JAKARTA, ITSMe – Rivalitas klasik Sepak Bola Inggris kembali menghidupkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu malam (10/10/2026). Dalam pertandingan ekshibisi bertajuk Champions Impact In Jakarta: The Rivalry Returns 2026, North London Legends sukses mengalahkan United Legends dengan skor 3-2 melalui duel lima gol yang berlangsung dramatis.
Pertandingan ini mempertemukan sejumlah mantan bintang Arsenal dan Manchester United yang pernah menjadi bagian dari persaingan besar sepak bola Inggris. North London Legends menghadirkan nama-nama seperti Thierry Henry, Robert Pires, Patrick Vieira, Santi Cazorla, dan Emmanuel Adebayor. Sementara United Legends diperkuat sejumlah mantan pemain, di antaranya Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Edwin van der Sar, Carlos Tevez, Ashley Young, dan Radamel Falcao.
Tim ITSMe bersama reporter Syafira hadir langsung di SUGBK untuk meliput pertandingan, merekam atmosfer stadion, serta berbincang dengan para suporter yang datang untuk menyaksikan kembali aksi para Legenda Sepak Bola.
BACA JUGA
North London Legends Tekuk United Legends 3-2, Gol Tendangan Bebas Pennant Jadi Penentu
Robert Pires dan Gilberto Silva Kenang Panasnya Rivalitas Arsenal vs Manchester United
Legenda MU vs Arsenal di SUGBK, Rio Ferdinand Targetkan Kemenangan
Lima Gol Warnai Duel Dua Kubu Legenda
United Legends membuka keunggulan pada menit kelima melalui Ashley Young yang menuntaskan umpan Carlos Tevez. Namun, North London Legends merespons dengan cepat.
Pada menit ke-10, Emmanuel Adebayor mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Pertandingan semakin menarik ketika Santi Cazorla membawa North London Legends berbalik unggul menjelang akhir babak pertama. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, United Legends berusaha mengejar ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Radamel Falcao menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui umpan Antonio Valencia.
Pertandingan kembali terbuka. Kedua tim berusaha mencari gol penentu, tetapi North London Legends akhirnya mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas Jermaine Pennant.
Eksekusi Pennant pada menit ke-74 mengubah skor menjadi 3-2 untuk North London Legends. Gol tersebut menjadi pembeda dalam duel yang mempertemukan kembali dua kubu legenda sepak bola Inggris.
United Legends masih berusaha mengejar gol penyama kedudukan. Namun, hingga peluit akhir dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan North London Legends.
GBK Menjadi Tempat Kenangan Kembali Hidup
Di luar persaingan di lapangan, pertandingan ini menghadirkan pengalaman tersendiri bagi para penggemar sepak bola. Kehadiran para legenda membangkitkan kenangan tentang gol-gol ikonik, persaingan klasik, dan momen yang selama bertahun-tahun menghiasi layar televisi.
Bagi sebagian suporter, kesempatan menyaksikan langsung pemain yang pernah menjadi idola memiliki arti lebih dari sekadar Hasil Pertandingan. Nyanyian dan sorakan di tribun memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat bertahan melampaui masa keemasan seorang pemain.
Melalui liputan langsung di GBK, tim ITSMe bersama reporter Syafira turut merekam antusiasme tersebut, mulai dari interaksi dengan suporter hingga suasana pertandingan di stadion.
Pertemuan para legenda juga menjadi momen reuni bagi pemain yang pernah merasakan panasnya persaingan sepak bola Inggris. Thierry Henry, yang memimpin North London Legends sebagai pelatih, menjadi salah satu nama besar yang menarik perhatian penggemar.
Lebih dari Sekadar Skor Akhir
The Rivalry Returns 2026 menghadirkan perpaduan antara hiburan, sejarah, dan kecintaan terhadap sepak bola. Kemenangan 3-2 North London Legends menjadi penutup dramatis, tetapi daya tarik pertandingan tidak berhenti pada angka di papan skor.
Bagi para penggemar yang hadir, malam di SUGBK menjadi kesempatan untuk menyaksikan kembali para legenda secara langsung dan menghidupkan kenangan yang selama ini tersimpan.
Waktu boleh berlalu dan karier para pemain telah berubah. Namun, pertandingan ini menunjukkan bahwa kenangan tentang rivalitas besar sepak bola tetap memiliki tempat di hati para penggemarnya.










