ID EN

Indonesia Masuk 5 Besar Negara Asia Favorit untuk Kunjungan Ulang Wisatawan 

Jumat, 25 September 2026 | 14:30

Penulis: Arif S

Kemeriahan Pekan Kesenian Bali 2026 di Kota Denpasar, Bali
Kemeriahan Pekan Kesenian Bali 2026 di Kota Denpasar, Bali.. Foto: Kemenpar

Indonesia masuk lima besar negara di Asia dengan daya tarik kuat bagi wisatawan untuk kembali berkunjung. Masuknya Indonesia ke dalam lima besar menunjukkan daya tarik Destinasi Wisata Tanah Air tidak berhenti pada kunjungan pertama. 

Berdasarkan data pemesanan dari platform perjalanan daring Agoda, Indonesia berada di posisi kelima dalam daftar negara Asia dengan jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ulang.

Posisi teratas ditempati Jepang. Malaysia berada di peringkat kedua, disusul Thailand di posisi ketiga dan Vietnam di urutan keempat.

Beragam destinasi, budaya, kuliner, hingga pengalaman wisata menjadi bagian dari alasan wisatawan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilihan untuk perjalanan berikutnya.

Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan Wisatawan Mancanegara sepanjang 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu menjadi salah satu gambaran besarnya aktivitas pariwisata Indonesia di tengah persaingan destinasi Asia.

Di kawasan Asia Tenggara, persaingan pariwisata semakin dinamis. Malaysia dalam dua tahun terakhir menyalip Thailand dan mempertahankan posisinya sebagai negara dengan jumlah Kunjungan Wisatawan asing tertinggi.

Pertumbuhan pariwisata Malaysia ditopang sejumlah faktor. Kebijakan visa lebih longgar, perkembangan infrastruktur, konektivitas regional, serta penyelenggaraan berbagai acara internasional berskala besar ikut mendorong peningkatan kunjungan.

Malaysia bahkan mencatat rekor 42,2 juta kunjungan wisatawan asing sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Daya tarik Malaysia tidak hanya bertumpu pada akses dan infrastruktur. Keragaman budaya menjadi bagian dari pengalaman wisata, mulai dari tradisi masyarakat hingga kekayaan kuliner di berbagai wilayah.

Kinerja itu berlanjut pada 2026. Pada paruh pertama tahun ini, Malaysia mencatat 21,12 juta kedatangan wisatawan internasional. Angka itu tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pemerintah Malaysia berupaya mempertahankan momentum dengan memperkuat promosi di sejumlah pasar utama. China, Indonesia, Jepang, dan India menjadi target pasar dengan kinerja positif.

Strategi itu menunjukkan persaingan Pariwisata Asia Tenggara semakin mengandalkan pengalaman wisata sekaligus kemudahan akses. 

Negara-negara di kawasan ini tidak hanya berlomba mendatangkan wisatawan baru, tetapi juga berusaha menawarkan Pengalaman Perjalanan berbeda untuk mendorong kunjungan berikutnya.

Malaysia bahkan menghadirkan pengalaman wisata berbasis kuliner sebagai bagian dari strategi mereka. Salah satunya melalui paket wisata durian, termasuk pengalaman menikmati durian sepuasnya atau all-you-can-eat.

Di tengah persaingan itu, posisi Indonesia dalam lima besar daftar Agoda menjadi catatan menarik. Angka kunjungan wisman Indonesia sepanjang 2025 memperlihatkan skala pasar pariwisata nasional, sementara data kunjungan ulang menunjukkan pentingnya pengalaman wisata dalam mempertahankan minat wisatawan.

Bagi Indonesia, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan jumlah kunjungan, tetapi memastikan wisatawan memiliki alasan untuk kembali. Destinasi dengan pengalaman berbeda pada setiap perjalanan dapat menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tarik Indonesia di pasar wisata Asia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!