ID EN

Veda Ega Hormati Pembatalan Moto3 Australia, Pole Position Bersejarah Tak Berbuah Balapan

Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:32

Penulis: Rojes Saragih

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia di Moto3.. Foto: Antara/HO-Sekretariat Kabinet

Veda Ega Pratama menerima keputusan penyelenggara membatalkan balapan Moto3 Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Minggu (25/10/2026). Meski kecewa kehilangan kesempatan berlomba dari posisi terdepan, pembalap Honda Team Asia itu menegaskan penghormatannya terhadap keputusan race direction demi keselamatan pembalap.

“Saya menghormati keputusan dari pengawas balapan (race direction),” kata Veda, dikutip dari akun media sosial X Honda Team Asia, Minggu, 25/10/2026.

Balapan Moto3 dibatalkan akibat hujan deras dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang serta mengganggu operasional helikopter medis. Pembatalan itu juga membuat Veda kehilangan kesempatan tampil dalam balapan terakhir Moto3 di Phillip Island sebelum Grand Prix Australia dijadwalkan pindah ke Adelaide pada 2027.

Pole Position Bersejarah Veda Ega


Veda sebenarnya memiliki modal kuat untuk bersaing memperebutkan podium. Pembalap berusia 17 tahun asal Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil tercepat pada sesi kualifikasi kedua (Q2), Sabtu (24/10), dengan catatan waktu 1 menit 35,299 detik.

Hasil tersebut mengantarkannya meraih pole position sekaligus mencatat sejarah sebagai Pembalap Indonesia pertama yang meraih posisi start terdepan di kelas Moto3 dalam ajang Grand Prix. Veda juga meraih pencapaian tersebut pada penampilan perdananya di Phillip Island bersama Honda Team Asia. 

Namun, kebanggaan atas pencapaian itu bercampur dengan kekecewaan karena ia tidak bisa menerjemahkan posisi start terdepan menjadi hasil balapan.

“Saya sedih karena musim ini menjadi yang terakhir di Phillip Island. Ditambah lagi, saya mendapatkan pole position pertama saya di sini,” kata Veda. 

Phillip Island pertama kali menjadi tuan rumah Grand Prix Australia pada 1989. Mulai 2027, seri tersebut dijadwalkan berpindah ke sirkuit jalan raya Adelaide, sehingga GP Australia 2026 menjadi kesempatan terakhir Veda untuk berlomba di sirkuit ikonik tersebut.

Fokus Beralih ke GP Malaysia


Setelah balapan Australia dibatalkan, Veda mengalihkan perhatian ke seri berikutnya, Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

“Saya tidak sabar balapan di Malaysia. Sampai jumpa di sana pekan depan,” ujarnya. 

Veda menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 2026 dengan 111 poin. Ia unggul delapan poin atas pembalap Malaysia, Hakim Danish, dari tim Aeon Credit–MT Helmets–MSi yang mengoleksi 103 poin.

Sementara itu, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team telah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 dengan koleksi 351 poin. Gelar tersebut tidak lagi dapat dikejar para pesaingnya meskipun musim masih menyisakan empat seri, yakni Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia. 

Bagi Veda, GP Malaysia menjadi kesempatan berikutnya untuk melanjutkan kiprahnya di musim 2026.

Pole position di Phillip Island tetap menjadi pencapaian penting bagi Pembalap Muda Indonesia tersebut, meskipun kesempatan membuktikan kecepatannya dalam balapan harus berakhir akibat cuaca buruk.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!