ID EN

LIV Golf Terancam Bubar, Investor Mundur dan Dukungan Pemain Tak Cukup untuk Musim 2027

Kamis, 5 November 2026 | 21:45

Penulis: Arif S

Turnamen golf
Ilustrasi - Turnamen golf. . Foto: Envato

Masa depan LIV Golf berada di ujung tanduk. Liga golf yang didukung Arab Saudi terancam dihentikan setelah calon investor, BC Partners Credit, memutuskan tidak melanjutkan rencana pendanaan untuk menyelamatkan kompetisi melalui proyek LIV 2.0.

Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi LIV Golf di tengah upaya mereka mencari sumber pendanaan baru setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menarik dukungannya pada April 2026. 

Sebelumnya, situasi ini telah memaksa liga mengajukan perlindungan kebangkrutan pada September.

BC Partners Credit sempat diproyeksikan menyediakan pendanaan hingga 300 juta dolar AS atau sekitar 223 juta poundsterling.

Dana itu diharapkan menjadi modal untuk membangun kembali LIV Golf dengan format baru dan mempertahankan operasional liga.

Namun, rencana itu semakin sulit diwujudkan. BC Partners menilai kesepakatan pendanaan tidak layak dilanjutkan, terutama karena LIV 2.0 gagal mendapatkan komitmen tentang jumlah pemain.

Padahal, sebelumnya pengembang LIV 2.0 mengklaim telah mendapatkan dukungan dari calon investor lain dan sejumlah pihak dalam ekosistem golf. Mereka juga disebut telah mengantongi komitmen sekitar 30 pegolf, termasuk beberapa juara turnamen major.

BBC Sport melaporkan proses negosiasi terbentur waktu. Pihak pengembang LIV 2.0 gagal mendapatkan seluruh kesepakatan untuk memastikan kompetisi dapat berlanjut.

LIV Golf sebelumnya menghadapi tenggat waktu untuk membuktikan mereka memiliki dukungan cukup dari pemain untuk kompetisi pada 2027. Namun, batas waktu itu telah terlewati tanpa adanya kepastian.

Pengacara LIV diperkirakan akan menyampaikan proposal LIV 2.0 tidak layak dilanjutkan dalam sidang pengadilan.

Turnamen Adelaide Terancam Batal

Ketidakpastian masa depan LIV Golf turut berdampak pada agenda kompetisi musim depan. Liga itu telah mengumumkan kalender 2027, termasuk turnamen di Adelaide, Australia Selatan, pada 18-21 Maret di Kooyonga Golf Club.

Namun, penyelenggaraan turnamen itu kini diragukan. Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas memperkirakan ajang itu tidak akan berlangsung sesuai jadwal.

"Sejauh penglihatan saya, ini sudah seperti permainan, set, dan pertandingan," ujar Malinauskas kepada stasiun radio ABC Adelaide.

Ia menjelaskan, keputusan BC Partners Credit sebagai calon penyandang dana LIV 2.0 sejalan dengan pandangan pemerintah daerah mengenai persoalan utama liga.

"Karena BC Partners sebagai penyandang dana LIV 2.0, tampaknya telah sampai pada kesimpulan sama dengan kami. Jika Anda tidak bisa membuat para pemain bergabung, maka kompetisi tidak akan berjalan," katanya.

Malinauskas mengatakan pemerintah daerah akan meminta masukan mengenai pengaturan lebih lanjut. Namun, berdasarkan situasi saat ini, ia tidak melihat turnamen LIV Golf di Kooyonga pada 2027 bisa terlaksana.

"Untuk pengaturan lainnya, kami perlu meminta masukan lebih lanjut ... tetapi jelas, sejauh yang bisa kami lihat, turnamen di Kooyonga tahun depan tidak akan berlangsung," katanya.

Eksodus Pegolf Bintang Perburuk Situasi LIV Golf

Sejak diluncurkan pada 2021, LIV Golf menjadi salah satu episode paling kontroversial dalam sejarah olahraga golf. 

Kehadirannya mengubah peta persaingan profesional setelah sejumlah pegolf ternama memilih bergabung dengan liga baru.

Dampaknya, beberapa pemain menghadapi sanksi dan larangan tampil di turnamen dari tur golf lain. Bahkan, keikutsertaan mereka di ajang beregu seperti Ryder Cup turut terdampak.

PIF Arab Saudi telah menggelontorkan dana lebih dari 5 miliar dolar AS atau sekitar 3,7 miliar poundsterling untuk mendukung proyek ambisius itu. 

Tawaran kontrak bernilai besar dan hadiah menggiurkan menarik sejumlah juara major, termasuk Jon Rahm dan Bryson DeChambeau.

Namun, prospek LIV Golf mulai berubah setelah musim 2026 berakhir lebih cepat dari rencana. Turnamen di Indianapolis pada Agustus menjadi ajang terakhir yang digelar liga.

Ketika PIF mengumumkan penarikan pendanaan pada April, LIV Golf merespons dengan menyatakan akan melakukan "evolusi strategis". Perubahan itu mencakup pembentukan dewan independen dan upaya mencari investor pengganti.

Namun, upaya itu tidak menghentikan kepergian sejumlah pemain utama. Jon Rahm, Ian Poulter, Tyrrell Hatton, dan Graeme McDowell termasuk pegolf yang meninggalkan LIV Golf.

Kepergian Rahm menjadi salah satu kehilangan terbesar bagi liga. Saat itu, muncul laporan pegolf asal Spanyol masih memiliki hak pembayaran sekitar 100 juta dolar AS dari sisa kontraknya.

Tekanan tambahan datang dari DP World Tour. Pada bulan sebelumnya Tur golf Eropa mengumumkan pemain yang bergabung dengan LIV Golf pada musim depan tidak akan diizinkan menjadi anggota DP World Tour 2027.

Kebijakan itu berpotensi menutup peluang para pemain untuk memperkuat tim Eropa di Ryder Cup. Pasalnya, hanya anggota DP World Tour yang memenuhi syarat untuk membela Eropa dalam kompetisi beregu dua tahunan.

Masa Depan DeChambeau dan Westwood Belum Pasti

Di tengah ketidakpastian, sejumlah pemain masih menyampaikan pandangan berbeda mengenai peluang LIV Golf untuk bertahan.

Salah satunya adalah Lee Westwood yang menilai konsep pembaruan liga masih memiliki potensi untuk berkembang. Westwood bergabung dengan LIV Golf sejak awal kompetisi pada 2022. 

"Belum ada sesuatu yang disampaikan kepada saya yang bisa saya setujui untuk LIV 2.0," kata Westwood.

Sementara itu, Bryson DeChambeau belum mengungkapkan secara pasti rencana masa depannya. Pegolf Amerika Serikat itu berharap LIV Golf tetap bertahan.

"Saya berharap liga ini tetap ada selamanya," katanya.

Di sisi lain, mantan eksekutif TaylorMade dan Adidas, Mark King, baru saja ditunjuk sebagai penasihat senior LIV Golf. Penunjukan itu sempat menjadi bagian dari upaya liga mempersiapkan perubahan organisasi.

Namun, tanpa dukungan investor dan komitmen pemain, masa depan LIV Golf semakin sulit dipertahankan. Kegagalan LIV 2.0 berpotensi mengakhiri salah satu proyek paling ambisius yang pernah mengubah Industri Golf profesional.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!