ID EN

Kalah dari Persib Bandung, Benarkah FC Seoul Turunkan Pemain Lapis Kedua?

Kamis, 17 September 2026 | 11:22

Penulis: Arif S

Persib Bandung saat menjalani pertandingan melawan FC Seoul
Persib Bandung saat menjalani pertandingan melawan FC Seoul pada laga perdana Grup E ACL Two di Seoul, Korea Selatan. . Foto: Persib Bandung

FC Seoul tidak tampil dengan kekuatan penuh saat menjamu Persib Bandung pada laga pembuka Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027. Keputusan pelatih Kim Gi-dong untuk melakukan rotasi sempat memunculkan kabar, pemain lapis kedua, termasuk pemain muda dari sistem pembinaan Osan High School, akan mendapat kesempatan bermain.

Kim Gi-dong telah menjelaskan alasan rotasi itu sebelum kick-off laga kontra Persib. Pelatih berusia 54 tahun harus mengatur kondisi pemainnya di tengah padatnya kompetisi K League 1, sekaligus menghadapi persoalan kedalaman skuad akibat cedera dan perpindahan pemain pada bursa transfer musim panas.

Namun, ia menegaskan rotasi bukan berarti timnya berniat mengendurkan ambisi.

“Sepertinya saya tidak bisa menyampaikan semuanya di sini. Tapi bagaimanapun, pemain yang sudah terlibat dalam banyak pertandingan di liga domestik membutuhkan waktu istirahat,” ujar Kim Gi-dong dalam konpers jelang laga kontra Persib.

Laga melawan Persib merupakan laga kandang sekaligus pertandingan pertama FC Seoul di kompetisi Asia musim ini. Karena itu, Kim tetap memasang target kemenangan meski harus menyesuaikan komposisi pemain.

Kabar mengenai pemain muda dari Osan High School sebelumnya berkembang menjelang pertandingan. Osan High School merupakan bagian dari sistem pembinaan pemain muda FC Seoul, dengan rata-rata pemain berada pada kelompok usia U-18.

Rotasi pemain FC Seoul tidak semata-mata berkaitan dengan keinginan memberikan panggung kepada pemain muda. Kondisi skuad mengharuskan Kim mencari kombinasi paling masuk akal antara pemain berpengalaman dan talenta muda.

Persoalan itu semakin terasa setelah FC Seoul menjalani rangkaian pertandingan domestik yang padat. Dalam kemenangan penting 2-1 atas Jeonbuk Hyundai Motors pada pekan ke-29 K League 1 di Jeonju World Cup Stadium, Kim bahkan hanya memiliki satu opsi pemain pengganti yang benar-benar digunakan.

Jung Hyun-woo baru masuk pada menit ke-82 untuk menggantikan Son Jeong-beom. Situasi ini menggambarkan betapa terbatasnya pilihan FC Seoul ketika harus membagi tenaga untuk kompetisi domestik dan Asia.

Kim tidak memiliki keleluasaan mengganti seluruh pemain utama sekaligus. Perpaduan antara pengalaman dan energi pemain muda menjadi salah satu solusi yang harus dipilih.

“Kami tidak dalam situasi bisa mengganti semua pemain. Jadi, kami menyiapkan pemain berpengalaman dan pemain muda untuk saling melengkapi dan menyatu dengan baik untuk menjalani pertandingan,” terangnya.

Rotasi FC Seoul Berakhir dengan Kekalahan dari Persib

Pada akhirnya, keputusan Kim merotasi pemain tidak menghasilkan kemenangan bagi FC Seoul. Persib justru membawa pulang tiga poin dari Stadion Seoul World Cup setelah Julio Cesar mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan pada menit ke-5.

Gol cepat memaksa FC Seoul harus mengejar ketertinggalan. Tuan rumah berusaha mencari gol balasan, tetapi Persib mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Kekalahan 0-1 itu menjadi awal yang tidak sesuai harapan bagi FC Seoul di Grup E ACL 2. Sementara bagi Persib, kemenangan menjadi modal positif dalam perjalanan mereka di kompetisi Asia musim 2026-2027.

Rotasi FC Seoul menunjukkan tantangan berbeda bagi klub yang harus menjalani persaingan domestik dan Asia secara bersamaan. Dengan kedalaman skuad terbatas, Kim Gi-dong harus menemukan keseimbangan antara menjaga kondisi pemain utama dan tetap kompetitif di setiap pertandingan. Hasilnya masih belum terlihat saat melawan Persib.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!