ID EN

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi FIM Grade A, Penuhi Syarat Gelar Balapan Kelas Dunia

Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:05

Penulis: Arif S

Pertamina Mandalika International Circuit
Dokumentasi - Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah, NTB. . Foto: HO-MGPA

Sirkuit Internasional Mandalika mendapat lampu hijau untuk menggelar MotoGP Indonesia 2026 setelah resmi memperoleh homologasi Grade A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Pengesahan itu menjadi modal penting bagi lintasan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, untuk kembali menjadi tuan rumah balapan kelas dunia pada 9–11 Oktober 2026. 

Bagi Mandalika, homologasi ini bukan sekadar sertifikat terpajang di balik layar penyelenggaraan. Status itu menandakan sirkuit telah memenuhi persyaratan FIM untuk menggelar FIM Grand Prix World Championship, termasuk kelas utama MotoGP. 

Dengan kata lain, kelayakan lintasan untuk menggelar balapan harus didukung standar teknis, perangkat keselamatan, dan kesiapan operasional.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola menilai pengesahan itu sebagai pencapaian penting menjelang rangkaian Grand Prix Indonesia.

"Diperolehnya homologasi grade A dari FIM menjadi momentum penting sekaligus penegasan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan," ujar Ananda seusai mendampingi FIM meninjau sirkuit dalam keterangannya di Jakarta.

Apa Arti Homologasi FIM Grade A?

Dalam Balap Motor internasional, homologasi merupakan proses pemeriksaan dan pengesahan untuk memastikan sirkuit memenuhi ketentuan untuk balapan tertentu. 

Grade A pada lisensi Mandalika mencakup persyaratan penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship. Lisensi berlaku untuk musim balap 2026, sehingga statusnya bukan pengesahan permanen tanpa evaluasi lanjutan. 

Pengesahan Mandalika diterbitkan setelah inspeksi final FIM pada 8 Oktober 2026. Hasil pemeriksaan itu dituangkan dalam lisensi sirkuit bernomor 1277, yang mencatat panjang lintasan 4.301 meter dan posisi pole position di sisi kiri. 

Untuk kategori balap motor solo, termasuk MotoGP, kapasitas yang ditetapkan mencapai 32 pembalap dalam sesi latihan maupun balapan. 

Penilaian FIM tidak hanya fokus pada kondisi aspal. Area run-off untuk mengantisipasi pembalap keluar lintasan, hamparan kerikil (gravel beds), pembatas ban (tyre barriers), marka lintasan, jalur pit, serta posisi petugas marshal turut masuk dalam pemeriksaan.

FIM juga mengevaluasi sistem lampu dan panel LED, drainase, pemeliharaan permukaan lintasan, serta zona long lap penalty. 

Seluruh elemen itu berperan dalam mendukung pelaksanaan balapan dan penanganan situasi ketika terjadi insiden atau gangguan selama sesi berlangsung. 

Keselamatan Tak Berhenti pada Saat Inspeksi

Memperoleh homologasi Grade A bukan berarti pekerjaan pengelola sirkuit selesai. Kondisi lintasan dan perangkat pendukung harus tetap dipelihara sesuai ketentuan FIM, termasuk memastikan area di tepi lintasan bebas dari hambatan berbahaya, lapisan kerikil terjaga, dan marka tetap terlihat jelas.

Kesiapan menghadapi masalah teknis juga menjadi bagian penting. Perangkat keselamatan cadangan harus tersedia, sementara tim operasional perlu mampu melakukan intervensi, perbaikan, atau penggantian ketika fasilitas pendukung mengalami kerusakan. 

Artinya, standar yang disahkan melalui inspeksi harus tetap dijaga sepanjang rangkaian acara, bukan hanya ketika pemeriksaan berlangsung. citeturn510164view0

Bagi penyelenggara MotoGP Indonesia, aspek itu memiliki arti besar. Balapan kelas dunia menuntut koordinasi antara pengelola sirkuit, ofisial kejuaraan, petugas lintasan, dan tim keselamatan. 

Kualitas penyelenggaraan tidak hanya diukur dari persaingan di atas motor, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga kegiatan berlangsung secara profesional dan merespons insiden dengan cepat.

Mandalika Sambut Rangkaian Balap 9-11 Oktober

Perolehan homologasi datang tepat menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pada 9-11 Oktober, Mandalika menjadi lintasan rangkaian balap MotoGP, Moto2, Moto3, dan Idemitsu Moto4 Asia Cup. 

Dengan pengesahan itu, sirkuit memiliki dasar lisensi untuk menggelar putaran kejuaraan dunia FIM sesuai kategori yang telah disetujui. 

Bagi Indonesia, pengakuan ini mempertegas kesiapan Mandalika sebagai salah satu panggung olahraga motor internasional. 

Namun, mempertahankan kepercayaan FIM membutuhkan konsistensi, fasilitas harus terawat, sistem keselamatan selalu siap, dan setiap prosedur operasional dijalankan sesuai standar.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!