Zaki Ubaidillah Tetap Bersyukur Meski Gagal Juara French Open 2026
Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:00
Penulis: Arif S

Tunggal Putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah mengakhiri turnamen dengan menjadi runner-up French Open 2026. Meski gagal membawa pulang gelar juara, Ubed tetap mensyukuri pencapaiannya itu.
Ia mengakui tekanan dari suporter tuan rumah sempat mengganggu konsentrasinya saat menghadapi Christo Popov di partai final.
Ubed harus mengakui keunggulan wakil Prancis melalui pertandingan tiga gim dengan skor 11-21, 21-14, 13-21 di Arena Grand Paris, Minggu. Hasil itu sekaligus mengakhiri perjalanan Ubed dalam penampilan final pertamanya di turnamen BWF World Tour Super 750.
BACA JUGA
PBSI Jaga Momentum Emas Asian Games 2026 ke Denmark Open hingga HYLO Open
Hasil French Open 2026: Ubed Singkirkan Jonatan Christie Setelah Bangkit di Dua Gim
14 Wakil Indonesia Jalani Tur Bulu Tangkis Eropa, Jonatan Christie Jadi Andalan
Meski gagal menjadi juara, Ubed melihat pencapaian di French Open 2026 sebagai pengalaman berharga untuk perkembangan kariernya.
Menghadapi pemain yang lebih berpengalaman di panggung besar memberinya pelajaran untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
"Banyak pelajaran yang saya dapat di final tadi melawan pemain yang sudah berpengalaman," ujar Ubed dalam keterangan tertulis PBSI, Senin.
Tekanan Suporter Tuan Rumah Ganggu Fokus Ubed
Salah satu tantangan terbesar Ubed dalam final French Open 2026 adalah menghadapi atmosfer pertandingan yang berpihak kepada Popov.
Dukungan penuh penonton tuan rumah membuat pebulu tangkis berusia 19 tahun itu merasakan tekanan berbeda dibandingkan laga Semifinal.
Ubed sebenarnya mampu mengatasi situasi serupa saat menghadapi Alex Lanier pada babak semifinal.
"Kemarin saat lawan Alex saya bisa meredamnya tapi hari ini tekanannya berbeda," katanya.
Gangguan konsentrasi menjadi salah satu tantangan yang dievaluasi Ubed. Dalam pertandingan final, menjaga ketenangan dan konsistensi permainan menjadi aspek penting.
Sempat Bangkit, Ubed Gagal Mempertahankan Momentum
Jalannya pertandingan menunjukkan upaya Ubed untuk bangkit setelah kehilangan gim pertama. Popov menguasai gim pembuka dan menang 21-11, tetapi wakil Indonesia itu memberikan respons dengan meningkatkan permainannya pada gim kedua.
Ubed bermain lebih baik untuk merebut gim kedua dengan skor 21-14. Kemenangan itu membuka peluang baginya untuk mengejar gelar juara sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Namun, Popov kembali mengambil kendali pada gim ketiga. Ubed tertinggal sejak awal dan kesulitan mengembangkan permainan. Popov akhirnya memastikan kemenangan 21-13 untuk mengunci gelar French Open 2026 di hadapan pendukungnya sendiri.
"Di gim ketiga awal, start saya tertinggal. Dia sudah siap dengan bola-bola saya, itu berpengaruh ke seterusnya tapi saya sudah mencoba yang terbaik yang saya bisa," katanya,
Kekalahan ini memang menggagalkan ambisi Ubed meraih gelar, tetapi perjalanan menuju final menunjukkan kemampuannya bersaing dengan pemain papan atas.
Zaki Ubaidillah Ingin Belajar dari Pengalaman French Open 2026
Setelah mencapai final French Open 2026, Ubed menyadari masih memiliki banyak kesempatan untuk berkembang, mengingat perjalanan kariernya di level elite internasional masih panjang.
Bagi Ubed, pencapaian di Paris bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk mengejar hasil lebih baik pada turnamen berikutnya.
"Ke depannya masih banyak yang harus saya pelajari juga, pengalaman kan belum banyak ketemu pemain-pemain elite dunia. Semoga saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," pungkasnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!