ID EN

LIV Golf Dapat Komitmen Pembiayaan 300 Juta Dolar AS untuk Selamatkan Musim 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:43

Penulis: Arif S

Golf
Ilustrasi - Turnamen golf.. Foto: Canva

LIV Golf kembali mendapatkan napas untuk menatap musim 2027. Liga golf yang dibangun dengan dukungan besar Arab Saudi itu telah memperoleh kemungkinan pembiayaan hingga 300 juta dolar AS dari BC Partners Credit.

Sebelumnya LIV mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat pada September setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menarik dukungan pendanaan bernilai miliaran dolar AS. Proses itu memberi LIV waktu untuk menata kembali kewajiban finansialnya sambil mencari bentuk baru agar kompetisi dapat berjalan lagi pada 2027.

Besaran dana 300 juta dolar AS menjadi langkah penting ketika masa depan LIV masih berada dalam proses restrukturisasi yang diawasi pengadilan. Namun, belum jelas berapa bagian dana untuk menjalankan jadwal musim depan dan siapa saja pemain akan yang tetap bersama liga.

Situasi pemain juga menjadi faktor penting. Para pegolf yang terlibat memiliki piutang sedikitnya 45 juta dolar AS dan tetap memiliki opsi untuk meninggalkan LIV.

Meski demikian, kesepakatan dengan BC Partners Credit memperpanjang periode negosiasi dengan para pemain hingga 25 Oktober. Artinya, LIV masih memikiki ruang untuk menyusun format baru dan menentukan siapa yang bersedia menjadi bagian dari LIV 2.0.

Dilansir BBC Sport, tidak ada kewajiban bagi para pemain untuk menandatangani kontrak baru dengan LIV 2.0. Ketentuan itu juga berlaku bagi pemain yang sebelumnya sudah memiliki kontrak multi-tahun dengan LIV Golf.

Langkah pembiayaan baru itu disebut sebagai kemajuan signifikan dalam proses restrukturisasi. Ted Goldthorpe, partner sekaligus kepala BC Partners Credit, melihat pendanaan itu sebagai jalan untuk membantu LIV keluar dari krisis dengan fondasi finansial lebih stabil.

"Tujuan kami membantu LIV Golf keluar dari proses restrukturisasi dengan kondisi keuangan yang sehat dan momentum baru menuju musim 2027," ujar Ted Goldthorpe dalam sebuah pernyataan.

Konsep berikutnya yang sedang dipersiapkan LIV berbeda dari sebelumnya. Menurut BC Partners Credit, pendanaan akan mendukung fase baru ketika para pemain berpotensi menjadi pemilik saham di liga dan tim mereka sendiri.

"Investasi ini merupakan langkah penting bagi LIV Golf," kata CEO LIV Golf Scott O'Neil dalam sebuah pernyataan.

O'Neil menekankan LIV masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan, tetapi investasi itu menjadi tanda, proyek liga baru mulai bergerak menuju struktur lebih berpusat pada pemain dan tim.

"Kami telah memenuhi sejumlah hal penting, dan meskipun masih ada pekerjaan harus diselesaikan, hari ini menjadi kemajuan berarti menuju liga yang dimiliki para pemain, fokus pada tim, benar-benar global, melengkapi ekosistem golf lebih luas, serta menciptakan peluang baru bagi pemain, penggemar, mitra, dan generasi pegolf berikutnya," katanya.

Persoalan finansial LIV memang tidak kecil. Sejak liga diluncurkan pada 2021, lebih dari 5 miliar dolar AS disebut telah dikeluarkan PIF untuk mendukung proyek itu.

Investasi besar itu berhasil menarik sejumlah nama besar dari PGA Tour.

Jon Rahm dan Bryson DeChambeau menjadi dua di antara bintang utama yang memilih bergabung dengan LIV setelah mendapatkan kontrak bernilai tinggi dan hadiah uang besar.

Namun, perkembangan terbaru memperlihatkan model itu belum sepenuhnya aman. Musim 2026 bahkan berakhir lebih cepat, sementara proses kebangkrutan membuka daftar kewajiban LIV kepada para krediturnya.

Rahm tercatat sebagai kreditur dengan klaim tanpa jaminan terbesar di antara 30 nama teratas, senilai 7,5 juta dolar AS.

DeChambeau disebut memiliki klaim 5,7 juta dolar AS, Dustin Johnson 5,5 juta dolar AS, Cameron Smith 4,8 juta dolar AS dan Tyrrell Hatton 3,4 juta dolar AS.

Brooks Koepka, yang meninggalkan LIV untuk kembali ke PGA Tour pada Januari, juga berada dalam daftar dengan klaim tanpa jaminan 1,7 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, 14 pemain LIV aktif maupun mantan pemain yang masuk 30 kreditur terbesar memiliki total klaim sedikit di atas 45 juta dolar AS.

Angka itu bukan berarti total seluruh kewajiban kepada para pemain. Sebuah sumber mengungkapkan daftar itu mencerminkan jumlah terutang dan belum dibayarkan untuk kuartal ketiga 2026.

Dalam sistem Chapter 11, kewajiban perusahaan kepada kreditur dapat ditunda sehingga perusahaan memiliki kesempatan menata kembali utang atau menjual sebagian asetnya.

PIF juga masih menyediakan pinjaman debtor in possession sebesar 49,6 juta dolar AS untuk membantu pembiayaan proses itu.

Dengan pembiayaan hingga 300 juta dolar AS yang masih menunggu persetujuan pengadilan dan pemenuhan sejumlah persyaratan, LIV memiliki peluang lebih besar untuk membangun kembali liganya.

Namun, tantangan terbesar tetap berada di meja negosiasi, meyakinkan para pemain agar bersedia menjadi bagian dari LIV versi baru.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!