027. Dari lima pertandingan di semua kompetisi, tim asuhan Fàbregas mengoleksi empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Kemenangan atas Parma menunjukkan efektivitas rotasi Fabregas yang memberi kesempatan beberapa pemain pengganti untuk bertarung. Perubahan susunan pemain memberikan hasil tiga poin di kandang.

Bagi Fàbregas, kontribusi pemain pelapis menjadi bagian dari perjalanan Como musim ini. Dengan kompetisi Eropa mulai masuk agenda, kedalaman skuad bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan salah satu syarat agar tim mampu bertahan di dua arena.

“Hasil ini penting karena memperlihatkan bahwa saya memiliki banyak pemain yang bisa diandalkan. Saya puas dengan penampilan mereka. Sebagai pelatih, kemenangan ini juga membuat saya semakin memahami karakter dan bentuk tim yang sedang kami bangun,” ujar Fabregas.

Pernyataan itu menjelaskan mengapa selebrasi Fàbregas terasa lebih emosional. Ia tidak hanya merayakan hasil akhir, tetapi juga melihat tanda-tanda proyek Como mulai memiliki karakter yang diinginkannya.

Como memang memasuki fase baru. Kesempatan tampil di Liga Champions membawa standar berbeda, sementara banyak pemain baru juga harus beradaptasi dengan sistem serta tuntutan permainan Fàbregas.

Di lapangan, Como menunjukkan keberanian untuk terus menyerang. Tim asuhan Fàbregas konsisten melepaskan sedikitnya 20 tembakan dalam setiap pertandingan Serie A musim ini.

Namun, agresivitas juga membawa konsekuensi. Fàbregas menyadari lawan akan semakin berhati-hati menghadapi Como dan mencari cara untuk meredam dominasi permainan mereka.

Fàbregas melihat di era sepak bola modern, sangat penting memiliki pemain bertahan yang mampu mencetak gol. Ia mencontohkan Arsenal menjuarai Liga Inggris sebagian besar berkat gol dari pemain bertahan dan situasi bola mati. 

Aspek itu masih bisa dikembangkan Como. Kemampuan pemain bertahan mencetak gol dapat menjadi pembeda ketika sebuah tim menghadapi lawan bermain sangat dalam.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!