ID EN

PBSI Jaga Momentum Emas Asian Games 2026 ke Denmark Open hingga HYLO Open

Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. . Foto: Antara Foto/Fauzan

Euforia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum sepenuhnya reda, tetapi para pebulu tangkis Indonesia sudah harus kembali bersiap menghadapi tantangan berikutnya. PP PBSI ingin momentum positif dari Jepang tetap terjaga saat skuad Merah Putih memasuki rangkaian tur Eropa mulai pekan depan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan perhatian utama saat ini pada fisik pemain. Waktu pemulihan sekaligus persiapan menuju turnamen berikutnya sangat terbatas setelah para atlet menjalani rangkaian pertandingan Asian Games selama sekitar dua hingga tiga pekan.

“Untuk Eropa, kami harapkan momentum ini jangan sampai turun. Itu yang pertama. Tapi kami juga harus menyadari bahwa waktu persiapan kami sangat mepet,” ujar Eng Hian di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Rangkaian tur Eropa akan dibuka melalui Denmark Open 2026 di Odense pada 13-18 Oktober. Turnamen itu berada pada level BWF World Tour Super 750 dan menjadi ujian pertama bagi para pemain setelah kembali dari Jepang.

Belum sempat beristirahat panjang, para pemain kemudian harus melanjutkan perjalanan ke Paris untuk bertanding di French Open pada 20-25 Oktober. Turnamen ini juga berstatus Super 750.

Agenda berlanjut ke HYLO Open di Saarbrucken, Jerman, pada 27 Oktober hingga 1 November. Turnamen itu berada satu tingkat di bawah dua ajang sebelumnya dengan status BWF World Tour Super 500.

Untuk menyiasati padatnya jadwal, PBSI harus mengatur masa transisi dengan cermat. Para pemain baru saja menyelesaikan Asian Games dan membutuhkan pemulihan sebelum kembali meningkatkan intensitas latihan.

Eng Hian menilai pencapaian di Aichi-Nagoya tetap layak dirayakan. Indonesia membawa pulang dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu dari cabang bulu tangkis.

“Pulang dari Asian Games bukan berarti kami tidak mau ada euforia atau perayaan. Kami tentu menghargainya karena ini merupakan hasil dari jerih payah seluruh atlet dan pelatih,” kata Eng Hian.

Namun, ia mengingatkan perayaan tidak boleh mengganggu persiapan berikutnya. PBSI harus segera menyesuaikan program latihan agar atlet tidak kehilangan kebugaran sekaligus terhindar dari cedera.

“Tapi bagaimana sekarang kami harus beradaptasi dengan kondisi ini. Ada sela waktu, kami coba maksimalkan. Yang penting adalah bagaimana atlet-atlet ini menjaga kebugaran supaya tidak cedera,” katanya.

Secara mental, Eng Hian melihat para pemain dalam kondisi positif. Prestasi di Asian Games memberi tambahan kepercayaan diri, tetapi situasi itu tetap harus diimbangi dengan pengaturan beban latihan agar stamina pemain tidak terkuras sebelum rangkaian tur Eropa selesai.

Bagi PBSI, momentum itu tidak hanya ingin dipertahankan, tetapi juga diterjemahkan menjadi target prestasi. Sektor ganda putra dan ganda campuran kembali menjadi harapan utama Indonesia untuk berburu gelar.

“Tentunya kami mengharapkan tetap membawa gelar. Terutama di ganda putra. Ganda putra dan ganda campuran kami harapkan terus ditingkatkan,” kata Eng Hian.

Harapan itu datang dengan modal kuat dari Aichi-Nagoya. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin meraih medali emas nomor perorangan ganda putra, sementara Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri membawa pulang medali perunggu.

Di ganda campuran, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menyumbangkan medali perak. Hasil ini menjadi bekal psikologis sebelum para pemain kembali menghadapi persaingan ketat di Eropa.

Rangkaian tur Eropa menjadi ujian apakah momentum emas dari Aichi-Nagoya dapat terus berlanjut. PBSI ingin para pemain tetap kompetitif tanpa mengorbankan kondisi fisik, karena perjalanan panjang musim 2026 masih belum selesai.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!