Evaluasi Tur Eropa: Bulu Tangkis Indonesia Raih Dua Gelar, PBSI Masih Belum Puas
Selasa, 3 November 2026 | 09:00
Penulis: Arif S

Indonesia menutup rangkaian tur bulu tangkis Eropa 2026 dengan hasil cukup menjanjikan. Dua gelar juara dan dua posisi runner-up berhasil dibawa pulang dari Denmark Open, French Open, dan Hylo Open. Namun, PP PBSI masih belum puas dengan pencapaian itu.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengingatkan para pebulu tangkis Indonesia agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, hasil positif di Eropa harus menjadi modal untuk memperbaiki kualitas permainan, bukan alasan untuk mengendurkan persiapan.
"Saya mengapresiasi perjuangan seluruh atlet atas pencapaian tersebut. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama konsistensi permainan, kemampuan mengantisipasi perubahan pola permainan lawan, serta pengambilan keputusan pada poin-poin kritis," ujar Eng Hian dalam keterangannya, Senin.
BACA JUGA
14 Wakil Indonesia Jalani Tur Bulu Tangkis Eropa, Jonatan Christie Jadi Andalan
Hasil HYLO Open 2026: Gagal Pertahankan Juara, Jonatan Christie Harus Puas Jadi Runner-up
Hasil HYLO Open 2026: Tiwi/Fadia Juara Usai Kalahkan Unggulan Pertama
Catatan itu menjadi perhatian karena Indonesia mampu menempatkan wakilnya dalam perebutan gelar pada tiga turnamen berbeda. Namun, keberhasilan mencapai final belum cukup jika para pemain gagal mempertahankan performa ketika menghadapi tekanan dan perubahan strategi lawan.
Sektor ganda menyumbang dua gelar untuk Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi juara Denmark Open 2026, sedangkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengamankan gelar ganda putri Hylo Open.
Sementara itu, dua posisi runner-up diraih Moh. Zaki Ubaidillah di French Open dan Jonatan Christie pada Hylo Open. Hasil itu menunjukkan Indonesia memiliki wakil kompetitif di sektor tunggal maupun ganda.
Pencapaian Fajar/Fikri di Denmark Open juga menjadi salah satu hasil penting dalam rangkaian itu. Turnamen level BWF World Tour Super 750 itu berlangsung pada 13-18 Oktober 2026 di Odense, Denmark.
Setelah itu, para pemain melanjutkan persaingan di French Open Super 750 pada 20-25 Oktober, sebelum menutup tur melalui Hylo Open Super 500 pada 27 Oktober-1 November.
Namun, padatnya agenda kompetisi menjadi tantangan tersendiri. Eng Hian menilai kesiapan fisik dan mental harus diperkuat agar pemain mampu mempertahankan momentum, terutama ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Evaluasi tidak hanya menyangkut teknik pukulan. Kemampuan membaca perubahan permainan lawan dan menentukan pilihan pada poin-poin kritis menjadi aspek penting untuk meningkatkan peluang menang dalam pertandingan ketat.
"Saya berharap para atlet tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih dan terus berusaha meningkatkan kualitas permainan," katanya.
Pesan itu datang ketika kalender BWF World Tour memasuki rangkaian turnamen di Asia. Berdasarkan kalender resmi PBSI, Yeosu Victor Korea Open 2026 berlangsung pada 3-8 November dengan kategori Super 500.
Indonesia mengirimkan 12 wakil untuk bersaing di Korea Open. Turnamen ini menjadi kesempatan berikutnya bagi para pemain untuk menjaga hasil positif sekaligus membuktikan pencapaian di Eropa dapat berlanjut di tengah persaingan internasional.
Setelah Korea Open, agenda berlanjut ke Kumamoto Masters di Jepang pada 10-15 November dan Hong Kong Open pada 17-22 November. Rangkaian itu menggambarkan pengelolaan kondisi fisik dan konsistensi permainan semakin penting.
Eng Hian berharap para pemain mampu menjaga kondisi sekaligus mempertahankan kepercayaan diri setelah melewati tiga turnamen Eropa.
"Saya berharap mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kondisi, dan mempertahankan momentum positif untuk kembali meraih hasil maksimal," kata Eng Hian.
Bagi PBSI, dua gelar dan dua runner-up merupakan bekal berharga. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil itu bukan sekadar keberhasilan sesaat, melainkan bagian dari peningkatan performa Bulu Tangkis Indonesia secara berkelanjutan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!