Serangan ke Riyadh Picu Kekhawatiran Terkait Keamanan Piala Asia 2027
Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:42
Penulis: Arif S

Rencana penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi mulai dibayangi kekhawatiran keamanan setelah serangan rudal Houthi yang dilaporkan menyasar Bandara Internasional Riyadh. Situasi konflik di kawasan Timur Tengah memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan pemain, suporter, dan staf menjelang turnamen sepak bola terbesar di Asia pada Januari 2026.
Presiden FIFPRO Asia-Oseania, Beau Bush, menyampaikan keprihatinan organisasinya terhadap dampak konflik di kawasan itu. Ia mengakui adanya kekhawatiran dari kalangan pemain terkait pelaksanaan Piala Asia 2027.
Menurut Bush, aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam seluruh proses persiapan turnamen. Penyelenggara perlu memastikan penilaian keamanan dilakukan secara menyeluruh sebelum tim nasional datang ke Arab Saudi.
BACA JUGA
Piala Asia 2027 Jadi Ujian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman Setelah Juara FIFA ASEAN Cup
AFC Nations League, Solusi Pertandingan Berkualitas untuk Tim Nasional Asia
Laga Perdana 9 Wakil AFC di Piala Dunia 2026: Korsel dan Australia Bersinar, 3 Tim Tumbang
"Penilaian risiko dilakukan sebelum memanggil semua tim nasional, dan karena situasi keamanan terus berubah, evaluasi tersebut akan sangat penting menjelang Piala Asia," ujarnya.
Pernyataan itu menyoroti tantangan yang harus dihadapi penyelenggara ketika situasi keamanan di kawasan masih berkembang. Kepastian mengenai kondisi keamanan akan menjadi faktor penting bagi federasi peserta dalam mempersiapkan perjalanan dan keikutsertaan tim mereka.
Jepang Mundur dari Piala Dunia FIFAe, Korea Selatan Siapkan Alternatif
Kekhawatiran terhadap situasi Keamanan Arab Saudi tercermin dari langkah sejumlah negara Asia dalam agenda Sepak Bola Internasional.
Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) memutuskan menarik diri dari Piala Dunia FIFAe yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada akhir Oktober 2026.
Dalam pernyataan resminya, JFA menjelaskan alasan keputusan itu dengan mempertimbangkan kondisi terkini dan keamanan negara tuan rumah.
"Setelah mengevaluasi secara komprehensif informasi yang tersedia mengenai situasi terkini dan keamanan negara tuan rumah, kami telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi."
Sementara itu, tim nasional Korea Selatan dilaporkan sedang menyiapkan alternatif untuk pertandingan persahabatan yang semula direncanakan berlangsung di Timur Tengah pada November 2026.
Pemerintah Korea Selatan juga mengambil langkah terkait kondisi keamanan di Arab Saudi. Pada Minggu 11 Oktober, Seoul menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi ke Level 3, atau merekomendasikan warga negaranya untuk meninggalkan negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan meminta warga negaranya untuk meninggalkan Arab Saudi harus pergi, kecuali ada alasan mendesak untuk tetap berada di sana.
Sementara, mereka yang berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi diminta membatalkan atau menunda.
Langkah Jepang dan Korea Selatan menunjukkan perkembangan situasi keamanan telah memengaruhi sejumlah keputusan terkait kegiatan internasional di Arab Saudi.
Meski demikian, keputusan-keputusan itu tidak dengan sendirinya memastikan Piala Asia 2027 akan mengalami perubahan jadwal atau lokasi.
AFC Belum Berkomentar Soal Keamanan Piala Asia 2027
Di tengah meningkatnya kekhawatiran, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan komentar meskipun muncul perhatian dari berbagai pihak, termasuk perwakilan pemain.
Arab Saudi merupakan Tuan Rumah Piala Asia 2027 dan telah menjalin kerja sama komersial dengan sejumlah perusahaan berbasis di negara itu. Sponsor turnamen antara lain Aramco, Alrajhi Bank, dan NEOM.
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Pertandingan akan digelar di delapan stadion, tersebar di tiga kota, yaitu Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar.
Dengan waktu penyelenggaraan semakin dekat, perkembangan situasi keamanan akan menjadi perhatian penting bagi AFC, federasi peserta, pemain, dan suporter.
Penilaian risiko serta koordinasi antara penyelenggara dengan pihak terkait akan menentukan langkah yang perlu diambil untuk memastikan turnamen dapat berlangsung dengan aman.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!