ID EN

Marc Marquez Puas dengan Hasil MotoGP Indonesia, Tak Pasang Target di Australia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:30

Penulis: Arif S

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez. . Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez memilih tidak memasang target khusus untuk MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Minggu. Meski datang dengan hasil positif setelah tampil kompetitif di MotoGP Indonesia, Marc Marquez menyadari kondisi cuaca berpotensi menjadi faktor penentu dalam persaingan akhir pekan ini.

Marquez mengakhiri rangkaian balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan hasil positif. Ia memenangi sprint race pada Sabtu dan finis keenam dalam balapan utama, Minggu 11 Oktober.

Hasil ini menjadi modal bagi juara dunia MotoGP tujuh kali dalam persaingan menuju gelar juara musim 2026. Marquez menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 353 poin, hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin di posisi teratas.

Meski demikian, Marquez tidak ingin terburu-buru menetapkan target untuk balapan di Phillip Island. Sirkuit dengan karakter cepat itu memang menjadi salah satu lintasan favoritnya, tetapi ancaman hujan bisa menjadi tantangan tersendiri.

"Kita lihat saja apa yang bisa saya lakukan. Pada pekan ini kami telah melakukan evaluasi, terlebih karena cuaca sepertinya tidak dalam kondisi baik...tapi ini adalah sirkuit yang sangat saya sukai, dengan banyak tikungan di kiri, dan saya punya performa yang baik di sini," ujar Marc Marquez dikutip dari laman MotoGP, Kamis.

Karakter Phillip Island memberikan alasan bagi Marquez untuk tetap percaya diri. Banyaknya tikungan ke kiri dan sektor berkecepatan tinggi dinilai cocok dengan gaya balapnya serta karakter motor Ducati Desmosedici GP-26.

Namun, cuaca bisa mengubah peta persaingan. Hujan lebat berpotensi memengaruhi pilihan ban, tingkat cengkeraman, serta strategi para pembalap sepanjang akhir pekan.

Marquez memiliki rekam jejak kuat di Phillip Island. Pembalap asal Spanyol telah meraih empat kemenangan di Australia, menjadikannya pembalap aktif dengan kemenangan terbanyak di sirkuit itu.

Jumlah itu masih berada di bawah rekor Casey Stoner dan Valentino Rossi, yang masing-masing mengoleksi enam kemenangan di Phillip Island. Pengalaman itu bisa menjadi modal bagi Marquez untuk menghadapi tantangan di salah satu seri paling menarik dalam kalender MotoGP.

Meski memiliki catatan bagus, Marquez tetap harus memperhitungkan kekuatan para rivalnya. Dua pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, menunjukkan performa menjanjikan dan menjadi ancaman serius dalam perebutan juara.

Persaingan di antara ketiganya juga memiliki dampak langsung terhadap klasemen kejuaraan dunia. Marquez hanya tertinggal dua poin dari Martin, namun kehilangan sejumlah poin dari Bezzecchi di Mandalika.

Di Indonesia, Marquez meraih kemenangan sprint race. Namun, ia tidak mampu mengimbangi kecepatan para pembalap Aprilia dalam balapan utama. Ia harus puas finis keenam, di belakang Bezzecchi, Raul Fernandez, Martin, Ai Ogura, dan Pedro Acosta.

Meski demikian, Marquez menilai akhir pekan di Mandalika sebagai perkembangan positif, terutama karena sirkuit itu kerap menyulitkannya. Bahkan, ia menyebut Lombok sebagai akhir pekan yang sempurna.

"Karena saya memperoleh poin yang sama dengan (Jorge) Martin dan kami kehilangan beberapa poin dari (Marco) Bezzecchi di sirkuit di mana saya mempunyai banyak kendala sebelumnya, tapi yah kami telah bekerja dengan baik," ungkapnya.

Kini, tantangan menanti di Phillip Island. Marquez membutuhkan hasil maksimal untuk menekan Martin di puncak klasemen, tetapi ia harus terlebih dahulu memastikan Ducati mampu tampil kompetitif dalam kondisi lintasan yang mungkin berubah akibat hujan.

Dengan selisih hanya dua poin, MotoGP Australia berpotensi menjadi salah satu momen penting dalam perebutan gelar musim ini.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!