ID EN

Persib dan Borneo FC Menggebrak Asia, Dongkrak Ranking Liga Indonesia di Asia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:40

Penulis: Arif S

Persib Bandung melawan Port FC
Persib Bandung melawan Port FC pada laga perdana Grup B ASEAN Club Championship di Stadion Thammasat, Klong Luang, Thailand. . Foto: Antara/HO-Persib Bandung

Sepak Bola Indonesia mendapat dorongan besar dari kiprah Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda di kompetisi antarklub Asia musim 2026/2027. Dua klub papan atas Super League bermain impresif di ajang berbeda. Persib menguasai persaingan grup AFC Champions League Two (ACL Two), sedangkan Borneo FC memastikan tiket Perempat Final AFC Challenge League.

Hasil positif kedua wakil Indonesia tidak hanya memperbesar peluang mereka melangkah ke fase berikutnya. Kemenangan demi kemenangan juga memberikan tambahan poin bagi koefisien kompetisi antarklub Indonesia di tingkat Asia.

Berdasarkan data pembaruan FootyRankings, Indonesia menembus peringkat ke-16 Asia atau posisi kesembilan wilayah timur. Sebelumnya, kompetisi antarklub Liga Indonesia (BRI Super League) sempat terpuruk di peringkat ke-25 Asia pada akhir musim 2024/2025 berdasarkan peringkat AFC.

Pencapaian ini menjadi perkembangan penting bagi sepak bola nasional, terutama dalam persaingan memperoleh posisi lebih baik di kompetisi antarklub AFC pada masa mendatang.

Persib dan Borneo FC menunjukkan, klub Indonesia mampu bersaing di level regional. Namun, perjalanan mereka masih panjang. Konsistensi permainan dan kemampuan menjaga kebugaran pemain akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi fase berikutnya.

Persib Bandung Sempurna di Tiga Laga ACL Two

Persib Bandung menjadi salah satu wakil Indonesia dengan penampilan paling meyakinkan. Di bawah arahan pelatih Igor Tolic, Maung Bandung menyapu bersih tiga pertandingan awal fase grup ACL Two dengan sembilan poin.

Catatan Persib semakin impresif karena mereka mampu mencetak empat gol tanpa sekalipun kebobolan. Keseimbangan antara lini serang dan pertahanan menjadi modal penting dalam perjalanan klub asal Bandung.

Kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory pada akhir Oktober 2026 menjadi salah satu hasil paling menonjol. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Persib menundukkan wakil Australia sekaligus mencatatkan hasil penting bagi Sepak Bola Indonesia.

Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang klub Indonesia untuk menaklukkan wakil Australia di kompetisi Asia. Sebelumnya, klub-klub Tanah Air tidak pernah meraih kemenangan atas tim Negeri Kanguru selama 19 tahun.

Hasil ini memperkuat posisi Persib dalam persaingan grup. Maung Bandung memiliki modal kepercayaan diri untuk melanjutkan perjuangan di ACL Two dan membidik tiket ke fase gugur.

Borneo FC Ukir Prestasi di AFC Challenge League

Borneo FC bertandang ke markas Buriram United pada laga ASEAN Championship 2026/27 di Buriram, Thailand.
Borneo FC bertandang ke markas Buriram United pada laga ASEAN Championship 2026/27 di Buriram, Thailand.
Sumber: Antaranews/Aseanutdfc.com

Persib bukan satu-satunya klub Indonesia yang mencuri perhatian di Asia. Borneo FC Samarinda menunjukkan performa positif melalui kiprahnya di AFC Challenge League.

Tim asuhan Mauro Jerónimo tampil sebagai tuan rumah Grup D di Stadion Segiri, Samarinda. Dukungan publik sendiri menjadi salah satu elemen penting dalam perjalanan Pesut Etam melewati persaingan fase grup.

Borneo FC mengamankan dua kemenangan dan memastikan posisi juara grup. Mereka mengalahkan Yangon United dari Myanmar dengan skor 2-0, kemudian menundukkan Tainan City asal Taiwan dengan skor 3-1.

Hasil itu mengantarkan Pesut Etam ke Perempat Final. Keberhasilan Borneo menjadi pencapaian penting bagi klub asal Kalimantan Timur dalam persaingan antarklub Asia.

Dengan tiket perempat final di tangan, Borneo FC memiliki tantangan lebih besar. Persaingan pada fase gugur akan menuntut konsistensi serta kesiapan tim menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Jadwal Padat Jadi Tantangan Persib dan Borneo FC

Di balik pencapaian di Asia, Persib dan Borneo FC masih harus menghadapi persoalan lain. Kedua klub memiliki agenda kompetisi domestik dan internasional sehingga pembagian tenaga pemain menjadi pekerjaan penting bagi tim pelatih.

Persib dan Borneo FC harus menjaga keseimbangan antara ambisi di kompetisi Asia dan target di Super League. Jadwal Pertandingan yang padat berpotensi menguras kebugaran pemain, terutama bagi mereka yang mendapat menit bermain tinggi.

Kedalaman skuad akan menentukan kemampuan kedua tim menjaga performa. Rotasi pemain perlu dilakukan secara tepat agar kualitas permainan tidak menurun ketika sejumlah pemain utama membutuhkan istirahat.

Bagi Persib, tantangannya mempertahankan dominasi di ACL Two sekaligus menjaga konsistensi di kompetisi domestik. Sementara Borneo FC perlu melanjutkan momentum setelah memastikan tiket perempat final AFC Challenge League.

Kiprah kedua klub Indonesia menjadi gambaran positif bagi sepak bola tanah air di panggung Asia. Persib dan Borneo FC tidak hanya membawa nama klub masing-masing, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan koefisien Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah menjaga hasil positif itu hingga akhir kompetisi. Jika mampu mempertahankan konsistensi, kedua wakil Indonesia berpeluang memberikan pencapaian lebih besar sekaligus memperkuat posisi sepak bola nasional dalam persaingan antarklub Asia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!