ID EN

Piala Asia 2027 Ditunda: Rencana Transisi Pelatih Jepang dari Moriyasu ke Oiwa Berantakan

Kamis, 5 November 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Pesepak bola Timnas Jepang Wataru Endo
Arsip - Pesepak bola Timnas Jepang Wataru Endo. . Foto: Antara Foto/Aprillio Akbar

Penundaan Piala Asia 2027 tidak hanya berdampak pada persiapan Timnas Indonesia tetapi juga Timnas Jepang. Rencana pergantian pelatih timnas Jepang menghadapi persoalan baru menyusul pergeseran jadwal pesta sepak bola terbesar Asia. 

Semula Hajime Moriyasu dijadwalkan mengakhiri tugas setelah turnamen. Kini situasinya berubah menjadi tidak pasti karena jadwal turnamen bergeser hampir satu tahun.

Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) sebelumnya telah menyiapkan Go Oiwa sebagai penerus Moriyasu. Oiwa direncanakan mulai menangani timnas senior pada Maret 2027, setelah Moriyasu menyelesaikan tugasnya di Piala Asia 2027.

Namun, keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengubah jadwal turnamen membuat rencana itu perlu ditinjau kembali. Piala Asia yang semula dijadwalkan pada 7 Januari - 5 Februari 2027 kini digeser ke 23 Desember 2027 - 21 Januari 2028.

AFC mengambil keputusan itu setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk persoalan logistik dan gangguan perjalanan. Jadwal baru itu masih akan diajukan kepada FIFA untuk mendapatkan persetujuan. 

Masa Depan Moriyasu Belum Jelas

Pada 23 Juli 2026 JFA mengumumkan Moriyasu akan tetap memimpin timnas Jepang hingga Piala Asia 2027 berakhir. Setelah itu, Oiwa akan mengambil alih posisi pelatih kepala Samurai Biru untuk mempersiapkan tim menuju Piala Dunia 2030.

Rencana itu dibuat dengan masa kerja Moriyasu yang diperpanjang secara singkat hingga awal 2027. JFA juga telah menetapkan Oiwa sebagai penerusnya mulai Maret 2027.

Namun, dengan penundaan Piala Asia, batas waktu itu tidak lagi sejalan dengan jadwal turnamen. JFA kini harus menentukan apakah kontrak Moriyasu akan disesuaikan atau tetap berakhir sesuai kesepakatan awal.

Direktur Teknik JFA Masakuni Yamamoto belum memberikan kepastian mengenai masa depan pelatih berusia 58 tahun. Dalam konferensi pers pada 4 November, Yamamoto mengatakan pihaknya masih perlu menata kembali rencana setelah pengumuman penundaan turnamen.

Moriyasu memilih tidak berspekulasi mengenai masa depannya. Ia menegaskan akan tetap fokus menjalankan tugas bersama timnas Jepang dan memberikan yang terbaik.

Situasi ini membuka kemungkinan pertandingan Jepang pada November menjadi bagian penting di masa akhir kepemimpinan Moriyasu. Samurai Biru dijadwalkan menghadapi Brasil pada 14 November dan Paraguay pada 17 November di Singapura.

Menurut laporan FIFA, dua pertandingan itu masuk dalam agenda persiapan Jepang pada jendela internasional November. 

JFA juga belum memastikan apakah laga uji coba tambahan yang semula direncanakan pada akhir Desember tetap akan digelar. 

Oiwa Hadapi Tantangan Jadwal Bertabrakan

Persoalan tidak hanya menyangkut masa depan Moriyasu. Penundaan Piala Asia berpotensi mengganggu rencana Oiwa yang telah dipersiapkan JFA untuk menangani dua tim sekaligus.

Sesuai keputusan JFA pada Juli, Oiwa akan memimpin timnas senior Jepang sekaligus tetap menangani tim U-21 untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

Masalahnya, Jepang juga akan menjadi tuan rumah AFC U-23 Asian Cup 2028. Turnamen tersebut merupakan bagian dari kualifikasi sepak bola putra menuju Olimpiade Los Angeles.

Jadwal kedua kompetisi itu berpotensi bertabrakan. Piala Asia senior berlangsung pada 23 Desember 2027 - 21 Januari 2028, sedangkan Piala Asia U-23 2028 dijadwalkan pada 4-22 Januari 2028. Artinya, terdapat periode 18 hari ketika kedua turnamen berlangsung secara bersamaan. 

Kondisi itu menempatkan posisi Oiwa menjadi semakin rumit. Ia tidak mungkin mendampingi timnas senior dan tim U-23 secara bersamaan dalam dua turnamen di waktu hampir bersamaan.

Padahal, Piala Asia U-23 2028 memiliki arti penting bagi Jepang. Selain sebagai tuan rumah, Samurai Biru muda akan memperebutkan tiket menuju Olimpiade Los Angeles. AFC telah menetapkan dua tim teratas turnamen berhak lolos ke Olimpiade 2028.

Transisi Menuju Piala Dunia 2030

Moriyasu telah memimpin timnas Jepang sejak 2018. Ia membawa Samurai Biru tampil di Piala Dunia 2022 dan 2026, sekaligus menjadi pelatih Jepang pertama yang memimpin tim pada dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Di Piala Asia, Moriyasu membawa Jepang mencapai final pada 2019 sebelum kalah dari Qatar. Empat tahun kemudian, perjalanan Jepang terhenti di perempat final setelah kalah dari Iran.

Sementara itu, Oiwa memiliki rekam jejak kuat di kelompok usia muda. Ia membawa Jepang U-23 menjuarai Piala Asia U-23 2024 dan meraih tiket Olimpiade Paris 2024. 

Ia juga kembali mengantar Jepang menjuarai Piala Asia U-23 2026 bersama skuad yang diproyeksikan menuju Olimpiade Los Angeles. 

JFA semula berharap transisi dari Moriyasu ke Oiwa berlangsung setelah Piala Asia 2027. Pergantian itu dirancang untuk menjaga kesinambungan strategi sekaligus mempersiapkan generasi pemain berikutnya menuju Piala Dunia 2030.

Namun, dengan perubahan kalender kompetisi, rencana itu harus disusun ulang. Jepang menghadapi dua pekerjaan sekaligus, memastikan posisi pelatih tim senior dan menjaga persiapan tim U-23 untuk Kualifikasi Olimpiade.

Penundaan Piala Asia 2027 pada akhirnya bukan hanya mengubah Jadwal Pertandingan.

Keputusan itu juga membuka tantangan baru bagi JFA dalam menentukan arah kepelatihan Samurai Biru menuju dua target besar, Piala Asia dan Piala Dunia 2030.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!