ID EN

Riyadh Mulai Buka Penerbangan Lagi, Apakah Aman untuk Wisatawan?

Senin, 26 Oktober 2026 | 12:00

Penulis: Respaty Gilang

Bandara Riyadh
Bandara Riyadh.. Foto: Dokumentasi Bandara Riyadh.

Wisatawan yang berencana bepergian ke Riyadh, Arab Saudi, perlu kembali memeriksa jadwal penerbangan dan status tiket sebelum berangkat. Bandara Internasional King Khalid mulai melayani sebagian penerbangan pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah aktivitas operasionalnya dihentikan selama sekitar dua pekan akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Meski layanan penerbangan mulai berjalan kembali, pembukaan bandara belum berarti seluruh aktivitas telah pulih seperti biasa. Baru dua terminal yang kembali digunakan, sementara belum ada pengumuman resmi mengenai pemulihan kapasitas operasional secara penuh.

Bagi penumpang yang hendak melakukan perjalanan bisnis, kunjungan keluarga, maupun perjalanan lanjutan melalui Riyadh, perkembangan ini menjadi hal penting untuk diperhatikan sebelum menentukan waktu keberangkatan.

Dua Terminal Kembali Melayani Penerbangan

Stasiun televisi nasional Al Arabiya melaporkan dimulainya kembali aktivitas penerbangan dengan menayangkan rekaman dari dua terminal yang telah dibuka. Sementara itu, saluran televisi pemerintah AlEkhbariya menyebut Terminal 1 kembali melayani Penerbangan Domestik, sedangkan Terminal 2 digunakan untuk Penerbangan Internasional yang dioperasikan oleh maskapai Saudi.

Pembukaan terbatas tersebut dilakukan setelah koordinasi antara Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), badan keamanan, serta tim teknis. Langkah itu ditujukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pemenuhan standar keselamatan serta Keamanan Penerbangan.

Namun, belum ada kepastian kapan seluruh terminal dan kapasitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid akan kembali beroperasi secara normal.

Manajemen bandara sebelumnya mengumumkan pada Sabtu (24/10) bahwa kedua terminal tersebut akan digunakan untuk layanan domestik dan internasional. Penumpang yang telah memiliki tiket terkonfirmasi diminta menghubungi maskapai masing-masing guna memastikan status reservasi serta jadwal penerbangan sebelum datang ke bandara.

Mengapa traveler perlu mengecek jadwal lebih dulu?
Pengoperasian kembali sebagian terminal tidak otomatis menjamin seluruh penerbangan berlangsung sesuai jadwal awal. Dalam situasi seperti ini, perubahan waktu keberangkatan, penyesuaian rute, maupun kebijakan maskapai perlu diantisipasi oleh penumpang.

Sebelum menuju bandara, traveler sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:

  • Memeriksa status penerbangan melalui situs atau aplikasi resmi maskapai.
  • Menghubungi maskapai atau agen perjalanan untuk memastikan tiket dan jadwal masih berlaku.
  • Memantau pengumuman resmi bandara serta informasi Keselamatan Perjalanan dari otoritas terkait.
  • Meninjau ketentuan perubahan jadwal, pembatalan, dan pengembalian dana jika perjalanan terdampak.
  • Langkah tersebut penting terutama bagi penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan, jadwal perjalanan yang ketat, atau reservasi hotel yang tidak fleksibel.

Ancaman Keamanan Masih Menjadi Perhatian

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid sebelumnya dihentikan menyusul serangan Houthi pada 10 Oktober. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.

Seiring dengan dibukanya kembali sebagian layanan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kembali memperingatkan maskapai, karyawan, serta penumpang agar tidak menggunakan bandara tersebut.

Bandara tersebut dinilai "tidak aman karena menjadi sasaran militer bagi pasukan kami," ujar Saree dalam sebuah pernyataan.

Ia juga menyatakan bahwa kelompoknya akan melanjutkan operasi terhadap fasilitas publik tersebut. Saree menegaskan pihak berwenang Arab Saudi bertanggung jawab penuh atas keputusan membuka kembali bandara beserta berbagai konsekuensi yang mungkin terjadi.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa dimulainya kembali layanan penerbangan berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih perlu dicermati. Meski demikian, pernyataan kelompok Houthi tidak dengan sendirinya menjadi penilaian menyeluruh atas kondisi keamanan seluruh wilayah Arab Saudi.

Konflik Yaman dan Dampaknya Terhadap Perjalanan

Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lainnya sejak 2014. Kelompok tersebut kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi pada Juli, di tengah memburuknya situasi setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 tidak lagi bertahan.

Selain fasilitas penerbangan, kelompok Houthi juga berulang kali menargetkan fasilitas energi di Arab Saudi. Perkembangan konflik ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau oleh wisatawan dan pelaku perjalanan yang memiliki rencana menuju kawasan tersebut.

Bagi traveler, keputusan bepergian sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kabar bahwa bandara sudah dibuka. Pastikan informasi penerbangan berasal dari maskapai dan otoritas resmi, periksa imbauan perjalanan terbaru, serta siapkan alternatif jika jadwal berubah.

Untuk sementara, dibukanya kembali Terminal 1 dan Terminal 2 menjadi tanda dimulainya pemulihan layanan di Bandara Internasional King Khalid. Namun, sampai ada pengumuman lebih lanjut, penumpang tetap perlu memastikan kondisi penerbangan masing-masing sebelum berangkat.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!