ID EN

Marc Marquez Punya Peluang Akhiri Kutukan Mandalika, Aprilia Jadi Ancaman Serius

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:37

Penulis: Arif S

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez usai mengikuti sesi practice MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. . Foto: Antara/Donny Aditra

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez kembali menghadapi tantangan besar di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Marquez memburu kemenangan sekaligus mengakhiri rangkaian hasil buruk di Sirkuit Mandalika.

Hasil latihan menunjukkan peluang Marquez masih terbuka. Namun, persaingan dipastikan tidak mudah karena Aprilia tampil dominan. 

Sementara pembalap berjuluk The Baby Alien masih harus menemukan kecepatan dan keseimbangan motor terbaik untuk menghadapi karakter lintasan Mandalika.

Pengamat otomotif Priandhi Satria menilai Marquez memiliki modal kemampuan dan pengalaman untuk bersaing di barisan depan. Namun, hasil latihan menunjukkan pembalap Spanyol belum menjadi yang tercepat.

"Hasil latihan Jumat di Sirkuit Mandalika memperlihatkan peluang Marquez untuk menang masih terbuka, meskipun dia belum menjadi pembalap dengan kecepatan terbaik," ujar Priandhi Satria, dikutip dari keterangan tertulisnya di Mandalika, NTB, Sabtu.

Kecepatan Marquez Belum Menyamai Aprilia

Marquez mengawali akhir pekan dengan hasil menjanjikan pada sesi Free Practice 1. Ia menempati posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 30,369 detik, hanya terpaut 0,237 detik dari Marco Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat bersama Aprilia Racing. 

Situasi berubah pada sesi Practice. Marquez turun ke posisi kelima dengan catatan waktu 1 menit 29,426 detik, tertinggal 0,701 detik dari Raul Fernandez yang menjadi pembalap tercepat.

Fernandez bahkan mencetak rekor putaran baru di Mandalika dengan waktu 1 menit 28,725 detik. Marco Bezzecchi menempati posisi kedua, sedangkan Jorge Martin melengkapi tiga besar. 

Dengan hasil itu, Aprilia menguasai tiga posisi teratas sekaligus menunjukkan keunggulan mereka dalam kecepatan satu putaran. 

"Hasil latihan tersebut menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang harus dihadapi Marquez," kata Priandhi.

Bagi Ducati, selisih waktu menjadi pekerjaan rumah sebelum memasuki fase penentuan. Marquez harus memperbaiki performa satu putaran sekaligus menemukan setelan motor terbaik untuk mempertahankan kecepatan ketika menghadapi rangkaian tikungan dan pengereman keras.

"Aprilia tampil kuat di Mandalika, sehingga Ducati perlu memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu,” kata Priandhi.

Peluang Marquez belum bisa dinilai hanya dari hasil latihan bebas pertama. Posisi kedua pada FP1 menunjukkan ia memiliki kecepatan untuk bersaing, tetapi posisi kelima pada Practice menegaskan masih ada selisih yang harus dikejar.

Mandalika Bukan Sekadar Persoalan Kecepatan

Tantangan Marquez di Mandalika bukan hanya soal siapa tercepat. Ia harus menjaga konsistensi sepanjang balapan, terutama ketika menghadapi tekanan dari para pesaing yang memiliki kecepatan kompetitif.

Menurut Priandhi, karakter lintasan membutuhkan pendekatan cermat. Pembalap harus mampu mengombinasikan pengereman, kestabilan motor ketika melewati tikungan, dan akselerasi saat kembali membuka gas.

"Mandalika membutuhkan kombinasi pengereman yang tepat, kestabilan saat melewati tikungan, dan akselerasi yang efektif ketika keluar dari tikungan. Marquez harus bisa membedakan kapan waktunya menyerang dan kapan harus menjaga ritme," katanya.

Bagi Marquez, kemampuan membaca situasi akan sama pentingnya dengan kecepatan motor. Memaksakan manuver untuk mengejar posisi terlalu dini dapat meningkatkan risiko kesalahan. Menjaga ritme secara konsisten bisa membuka peluang memanfaatkan situasi ketika para pesaing menghadapi masalah.

Dengan Aprilia menunjukkan performa kuat, Marquez perlu memastikan Ducati mampu bersaing tanpa mengorbankan stabilitas. Ia juga harus menempatkan penyelesaian balapan sebagai prioritas sebelum berbicara mengenai peluang merebut podium atau kemenangan.

Empat Edisi Mandalika Selalu Berakhir Tanpa Finis

Riwayat Marquez di Mandalika menjadi alasan mengapa akhir pekan ini terasa berbeda. Sejak Grand Prix Indonesia kembali digelar pada 2022, ia belum pernah menyelesaikan balapan utama.

Pada 2022, Marquez mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan dinyatakan tidak layak mengikuti balapan utama. 

Setahun kemudian, ia terjatuh ketika balapan berlangsung. Pada 2024, ia gagal menyelesaikan Grand Prix karena kendala teknis pada motornya.

Nasib buruk kembali menghampirinya pada 2025. Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada putaran pertama, sehingga keduanya tersingkir dari balapan. Akibat insiden itu, Marquez mengalami cedera pada bahu kanannya. 

Kendati rangkaian kejadian itu tidak otomatis menentukan hasil musim ini, riwayat insiden menunjukkan betapa pentingnya menjaga keselamatan, konsistensi, dan kemampuan menghindari risiko tidak perlu.

“Kalau melihat catatan sebelumnya, target pertama Marquez adalah menyelesaikan balapan. Setelah empat kali gagal finis di Grand Prix Mandalika," kata Priandhi.

Kualifikasi dan Sprint Jadi Penentu Berikutnya

Kesempatan Marquez untuk memperbaiki posisinya masih terbuka. Sesi latihan bebas kedua dan kualifikasi akan menentukan posisi start, sebelum pembalap menjalani balapan sprint. Balapan utama dijadwalkan berlangsung pada Minggu 11 Oktober. 

Posisi start akan menjadi faktor penting karena Marquez membutuhkan awal balapan yang bersih untuk menghindari situasi berisiko di tengah kerumunan pembalap. 

Pada saat bersamaan, ia perlu menemukan kombinasi antara agresivitas dan kesabaran agar tetap bisa bersaing dengan para pembalap Aprilia.

Dengan hasil Practice menempatkan tiga pembalap Aprilia di posisi teratas, Ducati harus memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu. 

Marquez memiliki pengalaman dan kemampuan untuk membalikkan keadaan, tetapi keberhasilannya juga akan bergantung pada setelan motor, strategi, dan eksekusi di lintasan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!