MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Wisata Lombok, dari Kuliner hingga Paket Gili Trawangan
Jumat, 9 Oktober 2026 | 13:18
Penulis: Arif S

MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya tentang persaingan para pembalap di lintasan. Ajang balap internasional pada 9-11 Oktober ini juga membawa peluang bagi sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dari hotel dan restoran hingga pusat oleh-oleh, UMKM, dan Destinasi Wisata di Lombok.
Di Kota Mataram, antusiasme menyambut MotoGP mulai terlihat dari meningkatnya hunian hotel. Pemerintah kota menargetkan okupansi perhotelan menembus 90 persen saat puncak penyelenggaraan. Sementara pelaku pariwisata menyiapkan berbagai kegiatan untuk menarik wisatawan menghabiskan waktu di luar arena balap.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan tingkat hunian hotel telah menunjukkan perkembangan positif menjelang balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
BACA JUGA
MotoGP Mandalika Jadi Etalase Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB
Mandalika Mendunia, MotoGP 2026 Diharapkan Perkuat Promosi Wisata Indonesia
Nonton MotoGP Mandalika Sambil Camping di Pantai, Cara Berbeda Menikmati Balapan di Lombok
"Informasi dari Ketua Asosiasi Hotel Mataram akhir pekan lalu menyebutkan Okupansi Hotel sudah di atas 85 persen. Kami targetkan pada puncak MotoGP paling tidak bisa di atas 90 persen," ujar Cahya di Mataram.
Meskipun Mataram berada di luar kawasan utama penyelenggaraan MotoGP, ibu kota NTB memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat menikmati pantai sepanjang sekitar sembilan kilometer, menyaksikan matahari terbenam, menjelajahi Kota Tua Ampenan, mengunjungi Destinasi Wisata religi, hingga berburu oleh-oleh khas Lombok.
Bazar UMKM dan Wisata Kuliner di Teras Udayana
Salah satu agenda pendukung MotoGP yang disiapkan Pemerintah Kota Mataram adalah bazar UMKM di Teras Udayana pada 9-10 Oktober 2026. Sebanyak 20 stan akan diisi pelaku usaha lokal dengan beragam produk, terutama kuliner khas Lombok.
Pengunjung dapat menemukan ayam taliwang, sate Rembiga, plecing kangkung, sate pusut, serta aneka jajanan lokal. Selain makanan, bazar tersebut juga melibatkan pelaku usaha kriya dan garmen.
"Stan kami siapkan sebanyak 20 unit untuk 20 tenan di bazar UMKM MotoGP di Teras Udayana Mataram," kata Cahya.
Bazar bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota setelah mengikuti kegiatan MotoGP. Pemerintah kota juga menyiapkan hiburan musik langsung melalui agenda bertajuk *Friday Relax*.
"Kegiatan itu diselaraskan dengan program empat tematik mingguan kami. Khusus pada pekan penyelenggaraan MotoGP tanggal 9 dan 10, kami menggelar agenda khusus bertajuk 'Friday Relax' yang dipusatkan di Teras Udayana," katanya.
Berburu Mutiara dan Kerajinan Khas Mataram
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan, kawasan Sekarbela menjadi salah satu tujuan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai sentra kerajinan mutiara, salah satu produk unggulan UMKM Kota Mataram.
Mutiara menjadi pilihan oleh-oleh bagi Wisatawan Domestik maupun mancanegara. Pengunjung dapat melihat beragam produk kerajinan yang tersedia di kawasan tersebut sekaligus memilih cendera mata khas Lombok.
Selain mutiara, Mataram memiliki kerajinan cukli di kawasan Rungkang Jangkuk, Sayang-Sayang. Kerajinan kayu ini dihias menggunakan pecahan kulit kerang mutiara sehingga menghasilkan pola dekoratif khas buatan tangan perajin lokal.
Kehadiran sentra kerajinan tersebut memberi alternatif bagi wisatawan yang ingin membawa pulang produk selain makanan. Perjalanan juga dapat dilanjutkan dengan menjelajahi Kota Tua Ampenan atau menikmati pantai untuk mengisi waktu di luar agenda balap.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram mengatakan pelaku usaha di pusat oleh-oleh sudah terbiasa melayani wisatawan, sehingga kesiapan mereka menjadi salah satu modal menyambut MotoGP.
"Prinsipnya, sejauh ini sentra perbelanjaan oleh-oleh yang ada di Kota Mataram sudah siap," katanya.
Rinjani Travel Mart Bidik Transaksi Rp20 Miliar
Momentum MotoGP berdekatan dengan agenda bisnis pariwisata lebih luas. Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTB menargetkan Rinjani Travel Mart (RTM) ke-7 pada 13-15 Oktober 2026, menghasilkan transaksi penjualan paket wisata Rp20 miliar.
Ketua Asita NTB Sellywati mengatakan kegiatan itu mempertemukan sekitar 100 pembeli dan penjual dari dalam maupun luar negeri. Peserta dijadwalkan berasal dari sejumlah pasar, termasuk Jepang, Amerika Serikat, China, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Timor Leste.
"Untuk target transaksi itu Rp20 miliar, kalau bisa sampai Rp30 miliar tahun ini. Karena buyers (pembeli) kita beragam saat ini," kata Sellywati didampingi sejumlah pengurus ASITA NTB.
Menurut Sellywati, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, transaksi penjualan paket wisata sekitar Rp15 miliar.
"Dari animo mereka yang hadir ini sangat tinggi dan buyers yang hadir ini lebih berkualitas, makanya kita optimis penjualan paket wisata akan jauh lebih meningkat dari kegiatan RTM tahun lalu cuman Rp15 miliar," ujarnya.
Paket yang ditawarkan tidak terbatas pada kawasan Mandalika. Gili Trawangan dan Senaru di Lombok Utara menjadi destinasi yang diangkat tahun ini, sementara Pulau Sumbawa menawarkan pengalaman berbeda melalui Wisata Hiu Paus dan Pantai Lakey di Dompu.
"Kalau Pulau Sumbawa itu ada paket Hiu Paus dan Pantai Lakey di Dompu. Kalau Lombok itu Gili Trawangan dan lainnya. Pokoknya semua paket kita tawarkan ke luar negeri," pungkasnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!