ID EN

Wisata Hemat: Menjelajah Labuan Bajo dan Kawah Ijen dengan Konsep Backpacker

Selasa, 3 November 2026 | 14:13

Penulis: Arif S

Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.. Foto: Kemenpar

Labuan Bajo dan Kawah Ijen sering masuk daftar destinasi impian Wisatawan Domestik. Keduanya menawarkan pengalaman alam kelas dunia, mulai dari panorama kepulauan Taman Nasional Komodo hingga fenomena Blue Fire di kawasan Gunung Ijen. Namun, biaya perjalanan kerap membuat calon pengunjung berpikir dua kali.

Labuan Bajo identik dengan kapal pinisi, wisata pulau, dan perjalanan laut menuju habitat Komodo. Sementara itu, Kawah Ijen menawarkan pengalaman mendaki gunung pada dini hari untuk menyaksikan api biru, salah satu daya tarik alam paling terkenal di Indonesia.

Kesan mahal itu tidak sepenuhnya keliru. Namun, wisatawan sebenarnya memiliki sejumlah pilihan untuk menekan pengeluaran, seperti menggunakan transportasi laut, menginap di homestay, memilih kapal wisata bersama, dan berbagi biaya perjalanan dengan wisatawan lain.

Persoalannya, anggaran backpacker harus dihitung secara menyeluruh. Perjalanan dari Banyuwangi menuju Labuan Bajo, misalnya, tidak cukup hanya memperhitungkan tiket kereta dan kapal. Wisatawan perlu memasukkan biaya perjalanan menuju pelabuhan, makan selama transit, penginapan tambahan, tiket kawasan wisata, serta perjalanan kembali ke kota asal.

Transportasi Laut Bisa Tekan Biaya Perjalanan

Salah satu pilihan ekonomis menuju Labuan Bajo adalah menggunakan kapal laut. Kementerian Pariwisata melalui panduan perjalanan Indonesia.travel memperkirakan biaya perjalanan laut dari Bali menuju Labuan Bajo sekitar Rp300.000-Rp500.000 per orang, termasuk pengeluaran tambahan selama perjalanan.

Sebagai pembanding, perjalanan melalui jalur darat dan penyeberangan diperkirakan membutuhkan Rp500.000-Rp800.000 per orang. Biaya itu bergantung pada pilihan transportasi lokal dan kebutuhan menginap selama transit.

Namun, wisatawan dari Banyuwangi perlu menyusun perjalanan secara bertahap. Setelah mengunjungi Kawah Ijen, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Bali atau Surabaya, kemudian menyesuaikan jadwal kapal menuju Labuan Bajo.

Wisatawan perlu memperhatikan jadwal dan rute PELNI karena dapat berubah, sementara beberapa lintasan juga dilayani operator kapal lain. Karena itu, calon penumpang perlu memeriksa jadwal dan ketersediaan tiket melalui kanal resmi sebelum menentukan tanggal perjalanan.

Kawah Ijen Bisa Dijelajahi Tanpa Paket Wisata Mewah

Untuk menghemat biaya di Banyuwangi, wisatawan dapat memilih kereta ekonomi menuju kesana. Dari pusat kota, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan lokal menuju kawasan Paltuding, pintu masuk pendakian Kawah Ijen.

Pilihan menyewa sepeda motor dapat memberikan fleksibilitas, terutama bagi wisatawan yang bepergian berdua. Namun, kondisi kendaraan, cuaca, dan jalur menuju Paltuding harus diperhitungkan. 

Pengunjung yang belum terbiasa berkendara di kawasan pegunungan sebaiknya mempertimbangkan transportasi bersama atau layanan lokal.

Arsip - Kawah Ijen di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Arsip - Kawah Ijen di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Sumber: Pixabay

Taman Wisata Alam Kawah Ijen membuka pintu pendakian mulai pukul 02.00 hingga 12.00 WIB. 

Wisatawan wajib memesan tiket secara daring melalui platform AyoKeTamanNasional dan memenuhi persyaratan kesehatan, termasuk membawa surat keterangan sehat dari dokter yang berlaku maksimal tiga hari sebelum kunjungan.

Pengunjung perlu menyiapkan sepatu antiselip, jaket hangat, lampu kepala, serta perlengkapan perlindungan pernapasan sesuai ketentuan pengelola. Riwayat penyakit jantung dan gangguan pernapasan, termasuk asma, menjadi perhatian khusus dalam aktivitas pendakian ini.

Fenomena Blue Fire tidak bisa dijamin selalu terlihat. Kondisi gas, cuaca, arah angin, dan kebijakan keselamatan pengelola dapat memengaruhi kesempatan menyaksikannya. Karena itu, keselamatan tetap harus menjadi prioritas.

Labuan Bajo Tidak Harus Menggunakan Kapal Pinisi Mewah

Setelah tiba di Labuan Bajo, wisatawan dapat memilih perjalanan laut bersama atau open trip. Pilihan ini memungkinkan biaya kapal dibagi dengan peserta lain sehingga lebih terjangkau dibandingkan menyewa kapal pribadi.

Salah satu operator lokal menawarkan paket one-day open deck trip mulai Rp750.000 per orang. Paket itu mencakup perjalanan menuju sejumlah destinasi seperti Pulau Padar, Pulau Komodo atau Rinca, Pulau Manjarite, dan Pulau Kelor.

Operator lain menawarkan paket serupa mulai Rp850.000 per orang. Harga dapat berbeda berdasarkan jenis kapal, fasilitas, tanggal keberangkatan, dan destinasi yang dikunjungi.

Namun, wisatawan perlu memperhatikan biaya yang belum termasuk dalam paket. Salah satunya tiket masuk Taman Nasional Komodo. Berdasarkan informasi Indonesia.travel yang merujuk pada ketentuan PNBP, tiket wisatawan domestik tercatat Rp50.000 pada hari kerja dan Rp75.000 pada akhir pekan atau hari libur.

Pengunjung harus memperhatikan kebijakan reservasi. Balai Taman Nasional Komodo menerapkan sistem kuota kunjungan dan reservasi melalui aplikasi SiOra. Karena itu, memastikan ketersediaan kuota sebelum memesan kapal menjadi langkah penting.

Bagi wisatawan dengan anggaran terbatas, eksplorasi darat bisa menjadi alternatif. 

Bukit Amelia menawarkan panorama laut dan perbukitan, sementara Gua Rangko menjadi pilihan wisata alam dengan kolam air asin yang unik. Biaya menuju lokasi tetap perlu diperhitungkan sesuai kendaraan dan layanan lokal yang digunakan.

Simulasi Budget: Rp2,75 Juta Belum Mencakup Semua Kebutuhan

Anggaran sekitar Rp2,75 juta untuk perjalanan gabungan Kawah Ijen dan Labuan Bajo adalah simulasi awal, bukan harga paket perjalanan lengkap.

Sebagai gambaran, perjalanan laut dari Bali ke Labuan Bajo membutuhkan sekitar Rp300.000-Rp500.000. Sementara itu, open trip satu hari di Labuan Bajo tersedia mulai Rp750.000 per orang, belum termasuk tiket masuk kawasan konservasi.

Di luar dua komponen itu, wisatawan masih perlu menyediakan dana untuk perjalanan menuju Banyuwangi, tiket Kawah Ijen, transportasi lokal, penginapan, makan, perjalanan antarpelabuhan, serta tiket kembali ke kota asal.

Anggaran sekitar Rp2,75 juta mungkin dapat menjadi target bagi backpacker yang sangat fleksibel dan sudah memiliki sebagian komponen perjalanan. 

Namun, angka itu belum cukup kuat untuk dijadikan patokan perjalanan lengkap lima hari empat malam dari Jawa hingga Labuan Bajo.

Lima Hari Empat Malam Terlalu Singkat untuk Perjalanan Estafet

Perjalanan gabungan ini lebih realistis jika diberikan waktu sekitar tujuh hingga sembilan hari, bergantung pada jadwal kapal dan kota keberangkatan.

Dua hari pertama dapat digunakan untuk perjalanan menuju Banyuwangi dan menjelajahi Kawah Ijen. Hari berikutnya dialokasikan untuk perjalanan menuju pelabuhan dan transit. 

Setelah tiba di Labuan Bajo, wisatawan dapat menyiapkan satu hari untuk open trip serta satu hari tambahan untuk menjelajahi destinasi darat sebelum kembali ke kota asal.

Susunan itu masih harus disesuaikan dengan jadwal transportasi. Kapal laut membutuhkan waktu perjalanan lebih panjang dibandingkan pesawat dan tidak selalu berangkat setiap hari pada rute tertentu.

Untuk waktu kunjungan, Indonesia.travel merekomendasikan periode April-Juni dan September-November sebagai pilihan untuk menjelajahi Labuan Bajo. Kondisi laut dan cuaca tetap harus dipantau karena dapat memengaruhi perjalanan kapal.

Backpacker perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan jadwal akibat cuaca. Prakiraan maritim BMKG menjadi salah satu sumber penting sebelum melakukan perjalanan laut.

Labuan Bajo dan Kawah Ijen tidak harus dinikmati dengan fasilitas mewah. Transportasi alternatif, homestay, dan perjalanan bersama dapat membantu menekan biaya.

Namun, liburan hemat bukan berarti mengabaikan keselamatan atau memaksakan anggaran yang tidak realistis.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!