LIV Golf Bubar, Bryson DeChambeau Berpeluang Kembali ke DP World Tour pada 2027
Sabtu, 7 November 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Runtuhnya LIV Golf menempatkan masa depan Bryson DeChambeau berada di persimpangan. Saat kompetisi pendanaan Arab Saudi itu bersiap menghentikan operasinya, juara US Open dua kali justru mendapat peluang kembali ke panggung Golf Dunia melalui DP World Tour pada musim 2027.
Menurut laporan The Telegraph, DP World Tour telah memberi tahu tim DeChambeau bahwa ia berpeluang memperoleh hak bermain penuh jika mengajukan keanggotaan untuk musim depan. Tawaran ini menjadi jalan keluar potensial bagi DeChambeau di tengah ketidakpastian nasib para pegolf eks LIV Golf.
Namun, kesempatan itu datang dengan tenggat waktu. DeChambeau harus menentukan masa depannya di tengah perubahan besar peta golf profesional setelah calon investor LIV Golf, BC Partners, menarik rencana investasi senilai 300 juta dolar AS untuk membangun kompetisi baru bertajuk LIV 2.0.
BACA JUGA
Jon Rahm Rela Lepas Klaim 100 Juta Dolar AS Demi Keluar dari LIV Golf
LIV Golf Dapat Komitmen Pembiayaan 300 Juta Dolar AS untuk Selamatkan Musim 2027
LIV Golf Terancam Bubar, Investor Mundur dan Dukungan Pemain Tak Cukup untuk Musim 2027
DeChambeau belum mengumumkan keputusan. Meski demikian, DP World Tour menawarkan alternatif lebih konkret agar ia tetap bisa tampil secara reguler di kompetisi internasional, tanpa hanya mengandalkan undangan turnamen.
Kategori 1 Jadi Jalan DeChambeau
Peluang DeChambeau memperoleh hak bermain penuh berkaitan dengan statusnya sebagai juara turnamen mayor. Ia memenuhi syarat Kategori 1 DP World Tour berkat kemenangan di US Open 2024.
Kategori itu memberikan jalur keanggotaan bagi para juara turnamen mayor dan pemenang Race to Dubai dalam periode kelayakan tertentu. Melalui jalur ini, DeChambeau tidak perlu memulai perjalanan dari babak kualifikasi seperti pegolf tanpa status keanggotaan.
Laporan The Telegraph, menyebut DeChambeau harus mengajukan permohonan sebelum 14 November 2026.
Namun, laporan The Guardian menyebut tenggat pengajuan hingga 16 November 2026. Perbedaan informasi ini menjadikan tanggal akhir pengajuan masih perlu dipastikan melalui konfirmasi resmi DP World Tour.
Selain DeChambeau, Cameron Smith, juara The Open 2022, juga memenuhi persyaratan Kategori 1. Sementara itu, Jon Rahm telah lebih dahulu menyatakan rencana tampil penuh di DP World Tour pada 2027.
Rahm, Hatton, dan Garcia Sudah Bergerak
Kembalinya sejumlah pemain besar menjadi salah satu dampak langsung dari runtuhnya LIV Golf. Jon Rahm dan Tyrrell Hatton telah meninggalkan kompetisi, sedangkan Sergio Garcia juga mengumumkan rencana kembali ke DP World Tour.
Rahm bahkan telah menyiapkan DP World Tour sebagai pilihan utama untuk menjalani musim 2027. Pegolf Spanyol itu belum mendapat kepastian mengenai peluang kembali ke PGA Tour, sehingga sirkuit Eropa menjadi jalur lebih realistis untuk menjaga Kontinuitas kompetisinya.
Keputusan Rahm dan Hatton juga berkaitan dengan aturan DP World Tour. Sebelumnya, para pemain LIV harus memilih antara bergabung dengan LIV 2.0 atau mempertahankan keanggotaan di sirkuit Eropa. Dampak kebijakan itu, sejumlah pemain akhirnya meninggalkan LIV ketika masa depan kompetisi itu semakin tidak pasti.
Sergio Garcia telah mengonfirmasi rencana kembali ke DP World Tour. Ia menyebut kompetisi itu memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya. Garcia mengundurkan diri dari keanggotaan pada 2022 saat bergabung dengan LIV, tetapi masih memiliki jalur untuk mengajukan kembali keanggotaan.
PGA Tour Belum Membuka Pintu Lebar
Meski DP World Tour menawarkan peluang, jalan DeChambeau menuju PGA Tour masih belum jelas. Pada Januari 2026, PGA Tour memperkenalkan Returning Members Program, sebuah jalur khusus bagi sejumlah mantan anggota dengan kriteria prestasi tertentu.
Brooks Koepka menjadi satu-satunya pemain penerima tawaran itu. Program itu sempat tersedia bagi DeChambeau, Jon Rahm, dan Cameron Smith, tetapi ketiganya tidak mengambil kesempatan.
CEO PGA Tour Brian Rolapp kemudian menegaskan program itu merupakan kebijakan satu kali, bukan jalur permanen bagi seluruh mantan pemain LIV Golf.
Berdasarkan ketentuan program, Koepka harus membayar kontribusi amal sebesar 5 juta dolar AS, kehilangan hak atas pembagian ekuitas PGA Tour selama lima tahun, serta menerima pembatasan akses ke sejumlah turnamen unggulan dan program bonus.
Situasi itu menjadikan DP World Tour pilihan lebih realistis bagi DeChambeau dalam jangka pendek. Meski demikian, para pemain eks LIV tetap harus memperhatikan aturan dan masa penangguhan sebelum bisa kembali tampil di PGA Tour.
LIV Golf Menuju Likuidasi
Ketidakpastian karier DeChambeau tidak bisa dilepaskan dari berakhirnya proyek LIV Golf. Pada 5 November 2026, pihak liga mengumumkan rencana penghentian operasi dan likuidasi setelah upaya mencari pendanaan baru gagal.
Sebelumnya, Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi telah menarik dukungan pendanaan untuk musim berikutnya. BC Partners kemudian muncul sebagai calon investor dengan rencana investasi 300 juta dolar AS untuk membangun LIV 2.0 melalui model kepemilikan dengan melibatkan pemain.
Namun, kesepakatan itu tidak berjalan sesuai rencana. LIV gagal mengamankan komitmen pemain dalam jumlah cukup untuk menjalankan kalender kompetisi baru. Situasi ini membuat rencana restrukturisasi tidak dapat dilanjutkan.
Dalam persidangan di pengadilan kebangkrutan New Jersey, pengacara LIV mengatakan perusahaan tidak lagi melanjutkan rencana LIV 2.0 dan beralih ke proses penghentian bisnis secara teratur.
Dengan runtuhnya LIV Golf, para pemain harus menentukan jalur karier berikutnya. Bagi DeChambeau, tawaran DP World Tour menjadi kesempatan untuk mempertahankan statusnya sebagai salah satu pegolf papan atas dunia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!