Bandara Riyadh Diserang, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan dan Dialihkan
Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:08
Penulis: Respaty Gilang

Aktivitas Penerbangan di Arab Saudi terganggu setelah serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Insiden tersebut membuat operasional bandara dihentikan sementara dan sejumlah penerbangan dialihkan maupun dibatalkan.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Insiden ini menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade, menurut laporan Reuters.
Bandara King Khalid merupakan salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan dan pelaku perjalanan internasional yang menuju ibu kota Arab Saudi. Penghentian operasionalnya berdampak pada mobilitas penumpang, terutama mereka yang memiliki jadwal keberangkatan atau transit melalui Riyadh.
BACA JUGA
Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diumumkan AFC
Jaga Kesehatan Jamaah, Kemenhaj Larang Tur Kota Sebelum Puncak Haji
Potensi Long-Stay Turis Arab Saudi Target Pariwisata Indonesia
Sejumlah Maskapai Hentikan Penerbangan
Gangguan penerbangan sebenarnya telah terjadi sebelum serangan terbaru pada Sabtu. Sejumlah maskapai internasional sebelumnya mengumumkan pembatalan atau penghentian sementara layanan menuju Riyadh menyusul meningkatnya ancaman keamanan di kawasan tersebut.
Reuters melaporkan bahwa Lufthansa Group menghentikan penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober 2026. Sementara itu, IndiGo, Air India, dan Akasa Air juga sempat membatalkan sejumlah layanan pada periode sebelumnya. Jadwal dan kebijakan operasional masing-masing maskapai dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang berangkat dari Riyadh. Pengalihan penerbangan juga berpotensi memengaruhi perjalanan lanjutan, jadwal transit, serta waktu kedatangan penumpang di tujuan akhir.
Wisatawan Diminta Memeriksa Jadwal Penerbangan
Situasi keamanan yang belum stabil membuat calon penumpang perlu lebih cermat sebelum melakukan perjalanan melalui Arab Saudi. Status penerbangan bisa berubah sesuai keputusan otoritas bandara dan kebijakan masing-masing maskapai.
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket, langkah paling penting adalah memeriksa informasi penerbangan melalui situs atau Aplikasi resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara. Penumpang juga disarankan menghubungi pihak maskapai untuk mengetahui pilihan penjadwalan ulang, pengalihan rute, atau ketentuan pengembalian dana jika penerbangan dibatalkan.
Pelancong yang memiliki penerbangan transit melalui Riyadh sebaiknya memastikan kembali jadwal penerbangan lanjutan dan menghubungi agen perjalanan apabila tiket dibeli melalui pihak ketiga.
Situasi Keamanan Masih Menjadi Perhatian
Serangan terbaru tersebut menambah tekanan terhadap sektor penerbangan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Sebelumnya, sejumlah maskapai telah menyesuaikan jadwal operasional setelah muncul ancaman terhadap penerbangan yang melintasi wilayah udara Saudi.
Hingga informasi yang tersedia pada 11 Oktober 2026, calon penumpang perlu mengikuti pengumuman resmi otoritas penerbangan dan maskapai untuk memperoleh perkembangan terbaru. Wisatawan juga sebaiknya memperhatikan imbauan perjalanan dari pemerintah negara masing-masing sebelum menentukan rencana keberangkatan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!