ID EN

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Hampir Rp5 Triliun, Sport Tourism Terus Dikembangkan 

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit
Arsip - Balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB. . Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

MotoGP Mandalika tidak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika hampir mencapai Rp5 triliun.

"MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu real, ekonomi impactnya mencapai hampir Rp5 triliun," ujar Erick saat menghadiri peluncuran buku *MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Bappenas.Jakarta, Rabu.

Menurut Erick, capaian itu masih dapat ditingkatkan. Pemerintah ingin dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP tidak hanya terkonsentrasi di sekitar sirkuit, tetapi juga dapat dirasakan lebih luas.

MotoGP Mandalika adalah salah satu contoh bagaimana olahraga dapat berkembang menjadi bagian dari sektor pariwisata. 

Kehadiran penonton, wisatawan, pelaku usaha, serta berbagai aktivitas pendukung membuat ajang tersebut memiliki dampak di luar kompetisi olahraga.

"Event MotoGP benar-benar menjadi sebuah program yang impactful baik di tingkat nasional maupun juga untuk daerah," kata Erick.

Pemerintah memasang target lebih tinggi dari sisi jumlah penonton. Peningkatan kunjungan diharapkan ikut memperbesar perputaran ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

"Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini bisa 145 ribu orang," katanya.

Erick mengatakan Kemenpora terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengembangkan Wisata Olahraga. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan berbagai ajang olahraga sebagai pintu masuk bagi wisatawan.

Pengembangan Sport Tourism juga dikaitkan dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional. Erick menyebut upaya itu menjadi bagian dari dukungan terhadap target Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen.

"Kita gali seluruh potensi yang kita bisa serahkan kepada bangsa ini. Tentu salah satunya dengan mengoordinasikan, mengimplementasikan, dan menghasilkan sebuah kegiatan yang impactful untuk Sport Tourism," katanya.

Bagi Indonesia, peluang masih terbuka lebar. Erick sebelumnya menyebut nilai sport tourism secara global sekitar Rp9.500 triliun, sementara kontribusi Indonesia masih relatif kecil dibandingkan potensi itu.

"Olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat. Padahal kalau kita lihat, sport industry itu sekarang kurang lebih Rp8.000 triliun, ini angka yang luar biasa. Lalu kalau kita bicara sport tourism itu mencapai Rp9.500 triliun. Ini secara global," kata Erick.

Erick mengatakan Indonesia saat ini baru mendapatkan sekitar Rp39 triliun atau 0,5 persen dari nilai global. Angka itu menjadi gambaran besarnya ruang pengembangan sport tourism di dalam negeri.

Menurut dia, potensi itu perlu digarap secara lebih maksimal. Semakin banyak ajang olahraga internasional yang mampu dikaitkan dengan pariwisata dan aktivitas ekonomi lokal, semakin besar pula peluang manfaatnya menyebar ke berbagai sektor.

MotoGP Mandalika menjadi salah satu panggung utama dalam strategi itu. Dengan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun dan target 145 ribu pengunjung, penyelenggaraan Balap Motor kelas dunia itu tidak hanya berbicara tentang siapa tercepat di lintasan, tetapi juga seberapa besar efeknya terhadap ekonomi dan pariwisata Indonesia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!