Evaluasi Tur Eropa: Korea Open 2026 Jadi Ujian Konsistensi Bulu Tangkis Indonesia
Selasa, 3 November 2026 | 10:00
Penulis: Arif S

Keberhasilan membawa pulang dua gelar dan dua posisi runner-up dari tur Eropa menjadi modal berharga bagi Bulu Tangkis Indonesia. Namun, para pemain tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama menikmati hasil itu karena tantangan berikutnya sudah menanti di Korea Open 2026.
Turnamen BWF World Tour Super 500 itu berlangsung di Yeosu, Korea Selatan, pada 3-8 November. Indonesia mengirimkan 12 wakil untuk melanjutkan persaingan setelah melewati Denmark Open, French Open, dan Hylo Open.
Korea Open menjadi ujian penting untuk melihat sejauh mana para pemain mampu mempertahankan performa di tengah jadwal padat kompetisi. Terlebih, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian sebelumnya telah mengingatkan bahwa konsistensi masih menjadi salah satu pekerjaan rumah utama.
BACA JUGA
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Semifinal French Open 2026, Ini Daftar Lawannya
Hasil Denmark Open 2026: Ana/Meilysa dan Devin/Faathir Tersingkir, Leo/Daniel Absen
Denmark Open 2026: Indonesia Turunkan Kekuatan di Lima Sektor, Jonatan Christie Jadi Andalan
Dari tiga turnamen Eropa, Indonesia meraih dua gelar melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Denmark Open dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Hylo Open. Dua hasil final lainnya diraih Moh. Zaki Ubaidillah di French Open dan Jonatan Christie di Hylo Open.
Hasil itu menunjukkan kemampuan wakil Indonesia bersaing di sejumlah sektor. Namun, tantangan berikutnya bukan hanya mencapai babak akhir, melainkan menjaga kualitas permainan ketika menghadapi lawan dengan karakter dan strategi berbeda.
Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed. Pebulu tangkis muda itu baru saja mencapai final French Open 2026 sebelum kalah dari Christo Popov dalam pertandingan tiga gim dengan skor 11-21, 21-14, 13-21.
Ubed kembali menghadapi tantangan di Korea Open. Berdasarkan laporan mengenai persiapan turnamen, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah menjalani rangkaian pertandingan di Eropa. Situasi itu menjadikan pengaturan tenaga dan pemulihan menjadi faktor penting dalam menjaga performanya.
Alwi Farhan juga menjadi andalan Indonesia lainnya di sektor tunggal putra. Ia sebelumnya mencapai perempat final French Open sebelum dihentikan Hu Zhe An dari China dengan skor 19-21, 12-21.
Indonesia juga menurunkan Anthony Sinisuka Ginting untuk memperkuat sektor tunggal putra. Persaingan di sektor ini menjadi salah satu perhatian karena terdapat sejumlah pemain dengan pengalaman dan peringkat tinggi di level internasional.
Secara keseluruhan, Korea Open menawarkan total hadiah 500.000 dolar AS. Selain memperebutkan gelar, para pemain juga memiliki kesempatan mengumpulkan poin peringkat dunia menjelang berakhirnya kalender kompetisi BWF 2026.
Setelah turnamen di Korea Selatan, rangkaian World Tour berlanjut ke Kumamoto Masters di Jepang pada 10-15 November. Berikutnya, Hong Kong Open dijadwalkan berlangsung pada 17-22 November, sebelum Syed Modi International di India pada 24-29 November.
Padatnya agenda sejalan dengan evaluasi Eng Hian. Ia menekankan pentingnya kemampuan pemain mengantisipasi perubahan pola permainan lawan, menjaga kondisi fisik dan mental, serta mengambil keputusan tepat ketika pertandingan memasuki poin-poin kritis.
Bagi Indonesia, Korea Open bukan sekadar kesempatan menambah gelar. Turnamen ini menjadi ujian untuk membuktikan bahwa hasil positif di Eropa dapat diteruskan melalui performa yang lebih stabil.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!