Matt Fitzpatrick Raih 4 Gelar pada 2026, Klaim Musim Ini Periode Golf Terbaiknya
Rabu, 30 September 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Matt Fitzpatrick sedang menikmati salah satu fase paling produktif dalam karier golfnya. Setelah menutup rangkaian kemenangan 2026 dengan menjuarai FedEx Open de France, pegolf Inggris itu menyebut musim ini sebagai periode terbaik dalam kariernya.
Fitzpatrick merebut gelar FedEx Open de France dengan keunggulan tiga pukulan pada Minggu. Gelar itu menjadi kemenangan keempatnya di berbagai turnamen dunia sepanjang 2026, setelah sebelumnya tiga kali naik podium tertinggi di PGA Tour.
Dengan catatan itu, Fitzpatrick melihat musim ini dari perspektif berbeda. Meski hasil di turnamen mayor belum sesuai harapan, ia tetap puas dengan konsistensinya dalam berbagai kompetisi.
BACA JUGA
Golf Elit Dunia Berkumpul di Jakic 2025, Comeback Anthony Kim Jadi Sorotan
Indonesia Kirim 5 Pegolf ke Dubai, Siapa yang Akan Jadi Pahlawan Baru?
Drama di Link Hong Kong Open: McKibbin, Maguire, dan Uihlein Berebut Tahta Menuju Final Round
"Ini jelas merupakan periode golf terbaik yang pernah saya jalani. 2022 juga termasuk yang terbaik, tetapi sekarang saya sudah meraih tiga kemenangan dan tentu saja menjadi empat. Saya rasa konsistensi yang terus terjaga menjadi hal terbesar," ujar Fitzpatrick kepada podcast Sky Sports Golf.
Pemain berusia 32 tahun itu memang belum mampu menembus posisi 14 besar dalam empat turnamen mayor sepanjang musim 2026. Namun, enam finis 10 besar di berbagai turnamen dunia ditambah empat gelar juara menjadi bukti konsistensinya.
Fitzpatrick tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan di turnamen mayor. Baginya, empat ajang itu memiliki posisi khusus dalam kalender golf dan menjadi target utama setiap pemain pada awal musim.
"Tentu saja itu (musim mayor yang mengecewakan) merupakan kekecewaan. Setiap pegolf pasti memiliki target untuk bersaing di turnamen mayor pada awal tahun. Turnamen-turnamen itulah yang paling berarti dan paling penting."
Ia menilai kegagalannya bersaing di papan atas mayor bukan sesuatu yang perlu menutupi pencapaian sepanjang musim.
"Kecewa karena tidak mampu melakukannya tahun ini. Saya merasa hanya terpaut beberapa hari dari performa terbaik dalam tiga dari empat turnamen tersebut, lalu pada turnamen terakhir saya tidak bermain bagus dan salah menerapkan strategi."
"Pada saat sama, hal itu tidak mengurangi pencapaian saya sepanjang musim secara keseluruhan. Saya sudah sering bersaing di banyak Turnamen Golf dan itu merupakan sesuatu yang bisa Anda harapkan dalam satu musim."
Naik ke Puncak Kualifikasi Ryder Cup
Kemenangan di Prancis juga membawa Fitzpatrick ke posisi teratas klasemen kualifikasi Ryder Cup. Ia masuk 10 besar Race to Dubai DP World Tour.
Peluang Fitzpatrick mencatat peringkat dunia terbaik dalam kariernya terbuka. Penampilan kuat di Skotlandia dapat membawanya naik ke posisi kedua dunia.
Namun, Fitzpatrick tidak berhenti mengevaluasi performanya. Menjelang akhir musim, ia bersama timnya sudah mulai menyusun sejumlah aspek permainan untuk diperbaiki pada masa jeda kompetisi.
"Saya rasa ada berbagai bagian permainan yang sudah kami evaluasi. Kami sekarang mendekati akhir tahun dan mulai mengambil keputusan mengenai rencana yang perlu dilakukan selama masa jeda kompetisi."
Fokus berikutnya adalah bagaimana rencana itu diterapkan secara terstruktur.
"Ada beberapa hal yang sudah kami tentukan untuk dikerjakan. Sekarang tinggal bagaimana kami menjalankannya dan bagaimana program tersebut disusun."
Kembali ke Alfred Dunhill Links Championship
Setelah kemenangan di Open de France, Fitzpatrick bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Alfred Dunhill Links Championship.
Turnamen itu memiliki nilai khusus bagi Fitzpatrick. Pada 2023, ia memenangkan kompetisi itu bersama ibunya, Sue, dalam format beregu pro-am.
Tahun ini, giliran sang ayah, Russell, menjadi partner Fitzpatrick. Sang pegolf Inggris bahkan melontarkan candaan soal handicap ayahnya.
"Saya rasa dia mungkin akan mendapat beberapa pukulan tambahan. Dia sendiri mungkin akan mengatakan hal yang sama!" kata Fitzpatrick.
Fitzpatrick memiliki pengalaman lain bermain dalam tim keluarga. Pada April lalu, ia memenangi Zurich Classic of New Orleans bersama adiknya, Alex Fitzpatrick.
Kini, targetnya membawa pengalaman itu ke Alfred Dunhill Links Championship bersama Russell.
"Saya rasa kami membutuhkan beberapa hari yang sangat bagus untuk bisa menempatkan diri dalam posisi yang baik. Semoga Johan (Rupert, penyelenggara turnamen) tidak terlalu banyak mengurangi handicap-nya setelah pekan ini!"
Meski tetap ingin bersaing, Fitzpatrick tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya maupun sang ayah.
"Saya rasa dia bermain cukup bagus, jadi kita tidak pernah tahu. Ketika tekanan datang, situasinya bisa sedikit berbeda, tetapi kami datang untuk bersenang-senang dan menikmati turnamen."
Alfred Dunhill Links Championship tahun ini diikuti sejumlah nama besar. Alex Fitzpatrick akan berpasangan dengan Sue, sementara juara bertahan Robert MacIntyre kembali tampil.
Tommy Fleetwood, Tyrrell Hatton dan Justin Rose juga masuk dalam daftar peserta. Selain itu, mantan juara mayor seperti Brooks Koepka dan Cam Smith turut meramaikan turnamen yang digelar di Carnoustie, Kingsbarns Golf Links dan Old Course St Andrews.
Bagi Fitzpatrick, turnamen ini menjadi kesempatan berikutnya untuk melanjutkan momentum musim terbaiknya sekaligus menikmati kompetisi bersama keluarga.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!