ID EN

Veda Ega vs Hakim Danish: Pembalap Malaysia Buru Pole Position Moto3 di Kandang Sendiri 

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:00

Penulis: Arif S

Arsip - Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama
Arsip - Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama (kiri). . Foto: honda.racing

Pembalap AEON Credit-MT Helmets-MSI, Hakim Danish memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya pada Moto3 Malaysia 2026. Tampil sebagai pembalap tuan rumah di Sirkuit Internasional Sepang, rider berusia 19 tahun membidik Pole Position sekaligus ingin memberikan hasil membanggakan di hadapan publik Malaysia.

Pembalap Malaysia itu mengawali akhir pekan dengan menjanjikan. Pada sesi Practice Jumat 30 Oktober, Hakim mencatat waktu 2 menit 11,573 detik untuk menempati posisi keempat. Ia hanya terpaut 0,146 detik dari David Almansa yang menjadi pembalap tercepat.

Hasil itu sekaligus memastikan Hakim mendapatkan tiket langsung ke Kualifikasi Kedua (Q2). Ia tidak perlu melewati Q1 dan bisa langsung berjuang memperebutkan posisi start terbaik bersama para pembalap tercepat lainnya.

Hakim bahkan memperlihatkan perkembangan pada FP2 Sabtu 31 Oktober. Ia menempati posisi keenam dengan catatan waktu 2 menit 11,426 detik, lebih baik dibandingkan hasil Practice sehari sebelumnya.

Pada sesi itu, Hakim berada dua tingkat di depan Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia dari Honda Team Asia finis di posisi kedelapan dengan waktu 2 menit 11,503 detik.

Meski demikian, Hakim belum sepenuhnya puas dengan performa motornya. Persoalan cengkeraman ban, terutama ketika melewati tikungan berkecepatan tinggi, masih menjadi pekerjaan rumah sebelum kualifikasi.

Dalam wawancara dengan Utusan Malaysia pada Sabtu pagi, Hakim secara terbuka menyampaikan ambisinya untuk merebut pole position.

“Untuk petak hadapan, saya cuba menyasarkan untuk mendapatkan pole position (petak pertama). Namun, kalau tiada rezeki, saya akan terus bekerja keras,” ujarnya.

Hakim mengaku mulai menemukan kembali kepercayaan diri setelah sempat kesulitan dalam dua atau tiga seri sebelumnya.

“Hari ini saya sudah mendapat rentak saya semula,” katanya.

Dukungan Publik Jadi Energi Tambahan

Status sebagai pembalap tuan rumah memberikan motivasi tersendiri bagi Hakim. Ia mengaku senang bisa kembali berlomba di depan para pendukung Malaysia, termasuk keluarga yang hadir langsung di Sirkuit Sepang.

Menurut laporan Radio Televisyen Malaysia (RTM), Hakim menyampaikan kegembiraannya bisa menjalani home race. Namun, ia mengingatkan peningkatan kecepatan dan konsistensi masih dibutuhkan untuk menghadapi balapan utama.

“Sudah tentu saya amat gembira dapat kembali beraksi di ‘Home GP’ di depan semua rakyat Malaysia dan keluarga saya. Prestasi dan keserasian dengan jentera semakin baik, cuma saya rasa perlu pertingkatkan lagi rentak perlumbaan (race pace) untuk perlumbaan Ahad nanti,” kata Hakim kepada RTM.

Ia juga menjelaskan masalah grip membuatnya harus menyesuaikan gaya berkendara, terutama ketika memasuki tikungan.

“Dalam latihan tadi saya agak bergelut dengan cengkaman tayar. Saya cuba ubah sedikit gaya tunggangan terutamanya di selekoh untuk membantu mendapatkan lebih cengkaman,” katanya.

Persoalan itu juga menjadi perhatian manajer SIC Racing, Zulfahmi Khairuddin. Menurutnya, tim perlu memperbaiki pengaturan motor, khususnya pada ban belakang, agar Hakim memiliki race pace lebih baik.

Zulfahmi mengapresiasi ketenangan Hakim selama sesi latihan. Namun, ia mengingatkan catatan waktu bagus dalam latihan belum tentu menjamin hasil maksimal saat balapan berlangsung.

Modal Dua Podium pada Musim Debut

Hakim bukan sekadar pembalap muda tuan rumah yang mengandalkan dukungan penonton. Ia sudah memperlihatkan kemampuan bersaing di level dunia pada musim debutnya sebagai pembalap reguler Moto3.

Laporan Bernama dan Utusan Malaysia menyebut Hakim telah mengoleksi dua hasil podium pada musim 2026, termasuk pencapaian di Mugello, Italia, dan Brno, Republik Ceko. Ia juga berhasil meraih kemenangan dalam musim pertamanya di kejuaraan dunia.

Pengalaman itu menjadi modal berharga bagi pembalap asal Terengganu untuk menghadapi tekanan di Sepang. Terlebih, ia berada di peringkat kesembilan Klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 103 poin.

Posisi itu menjadikan GP Malaysia memiliki arti penting bagi Hakim. Tambahan poin di kandang sendiri bisa membantunya memperbaiki posisi klasemen sekaligus menutup musim debut dengan pencapaian lebih baik.

Hakim tidak ingin terlalu terpaku pada target pole position. Ia menyadari persaingan Moto3 sangat ketat dan masih harus bekerja bersama tim untuk menemukan pengaturan motor terbaik.

Kualifikasi menjadi kesempatan berikutnya bagi Hakim untuk membuktikan kecepatannya. Dengan dukungan publik Sepang, tiket langsung ke Q2, serta hasil positif pada FP2, pembalap Malaysia itu memiliki modal untuk bersaing di barisan depan.

Namun, tantangan sesungguhnya baru datang pada balapan Minggu 1 November. Hakim perlu mengubah kecepatan dalam latihan menjadi performa konsisten selama 15 putaran agar ambisinya tampil di podium, bahkan meraih kemenangan di rumah sendiri, bisa terwujud.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!