GOLF Kenalkan Golf Tourism Lewat Aktivitas Interaktif di Indonesia Golf Festival 2026
Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:10
Penulis: Arif S

Mengenal golf tidak harus dimulai dari lapangan luas atau pertandingan profesional. Di booth PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) dalam Indonesia Golf Festival (IGF) 2026, pengunjung bisa mencoba teknik chipping untuk merasakan langsung tantangan olahraga ini.
Aktivitas sederhana ini sekaligus memperkenalkan peluang golf sebagai bagian dari pengalaman wisata di Indonesia.
IGF 2026 berlangsung pada 23–25 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten. Festival ini menghadirkan lebih dari 120 peserta pameran dan sekitar 150 merek, dengan target 30 ribu pengunjung serta nilai transaksi Rp20 miliar selama tiga hari penyelenggaraan.
BACA JUGA
Indonesia Golf Festival 2026: GOLF Perluas Sport Tourism lewat Agrowisata dan Luxury Living
Lapangan Golf di Kebun Teh Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Olahraga
Kawasan Black Rocks Golf Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Terpadu di Belitung
Beragam produk dan perlengkapan golf turut dipamerkan dalam ajang tersebut. Namun, pengunjung tidak hanya diajak melihat-lihat peralatan, tetapi juga berkesempatan mencoba keterampilan dasar melalui aktivitas interaktif.
Bagi pengunjung, pengalaman seperti ini menjadi pintu masuk untuk memahami olahraga yang membutuhkan ketelitian, koordinasi, dan strategi. Dari mencoba satu pukulan, pengunjung bisa merasakan bahwa golf bukan sekadar memukul bola sejauh mungkin.
Chipping, Mengenal Teknik Dasar Golf
Chipping merupakan teknik pukulan pendek yang umumnya digunakan ketika bola berada dekat green, yaitu area rumput pendek di sekitar lubang. Bola dipukul dengan lintasan relatif rendah, kemudian mendarat dan bergulir mendekati lubang.
Meski terlihat sederhana, teknik ini membutuhkan perhitungan cermat. Pegolf harus memperkirakan jarak, mengatur kekuatan pukulan, serta menyesuaikan arah bola dengan kondisi permukaan lapangan.
Pukulan akurat dapat membantu bola berhenti lebih dekat ke lubang sehingga pegolf memiliki peluang menyelesaikan permainan dengan jumlah pukulan lebih sedikit.
Bagi pemula, mencoba chipping memberikan gambaran langsung tentang tantangan dalam golf. Ketepatan dan pengendalian pukulan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan tenaga.
Pendekatan interaktif ini juga dapat membantu menghilangkan kesan golf hanya untuk kalangan tertentu. Pengalaman mencoba secara langsung memberi kesempatan pengunjung untuk mengenal golf tanpa harus terlebih dahulu menguasai seluruh teknik permainan.
GOLF Menghubungkan Golf dengan Pengalaman Wisata
Pengenalan golf kepada masyarakat juga berkaitan dengan peluang pengembangan Pariwisata. Olahraga ini dapat menjadi bagian dari perjalanan menggabungkan aktivitas bermain, akomodasi, kuliner, dan rekreasi di destinasi pilihan.
Konsep ini dikenal sebagai Golf Tourism atau Pariwisata Golf. Wisatawan tidak hanya datang untuk bermain di lapangan, tetapi juga menikmati fasilitas pendukung dan menjelajahi daya tarik di sekitarnya.
PT Intra Golflink Resorts Tbk memiliki portofolio Lapangan Golf yang mencakup new kuta golf di Bali, Palm Hill Golf di Sentul, Bogor, serta Black Rocks Golf di Belitung. Ketiganya berada di kawasan dengan karakter dan potensi wisata yang berbeda.
Bali menawarkan pilihan wisata dengan dukungan industri *hospitality* yang berkembang. Sentul menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati aktivitas golf di kawasan Bogor, sedangkan Belitung memiliki daya tarik berupa lanskap pesisir dan Wisata Alam.
Perpaduan fasilitas golf dan karakter destinasi tersebut membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam. Wisatawan dapat menggabungkan permainan golf dengan menginap, menikmati kuliner lokal, atau menjelajahi kawasan sekitar.
Namun, potensi itu tidak otomatis menghasilkan peningkatan kunjungan. Kemudahan akses transportasi, kualitas layanan, ketersediaan akomodasi, promosi, dan sistem pemesanan tetap menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman wisata yang menarik.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Golf Tourism
Pengembangan golf tourism membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pengelola lapangan. Hotel, agen perjalanan, maskapai, komunitas golf, pelaku kuliner, dan pengelola destinasi juga memiliki peran dalam membangun perjalanan yang terintegrasi.
Kolaborasi itu memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan tidak berhenti setelah bermain golf. Mereka dapat melanjutkan kunjungan dengan menikmati atraksi lokal, mencoba kuliner, atau mengikuti aktivitas rekreasi lain di sekitar destinasi.
Bagi pelaku industri, pendekatan ini membuka peluang untuk memperluas manfaat ekonomi dari setiap kunjungan. Sementara bagi wisatawan, integrasi layanan dapat membuat perjalanan lebih praktis dan memberikan pengalaman yang lebih lengkap.
Dari Aktivitas Chipping ke Potensi Wisata Indonesia
Melalui aktivitas chipping di IGF 2026, GOLF memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba golf secara langsung. Pengalaman ini menjadi cara untuk mendekatkan golf kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensinya dalam sektor pariwisata.
Partisipasi GOLF dalam Indonesia Golf Festival 2026 tidak hanya memperkenalkan teknik dasar permainan, tetapi juga membawa perhatian pada peluang pengembangan golf tourism. Dari pengalaman mencoba satu pukulan hingga menjelajahi destinasi, golf dapat menjadi salah satu pilihan untuk menikmati Wisata Indonesia dengan cara berbeda.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!