Fajar/Fikri Jadi Wakil Terakhir Indonesia, Selangkah Lagi ke Final Denmark Open 2026
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:38
Penulis: Arif S

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi harapan terakhir Indonesia di Denmark Open 2026. Ganda putra unggulan ketiga itu melangkah ke semifinal setelah menaklukkan wakil Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-17, 21-16 di SJF Arena, Odense, Denmark.
Kemenangan dua gim langsung membuka jalan bagi Fajar/Fikri untuk menghadapi tantangan lebih berat di babak semifinal. Mereka akan berjumpa unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam perebutan tiket menuju final turnamen BWF World Tour Super 750.
Fajar/Fikri memiliki modal positif menjelang duel ini. Dari delapan pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia itu unggul dengan lima kemenangan, sedangkan Liang/Wang mengamankan tiga kemenangan.
BACA JUGA
Hasil Denmark Open 2026: Ana/Meilysa dan Devin/Faathir Tersingkir, Leo/Daniel Absen
Denmark Open 2026: Indonesia Turunkan Kekuatan di Lima Sektor, Jonatan Christie Jadi Andalan
Hasil Denmark Open 2026: Putri Kusuma Wardani Melaju ke Perempat Final
Meski demikian, catatan itu tidak menjamin langkah Fajar/Fikri akan mudah. Liang/Wang juga memperlihatkan ketangguhan untuk mencapai semifinal setelah melewati pertandingan tiga gim melawan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Fajar/Fikri Akui Laga Perempat Final Tidak Mudah
Fajar/Fikri harus bekerja keras untuk mengatasi perlawanan pasangan Thailand. Selain menghadapi permainan lawan, mereka juga perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi shuttlecock di lapangan, yang dirasakan lebih cepat dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Fajar mengakui sejumlah kesalahan sendiri sempat mengganggu permainan mereka, terutama ketika pukulannya keluar terlalu jauh dari garis lapangan.
“Untuk pertandingan tadi tidak mudah melawan pasangan Thailand, mereka bermain sangat baik selain memang laju shuttlecock hari ini cukup kencang. Beberapa kali saya di gim pertama dan kedua melakukan kesalahan sendiri dengan out bola yang terlalu panjang,” kata Fajar dalam keterangan PBSI pada Jumat.
Ia menambahkan, perubahan kecepatan shuttlecock membuat mereka harus menyesuaikan pola permainan dibandingkan laga sebelumnya.
“Otomatis pola permainan kami berdua juga berbeda dengan kemarin, kemarin bola cukup kencang tapi hari ini terasa lebih kencang lagi,” tambahnya.
Fikri menyoroti perbedaan kondisi permainan dibandingkan pertemuan terakhir mereka dengan pasangan Thailand di Asian Games 2026. Menurutnya, shuttlecock yang lebih cepat di Odense menjadikan pertandingan berlangsung dengan karakter berbeda.
“Di Nagoya laju bola cukup berat sedangkan di sini kencang jadi tadi kami nggak banyak rally, lebih banyak pukulan satu-duanya dan mereka lebih kewalahan menghadapinya, mereka tertekan terus,” kata Fikri.
Penyesuaian itu menjadi bagian penting dalam kemenangan Fajar/Fikri. Mereka mampu menjaga keunggulan pada dua gim sekaligus memastikan tempat di semifinal Denmark Open 2026.
Liang/Wang Jadi Ujian Berikutnya
Di semifinal, Fajar/Fikri akan menantang Liang Wei Keng/Wang Chang, pasangan China yang juga berstatus unggulan. Liang/Wang mencapai semifinal setelah melewati perlawanan ketat Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 18-21, 21-18, 21-15. Mereka bangkit setelah kehilangan gim pertama.
Keunggulan Fajar/Fikri dalam catatan pertemuan menjadi bekal penting bagi pasangan Indonesia. Dari delapan duel, Fajar/Fikri menang lima kali dan kalah tiga kali. Namun, performa pada pertandingan semifinal tetap akan menjadi penentu.
Fajar/Fikri membawa tanggung jawab sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal Denmark Open 2026 setelah sejumlah wakil Merah Putih tersingkir pada babak sebelumnya.
Kemenangan mereka atas pasangan Thailand menjaga peluang Indonesia meraih gelar di Odense.
Rangkaian pertandingan semifinal dijadwalkan dimulai pada Sabtu 17 Oktober pukul 14.00 WIB. Meski demikian, waktu pertandingan Fajar/Fikri belum dipastikan karena menunggu selesainya tiga laga sebelumnya.
Jika mampu mengatasi Liang/Wang, Fajar/Fikri akan mengamankan tempat di final pada Minggu 18 Oktober 2026.
Dengan bekal lima kemenangan dari delapan pertemuan, pasangan Indonesia memiliki alasan untuk percaya diri, tetapi mereka tetap harus membuktikannya di lapangan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!