ID EN

Randy Bintang Cetak Eagle dari Bunker di Tengah Cuaca AAC 2026 yang Tak Bersahabat

Jumat, 30 Oktober 2026 | 14:30

Penulis: Arif S

Pegolf Indonesia Randy Bintang
Pegolf Indonesia Randy Bintang di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 di Te Arai Links, Auckland, Selandia Baru. . Foto: Antara/HO-ACC

Pegolf Indonesia Randy Bintang menghadirkan salah satu momen terbaik pada putaran pertama Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026. Di tengah terpaan angin kencang dan hujan di Te Arai Links, Auckland, Selandia Baru, Randy mencetak eagle spektakuler dari bunker.

Pukulan itu terjadi di lubang ketujuh par lima. Bola hasil pukulan Randy dari bunker sempat memantul sekali sebelum akhirnya masuk ke lubang. Momen itu menjadi sorotan di tengah kondisi lapangan yang menyulitkan para peserta.

"Pukulannya dari bunker dan melawan angin. Bolanya memantul sekali dan kemudian masuk ke lubang," ujar Randy, Kamis 29 Oktober 2026.

Meski menghasilkan pukulan spektakuler, Randy belum sepenuhnya mampu mengatasi tantangan sepanjang putaran pembuka. Ia mengakhiri permainan dengan skor 73 atau dua di atas par. 

Hasil itu menjadikannya salah satu pegolf Indonesia dengan catatan terbaik, bersama Rayhan Latief yang membukukan skor serupa.

Dalam penampilan kelimanya di kejuaraan amatir paling bergengsi kawasan Asia-Pasifik, Randy harus berhadapan dengan angin kencang dari Samudra Pasifik. Hujan turun hingga tiga kali sepanjang permainan.

"Sepanjang hari ini angin berembus kencang sejak pagi. Kami bahkan kehujanan hingga tiga kali hari ini dan sekadar berusaha bermain sebaik mungkin. Saya pernah main di Royal Melbourne tahun 2023, tapi belum pernah menghadapi yang seperti ini," ujar Randy dalam keterangan resmi AAC, Jumat.

Randy sebenarnya mampu mengoleksi satu eagle dan dua birdie. Namun, enam bogey membuatnya harus menutup putaran pertama dengan skor dua di atas par.

Kencangnya angin bahkan memaksanya mengubah pilihan stik untuk menyesuaikan arah dan kekuatan pukulan. Pada lubang kedelapan dengan jarak sekitar 150 yard, Randy menggunakan 5-iron ketika harus bermain melawan arah angin.

"Misalnya saja di hole 8 yang melawan arah angin, jaraknya sekitar 150 yard dan saya menggunakan 5-iron. Sungguh brutal!" katanya.

Selain menghadapi kondisi cuaca, Randy menyoroti akurasi putting sebagai bagian permainan yang perlu diperbaiki. 

Embusan angin membuat arah guliran bola di permukaan green semakin sulit diprediksi. Perbaikan pada aspek itu menjadi pekerjaan penting untuk menghadapi putaran berikutnya.

Rayhan Latief Samai Catatan Randy

Rayhan Latief menjadi wakil Indonesia lainnya dengan skor terbaik pada putaran pertama. Ia juga membukukan 73 atau dua di atas par setelah mencatatkan lima birdie dan tujuh bogey.

Sementara itu, empat pegolf Indonesia lainnya masih harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi. 

Jayawardana Dornan membukukan skor 76, sedangkan Kenneth Sutianto mencatatkan 83. Asa Najib Bhakti dan William Justin Wijaya masing-masing menutup putaran pertama dengan skor 85 dan 86.

Mereka menghadapi putaran kedua dengan tantangan menjaga peluang melewati batas eliminasi atau cut. Kondisi lapangan dan cuaca kembali menjadi faktor penting dalam persaingan menuju dua putaran terakhir.

Juara Bertahan Memimpin

Di papan atas, juara bertahan asal Thailand Fifa Laopakdee menunjukkan kualitasnya. Ia mencatatkan skor 63 atau delapan di bawah par untuk memimpin klasemen sementara.

Fifa unggul tiga pukulan atas pegolf tuan rumah Joshua Bai di posisi kedua dengan skor 66. Dua pegolf Selandia Baru lainnya, Ryan Xie dan Cooper Moore, berbagi posisi ketiga setelah sama-sama membukukan 67.

Asia-Pacific Amateur Championship edisi ke-17 menjadi panggung penting bagi pegolf amatir terbaik di kawasan Asia-Pasifik. 

Taruhannya bukan sekadar gelar juara, sebab pemenang turnamen ini juga berhak mendapatkan kesempatan bermain di dua turnamen major, The Masters dan The Open Championship.

Bagi Randy dan para wakil Indonesia, putaran pertama memperlihatkan betapa beratnya tantangan di Te Arai Links.

Eagle dari bunker menjadi momen istimewa, tetapi konsistensi permainan akan menentukan sejauh mana mereka mampu melangkah dalam turnamen bergengsi tersebut.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!