ID EN

Kapal Pesiar Island Sky Kunjungi Papua, Buka Peluang Pengembangan Wisata Maritim 

Rabu, 16 September 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Kapal pesiar ekspedisi Island Sky
Kapal pesiar ekspedisi Island Sky bersandar di Pelabuhan Jayapura Kota Jayapura, Papua. . Foto: Pelindo Jayapura

Kapal pesiar ekspedisi Island Sky berkunjung ke Pelabuhan Jayapura, Papua, pada 5 September lalu. Kedatangan kapal berbendera Bahamas membawa wisatawan mancanegara dalam perjalanan Corals & Cultures of Indonesia & Papua New Guinea sekaligus membuka peluang pengembangan wisata maritim di Papua.

Selama berada di Jayapura, wisatawan penumpang Island Sky berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, salah satunya Kampung Yobeh.

General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak mengatakan kedatangan kapal pesiar internasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Pelabuhan Jayapura sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Papua.

“Kunjungan kapal pesiar internasional seperti Island Sky menjadi momentum bagi Pelabuhan Jayapura untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasional dalam mendukung pertumbuhan wisata maritim di Papua,” ujarnya.

Island Sky memiliki panjang sekitar 90 meter dengan kapasitas sekitar 4.200 GT. Kapal singgah di Jayapura dalam rangkaian perjalanan wisata yang menghubungkan destinasi Indonesia dan Papua Nugini.

Kehadiran kapal pesiar seperti Island Sky menunjukkan bagaimana jalur laut dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Papua. Wisatawan tidak hanya berada di atas kapal, tetapi juga turun dan menjelajahi destinasi di daratan selama kapal singgah di pelabuhan.

"Pada Sabtu kami mendapatkan kunjungan dari kapal pesiar ekspedisi Island Sky dengan berbendera Bahamas dalam rangkaian perjalanan wisata Corals & Cultures of Indonesia & Papua New Guinea," ujarnya.

Bagi Jayapura dan Papua, pola perjalanan seperti ini membuka ruang untuk mengembangkan paket wisata maritim yang menghubungkan pelabuhan dengan berbagai destinasi. Potensinya akan semakin besar apabila konektivitas, fasilitas wisata, dan pelayanan kepada wisatawan dikembangkan bersama.

Menurut Ramdan, peluang konektivitas wisata di Papua cukup besar. Namun, pengembangannya membutuhkan dukungan pelayanan kepelabuhanan serta kolaborasi berbagai pihak.

Salah satu manfaat langsung dari kunjungan kapal pesiar adalah terbukanya aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Ketika wisatawan turun dari kapal dan mengunjungi kawasan wisata, peluang terbuka bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan produk dan jasa mereka.

"Kunjungan kapal pesiar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di pelabuhan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal melalui sektor pariwisata," katanya.

Karena itu, pengembangan wisata kapal pesiar tidak bisa hanya bertumpu pada kesiapan pelabuhan. Pelindo, pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun pengalaman wisata saling terhubung sejak wisatawan tiba di Pelabuhan Jayapura hingga mengunjungi destinasi.

Kolaborasi diperlukan agar kunjungan kapal pesiar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Papua. Destinasi seperti Kampung Yobeh dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan internasional sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya setempat.

“Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar Pelabuhan Jayapura semakin siap menerima kunjungan kapal pesiar internasional dan memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan yang datang ke Papua,” pungkasnya.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!