ID EN

John Herdman Dituntut Belajar dari Piala AFF, Target Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Rabu, 16 September 2026 | 14:58

Penulis: Rojes Saragih

John Herdman menghadapi tantangan penting bersama Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah gagal membawa Skuad Garuda melewati fase grup Piala AFF 2026, Herdman dituntut melakukan evaluasi dan menyiapkan tim yang mampu bersaing untuk gelar juara.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Mantan pemain dan pelatih Persija Jakarta, Isman Jasulmei, menilai Herdman harus mengambil pelajaran dari kegagalan Indonesia di Piala AFF 2026, terutama dari dua pertandingan terakhir melawan Vietnam dan Singapura.

Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam pada 3 Agustus, kemudian bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal lolos ke semifinal.

Menurut Isman, Herdman harus lebih cermat bukan hanya dalam memilih pemain, tetapi juga menentukan kapan seorang pemain tepat untuk diturunkan.

Banyaknya pemain berkualitas yang tersedia harus diikuti dengan desain permainan yang jelas. Herdman perlu memiliki gambaran mengenai karakter pemain, posisi yang paling sesuai, serta perubahan yang harus dilakukan ketika situasi pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.

Dengan demikian, pergantian pemain bukan sekadar respons terhadap keadaan, tetapi menjadi bagian dari strategi pertandingan.

Pilihan Pemain Lebih Banyak

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan melihat situasi Herdman menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 berbeda dibandingkan ketika Indonesia tampil di Piala AFF.

Menurut Ronny, komposisi pemain yang tersedia untuk FIFA ASEAN Cup memberikan Herdman pilihan yang lebih luas. Kondisi tersebut membuat pelatih memiliki ruang untuk menyiapkan Plan B ketika strategi utama tidak berjalan.

Kedalaman skuad juga memungkinkan Herdman menyesuaikan komposisi berdasarkan karakter lawan. Namun, banyaknya pilihan pemain tetap membutuhkan keputusan yang tepat mengenai siapa yang menjadi starter, pemain pengganti, maupun pemain yang disimpan untuk pertandingan berikutnya.

Herdman sendiri masih melakukan finalisasi skuad. Persoalan cedera menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan sebelum menentukan pemain yang akan memperkuat Indonesia.

Target Indonesia Juara

FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti penting karena dimainkan dalam kalender internasional FIFA. Karena itu, turnamen ini bukan hanya menjadi kesempatan menguji kekuatan Timnas Indonesia, tetapi juga memberikan peluang bagi skuad Garuda untuk mendapatkan hasil yang berdampak pada peringkat FIFA.

Target juara pun dinilai wajar mengingat kualitas pemain Indonesia saat ini semakin tinggi di level ASEAN.

Bagi Herdman, tantangannya adalah mengubah kedalaman skuad tersebut menjadi tim yang memiliki identitas permainan jelas dan konsisten.

Kegagalan di Piala AFF 2026 menjadi pengalaman yang harus digunakan sebagai bahan evaluasi. Kekalahan dari Vietnam dan hasil imbang melawan Singapura menunjukkan pentingnya kemampuan membaca pertandingan, memilih pemain yang tepat, serta menyiapkan alternatif taktik.

Jika Indonesia ingin memenuhi target juara, Herdman harus memastikan tiga hal berjalan bersamaan: pemilihan pemain, desain permainan, dan kemampuan mengubah strategi di tengah pertandingan.

Pembahasan mengenai kesiapan Timnas Indonesia tersebut disampaikan Isman Jasulmei dan Ronny Pangemanan dalam podcast ITSMe yang dipandu Gilang Respaty dan Raisha di Studio ITSMe, Sentul, Bogor.