ID EN

Kota Favorit Gen Z: Asia Tenggara Jadi Favorit Wisatawan Muda, Indonesia Masuk Daftar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 14:12

Penulis: Arif S

Grand Palace, Bangkok, Thailand
Grand Palace, Bangkok, Thailand. Foto: Envato

Pilihan Destinasi Wisata generasi muda semakin beragam. Gen Z cenderung mencari perjalanan dengan biaya terjangkau dan pengalaman autentik di Asia Tenggara, sementara Milenial mulai melirik destinasi lebih jauh dengan pilihan aktivitas dan pengalaman beragam.

Data pemesanan riil dari agensi perjalanan spesialis anak muda Adventure360 periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026 menunjukkan, Thailand sebagai destinasi paling populer di kalangan Gen Z. Negara itu dipilih 29,2 persen responden dalam kelompok generasi ini.

Indonesia juga masuk dalam jajaran Destinasi Favorit dengan menempati peringkat ketiga. Vietnam, Kamboja, dan Laos memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai kawasan pilihan anak muda untuk berlibur.

Daya tarik kawasan ini tidak lepas dari biaya perjalanan relatif terjangkau. Keindahan alam negara Asia Tenggara, kekayaan budaya, serta beragam aktivitas wisata menawarkan pengalaman menarik tanpa harus mengeluarkan anggaran sebesar perjalanan ke destinasi lebih jauh.

Pengaruh media sosial turut membentuk pilihan perjalanan Gen Z. Konten video pendek di TikTok dapat memperkenalkan destinasi kepada jutaan pengguna dan mendorong munculnya tren wisata baru.

Angkor Wat di Kamboja, misalnya, menjadi salah satu destinasi budaya yang mendapatkan perhatian melalui tren perjalanan di media sosial. 

Pengalaman menjelajahi situs bersejarah itu menawarkan kombinasi antara wisata, pengetahuan, dan kesempatan membuat konten perjalanan.

Milenial Melirik Destinasi Lebih Jauh

Berbeda dengan Gen Z, Milenial cenderung memilih destinasi seperti Australia, Jepang, Yunani, dan Islandia. 

Pilihan mereka berkaitan dengan kondisi finansial yang relatif lebih stabil sehingga memungkinkan perjalanan dengan jarak lebih jauh dan anggaran lebih besar.

Australia dan Jepang menawarkan perpaduan kehidupan perkotaan, alam, serta Pengalaman Budaya. Sementara itu, Yunani dan Islandia memiliki daya tarik tersendiri melalui lanskap alam, sejarah, dan karakter destinasi berbeda.

Perbedaan ini menunjukkan, usia dan kemampuan finansial ikut memengaruhi cara generasi muda merencanakan perjalanan. Gen Z lebih banyak mempertimbangkan keterjangkauan, sedangkan Milenial memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi destinasi lintas benua.

Meski demikian, kedua generasi sama-sama mencari Pengalaman Perjalanan berkesan. Pilihan destinasi tidak lagi hanya ditentukan popularitas sebuah tempat, tetapi juga aktivitas dan pengalaman selama berada di sana.

Working Holiday Jadi Daya Tarik Selandia Baru

Selain wisata konvensional, perjalanan sambil bekerja juga menjadi pilihan bagi generasi muda. Selandia Baru masuk dalam daftar 10 negara ramah anak muda berkat program Working Holiday Visa.

Program ini memberikan kesempatan bagi wisatawan muda untuk menggabungkan liburan dengan aktivitas bekerja selama berada di negara tujuan. 

Kebijakan perpanjangan masa visa dalam materi sumber turut memperkuat daya tarik Selandia Baru bagi kelompok usia 18-35 tahun.

Konsep working holiday menawarkan pengalaman lebih panjang dibandingkan Perjalanan Wisata biasa. Peserta dapat mengenal kehidupan masyarakat lokal, menjelajahi berbagai wilayah, sekaligus memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Bagi sebagian anak muda, model perjalanan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengelola biaya selama tinggal di negara lain. 

Pengalaman ini juga dapat memberikan perspektif baru mengenai budaya dan lingkungan kerja internasional.

Perbedaan pilihan destinasi Gen Z dan Milenial memperlihatkan semakin beragamnya tren pariwisata global. 

Asia Tenggara memiliki peluang besar untuk terus menarik wisatawan muda berkat harga kompetitif dan kekayaan pengalaman, sementara negara seperti Australia, Jepang, dan Selandia Baru menawarkan pilihan perjalanan dengan karakter berbeda.

Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di pasar wisata anak muda. Keindahan alam, keragaman budaya, dan pilihan aktivitas dengan beragam tingkat anggaran dapat menjadi modal untuk menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai generasi.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!