MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Pengunjung, Lombok Makin Dilirik Traveler
Senin, 12 Oktober 2026 | 12:00
Penulis: Respaty Gilang

MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lintasan, tetapi juga memperkuat posisi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai destinasi wisata olahraga yang semakin diperhitungkan. Kehadiran lebih dari 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan tahun ini memperlihatkan besarnya potensi ajang balap internasional dalam menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Bagi traveler, gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika juga membuka kesempatan untuk menggabungkan pengalaman menonton balapan kelas dunia dengan perjalanan menjelajahi Lombok. Destinasi ini memiliki daya tarik wisata pantai, kawasan pesisir, serta lanskap alam yang dapat menjadi bagian dari agenda liburan sebelum maupun sesudah balapan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menjadi salah satu perkembangan positif bagi industri Sport Tourism Indonesia.
BACA JUGA
MotoGP Mandalika 2026 Makin Dekat, Hotel di Lombok Penuh hingga 42 Shuttle Disiapkan
Wisata Olahraga di Mandalika Jadi Daya Tarik Baru selain MotoGP
MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Wisata Lombok, dari Kuliner hingga Paket Gili Trawangan
"Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik," kata Widiyanti dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin,
Dalam kunjungannya ke Lombok pada Minggu, 11 Oktober 2026, Widiyanti menyampaikan bahwa kompetisi olahraga berskala internasional mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pemerintah juga menempatkan MotoGP Mandalika sebagai salah satu agenda strategis nasional untuk memperkuat pengembangan wisata olahraga.
MotoGP Mandalika 2026 Catat Lebih dari 150 Ribu Pengunjung
Setelah berlangsung selama empat tahun, penyelenggaraan MotoGP Mandalika menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya adalah tren pertumbuhan jumlah penonton serta meningkatnya perhatian internasional terhadap ajang balap motor yang digelar di Indonesia.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Indonesia 2026 mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yakni lebih dari 150 ribu orang. Penyelenggaraan tahun ini juga diperkirakan menghasilkan efek pengganda ekonomi hingga Rp5 triliun.
Angka tersebut memperkuat posisi MotoGP Mandalika sebagai penggerak aktivitas pariwisata dan perekonomian daerah. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar membuka peluang bagi berbagai sektor usaha, mulai dari akomodasi dan transportasi hingga kuliner serta produk lokal.
Dampak ekonomi MotoGP juga tercermin dalam kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) terhadap penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Kajian tersebut memperkirakan kontribusi ekonomi secara nasional berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.
Besarnya perputaran ekonomi itu menunjukkan bahwa manfaat sebuah ajang olahraga internasional tidak berhenti pada aktivitas di dalam sirkuit. Pengeluaran wisatawan untuk penginapan, makanan, transportasi, dan kebutuhan perjalanan turut membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha di sekitar destinasi.
"Efek pengganda yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM," ucap Widiyanti.
Dari Hotel hingga Kuliner Lokal, Banyak Sektor Ikut Bergerak
Tingginya kunjungan selama MotoGP memberikan gambaran tentang hubungan erat antara penyelenggaraan acara internasional dan aktivitas pariwisata. Hotel, penyedia transportasi, restoran, pedagang makanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang memperoleh tambahan pelanggan ketika arus wisatawan meningkat.
Bagi masyarakat lokal, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada pengunjung dari berbagai daerah maupun negara. Sementara itu, bagi industri pariwisata, acara olahraga berskala global membuka ruang untuk menawarkan paket perjalanan yang menggabungkan tiket balapan, penginapan, transportasi, dan kunjungan ke destinasi sekitar.
Meski demikian, besarnya jumlah pengunjung dan nilai ekonomi selama acara berlangsung perlu diikuti upaya menjaga kesinambungan kunjungan wisata. Tantangannya bukan hanya mendatangkan wisatawan ketika MotoGP digelar, tetapi juga mendorong mereka untuk kembali ke Lombok di luar kalender balapan.
Lombok Punya Peluang Mengembangkan Wisata di Luar MotoGP
MotoGP dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang sebelumnya belum pernah berkunjung ke Lombok. Setelah menikmati atmosfer balapan di Mandalika, pengunjung memiliki kesempatan memperpanjang perjalanan untuk mengenal daya tarik lain di pulau tersebut.
Kawasan pantai dan pesisir, wisata alam, pengalaman budaya, serta kuliner lokal bisa menjadi bagian dari perjalanan yang lebih lengkap. Strategi ini penting agar kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat pada hari perlombaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi destinasi dan pelaku usaha di wilayah lain.
Bagi traveler yang merencanakan perjalanan saat MotoGP, pemesanan akomodasi dan transportasi sejak awal juga patut dipertimbangkan. Tingginya permintaan pada periode acara berpotensi membuat pilihan penginapan semakin terbatas, terutama di kawasan yang dekat dengan sirkuit.
Wisatawan juga dapat menyusun agenda perjalanan dengan membagi waktu antara menonton balapan dan menjelajahi destinasi sekitar. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan ke Mandalika tidak harus berhenti ketika kompetisi selesai.
Widiyanti menilai keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga internasional menunjukkan kemampuan negara dalam memanfaatkan sport tourism untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memperluas peluang usaha, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, manfaat penyelenggaraan MotoGP perlu terus diperkuat agar tidak hanya dirasakan selama kompetisi berlangsung. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang menjadi bagian penting dari upaya menjadikan acara olahraga internasional sebagai penggerak Pariwisata Berkelanjutan.
Sport Tourism Jadi Peluang bagi Pariwisata Indonesia
Wisata olahraga kini berkembang sebagai industri global yang mempertemukan olahraga, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif. Dalam perkembangannya, sebuah kompetisi internasional tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat membangun citra destinasi dan memperkenalkan potensi daerah kepada pasar yang lebih luas.
Untuk memperkuat sektor tersebut, Kementerian Pariwisata berkomitmen bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga, meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi internasional, serta memperluas manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat.
MotoGP Mandalika 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana agenda olahraga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada wisatawan internasional. Ke depan, keberhasilannya akan semakin berarti apabila mampu mendorong kunjungan berulang, memperkuat usaha lokal, dan membuat Lombok tetap menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!