ID EN

MotoGP Mandalika 2026 Makin Meriah dengan Festival Kuliner dan Produk Kreatif Lokal

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:08

Penulis: Arif S

Mandalika Street Food Festival Volume 2
Suasana di Mandalika Street Food Festival Volume 2 di kawasan Oertamjna Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, NTB. . Foto: ITDC

MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tak hanya menawarkan persaingan sengit di lintasan. Di kawasan Bazaar Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pengunjung juga bisa menikmati beragam kuliner lokal melalui Mandalika Street Food Festival Volume 2 yang memadukan sajian khas daerah, produk kreatif, dan hiburan.

Festival itu menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman wisata selama gelaran Grand Prix Indonesia pada 9-11 Oktober 2026. Sebanyak 20 tenant kuliner dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyuguhkan berbagai hidangan, mulai dari serabi, sate merah Narmada, Sate Bulayak Suranadi, hingga sate taichan.

Pilihan makanan khas Lombok lainnya mencakup nasi balap Puyung dan nasi ayam sisit kecombrang, ditambah aneka jajanan tradisional.

Bagi wisatawan, festival ini memberikan kesempatan untuk menjelajahi cita rasa lokal di sela-sela agenda menyaksikan balapan motor kelas dunia.

Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan olahraga internasional.

"Pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ajang olahraga internasional, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar, Sabtu.

Kuliner Lokal Menjadi Daya Tarik di Tengah MotoGP

Mandalika Street Food Festival Volume 2 mulai berlangsung pada Jumat 9 Agustus, pukul 14.00–22.00 WITA. Penyelenggara menargetkan lebih dari 15 ribu pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, selama rangkaian kegiatan.

Momentum MotoGP menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar lebih luas. Wisatawan dapat mengenal kekayaan kuliner Lombok sekaligus melihat kreativitas masyarakat setempat melalui produk yang ditawarkan.

Konsep itu sejalan dengan pendekatan community-based tourism atau Pariwisata berbasis masyarakat. Dalam pendekatan ini, kegiatan wisata tidak hanya berfokus pada pengalaman pengunjung, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat ekonomi.

Kehadiran tenant kuliner juga memperlihatkan bagaimana ajang olahraga internasional dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas daerah. 

Sajian seperti Sate Bulayak dan nasi balap Puyung bukan sekadar pilihan makanan, melainkan bagian dari pengalaman mengenal Lombok melalui kekayaan rasa dan tradisi kulinernya. 

Produk Kreatif dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Daya tarik festival tidak hanya pada makanan. Pengunjung dapat menemukan pilihan minuman kopi dari penyedia lokal serta berbagai produk kreatif dan Gaya Hidup ramah lingkungan.

Sejumlah tenant antara lain Muna Gallery, Lombok Vanilla, I Love Mutiara, dan MiaMia Crochet meramaikan area festival. Kehadiran mereka memperluas pilihan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang produk lokal, mulai dari aksesori hingga hasil kerajinan.

Perpaduan kuliner dan produk kreatif memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan merek sekaligus membangun hubungan dengan konsumen baru. 

Bagi Mandalika, kegiatan ini membantu memperlihatkan daya tarik destinasi tidak hanya terletak pada sirkuit, tetapi juga pada kreativitas masyarakat di sekitarnya.

Dari Nonton Bareng hingga Musik dan Pertunjukan Kreatif

Suasana Mandalika Street Food Festival Volume 2 semakin ramai dengan beragam kegiatan hiburan dari komunitas. Samalas Custom Show, Poundpose Lombok, Arti Drawing, Board Game, dan Pesta Timur ikut meramaikan agenda festival.

Pengunjung dapat menikmati kegiatan nonton bareng MotoGP, pertunjukan mixologist, live painting, face painting, serta berbagai permainan interaktif.

Pada sisi hiburan musik, penampilan DJ, band akustik, dan reggae melengkapi suasana di kawasan Bazaar Mandalika.

Pilihan aktivitas itu memberi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana di luar tribun atau setelah menyaksikan sesi balapan.

Keluarga dan kelompok wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan mencicipi hidangan lokal, melihat pertunjukan, atau menjelajahi produk kreatif.

Ahmad Fajar berharap rangkaian kegiatan dapat memperluas dampak penyelenggaraan Grand Prix Indonesia bagi pelaku usaha dan komunitas setempat.

Menurutnya, kehadiran berbagai produk kuliner, produk kreatif, layanan digital, dan hiburan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi The Mandalika sebagai Destinasi Wisata terpadu.

Bagi UMKM, lonjakan pengunjung selama MotoGP membuka peluang meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada konsumen baru.

Tantangan selanjutnya adalah menjaga agar manfaat tidak berhenti ketika rangkaian balapan selesai, melainkan berlanjut melalui promosi dan Kunjungan Wisata sepanjang tahun.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!