Deretan Negara Ini Tawarkan Program Relokasi, Berikan Insentif hingga Rp1,4 Miliar
Rabu, 30 September 2026 | 15:30
Penulis: Arif S

Tinggal di luar negeri biasanya identik dengan biaya besar. Namun, di sejumlah negara, situasinya berbeda karena pemerintah atau otoritas setempat justru menyiapkan insentif finansial bagi orang yang bersedia pindah dan menetap di wilayah mereka.
Program semacam ini muncul di tengah persoalan penurunan populasi, kekurangan tenaga kerja, hingga banyaknya rumah lama terbengkalai. Bentuk bantuannya beragam, mulai dari hibah puluhan ribu euro hingga tunjangan bulanan.
Meski terdengar menarik, program ini bukan sekadar tawaran uang untuk pindah. Calon penerima harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti batas usia, status kependudukan, lokasi tempat tinggal, kepemilikan properti, hingga kewajiban merenovasi rumah.
Berikut enam wilayah di enam negara yang memiliki program insentif relokasi dilansir dari Business Insider:
1. Albinen, Swiss
Desa kecil Albinen berada di kawasan Pegunungan Alpen Swiss. Desa ini menghadapi persoalan populasi menua setelah banyak anak muda dan keluarga memilih meninggalkan kawasan itu.
Untuk menarik penduduk baru, Albinen menawarkan insentif sebesar 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp540 juta untuk setiap orang dewasa. Anak-anak juga masuk dalam program dengan bantuan sebesar 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp216 juta per anak.
Program ini mulai diterapkan pada 2017, ketika jumlah penduduk Albinen turun hingga kurang dari 300 orang.
Namun, insentif tidak diberikan tanpa persyaratan. Program ini ditujukan untuk orang yang bersedia menetap di desa dan memenuhi ketentuan berlaku sebelum mendapatkan bantuan.
2. Antikythera, Yunani
Pulau Antikythera di Yunani menghadapi persoalan berbeda. Letaknya berada di antara Kreta dan daratan utama Yunani, tetapi jumlah penduduknya pernah turun hingga hanya sekitar 24 orang.
Pada 2019, pejabat setempat memulai program untuk menarik keluarga baru. Keluarga dengan sedikitnya tiga anak mendapatkan tunjangan sebesar 500 euro atau sekitar Rp10 juta per bulan selama maksimal tiga tahun.
Tidak hanya uang tunai, keluarga penerima juga mendapatkan akomodasi dan makanan gratis apabila bersedia pindah secara permanen ke pulau itu.
Program ini menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali komunitas di Pulau Kecil setelah banyak Generasi Muda pergi demi mencari peluang ekonomi lebih baik.
3. Sardinia, Italia
Sardinia menawarkan pendekatan lain. Pulau di Laut Mediterania itu memiliki populasi hampir 1,6 juta jiwa, tetapi pemerintah tetap berupaya menarik penduduk ke wilayah-wilayah dengan kepadatan rendah.
Salah satu programnya menawarkan bantuan hingga 15.000 euro atau sekitar Rp306 juta bagi orang yang bersedia tinggal di Sardinia.
Dana itu ditujukan untuk mendorong perpindahan ke kawasan dengan jumlah penduduk lebih sedikit. Pemerintah berharap program itu dapat membantu mengatasi penurunan populasi sekaligus persoalan keterisolasian sejumlah wilayah di pulau.
4. Irlandia
Irlandia memiliki program khusus bagi orang yang ingin tinggal di pulau-pulau kecil di lepas pantai daratan utama. Program ini diluncurkan pada 2023 dan menawarkan bantuan hingga 70.000 euro atau sekitar Rp1,4 miliar.
Syaratnya, penerima harus membeli rumah lama di salah satu pulau sasaran dan menggunakan dana bantuan untuk merenovasi properti itu.
Rumah harus dibangun sebelum 1993 dan memenuhi ketentuan dalam Skema Hibah Renovasi Properti Croí Cónaithe.
Menurut Departemen Pembangunan Pedesaan dan Komunitas Irlandia serta Gaeltacht, terdapat 30 pulau tanpa akses langsung ke daratan utama melalui jembatan atau jalan lintas.
5. Jepang
Jepang menghadapi persoalan demografi dan konsentrasi penduduk di kawasan metropolitan. Untuk mendorong perpindahan penduduk ke daerah pedesaan, pemerintah meluncurkan program hibah relokasi regional pada 2019.
Melalui Hibah Dukungan Migrasi Revitalisasi Regional, rumah tangga dapat memperoleh bantuan hingga 1 juta yen atau sekitar Rp113 juta.
Sementara itu, individu yang pindah ke daerah pedesaan di luar wilayah metropolitan Tokyo mendapatkan hingga 600.000 yen atau sekitar Rp68 juta.
Warga negara asing memang dapat membeli properti di kawasan pedesaan Jepang. Namun, untuk memperoleh hibah, warga asing harus memiliki status sebagai penduduk tetap, penduduk jangka panjang, atau penduduk tetap khusus.
6. La Rioja, Spanyol
La Rioja di Spanyol memiliki Program Revive untuk menarik penduduk muda ke sejumlah kotamadya dengan populasi kecil. Program menyasar orang berusia di bawah 45 tahun yang bersedia pindah ke kotamadya dengan populasi kurang dari 5.000 jiwa.
Besaran bantuan bergantung pada jumlah penduduk di wilayah tujuan. Kotamadya dengan 2.001 hingga 5.000 penduduk menawarkan hibah 20.000 euro atau sekitar Rp408 juta.
Untuk wilayah dengan 501 hingga 2.000 penduduk, bantuan mencapai 30.000 euro atau sekitar Rp612 juta. Sementara itu, kotamadya dengan kurang dari 500 penduduk dapat menawarkan hingga 40.000 euro atau sekitar Rp817 juta.
Dana harus digunakan untuk membeli atau merenovasi properti.
Bukan Sekadar Membayar Orang untuk Pindah
Berbagai program itu memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menambah jumlah penduduk. Pemerintah daerah maupun nasional menggunakannya sebagai instrumen untuk menghidupkan kembali komunitas dengan persoalan demografi dan ekonomi.
Salah satu masalah utama adalah penurunan populasi. Perpindahan penduduk dari kota kecil menuju pusat perkotaan mengakibatkan sejumlah wilayah kehilangan generasi produktif.
Persoalan lain adalah kekurangan tenaga kerja terdidik dan tenaga ahli. Dengan memberikan insentif kepada pendatang, pemerintah berharap dapat menarik talenta baru, memperkuat perekonomian, meningkatkan layanan dasar, serta membuka peluang pertumbuhan bisnis.
Ada pula persoalan bangunan lama. Ketika populasi menurun, rumah dan bangunan bersejarah di sejumlah kota kecil berisiko terbengkalai. Program Relokasi sekaligus renovasi dapat menjadi cara untuk menghidupkan kembali properti tersebut.
Bagi orang yang tertarik mengikuti program semacam ini, besaran subsidi bukan satu-satunya hal untuk dipertimbangkan.
Lokasi, gaya hidup, kesempatan kerja, status kependudukan, kewajiban tinggal, serta aturan penggunaan dana perlu dipelajari sebelum mengambil keputusan.
Setiap program memiliki persyaratan berbeda dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah setempat. Karena itu, calon peserta perlu memeriksa ketentuan resmi program sebelum mengajukan permohonan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!