ID EN

Peringatan BMKG, Waspada Gelombang Setinggi 4 Meter di Pantai Selatan Yogyakarta

Minggu, 27 September 2026 | 19:00

Penulis: Respaty Gilang

Ilustrasi ombak tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi.. Foto: Itsme

Bagi wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kondisi laut perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan sebelum berangkat.

Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY pada 28-30 September 2026.

Kondisi tersebut membuat wisatawan perlu lebih berhati-hati, terutama mereka yang ingin berenang, bermain air, memancing, atau melakukan aktivitas lain yang berdekatan dengan garis pantai.

"Wisatawan diimbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan petugas setempat," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.

Gelombang Bisa Mencapai 4 Meter

Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang laut di pantai selatan DIY berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter pada 28 September 2026. Ketinggian tersebut masuk dalam kategori gelombang tinggi.

Sehari setelahnya, kondisi laut diperkirakan sedikit lebih rendah. Pada 29 dan 30 September, tinggi gelombang berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang.

Bagi Traveler, perubahan kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan karena kategori gelombang sedang sekalipun tidak otomatis berarti seluruh aktivitas wisata di tepi laut aman dilakukan.

Wisatawan yang berkunjung ke destinasi pantai selatan Yogyakarta juga disarankan tidak hanya mengandalkan kondisi laut yang terlihat dari daratan. Gelombang dapat datang dengan kekuatan dan pola yang berubah, sehingga mengikuti informasi cuaca serta arahan petugas di lokasi menjadi langkah penting.

Cek Cuaca Sebelum Berangkat

BMKG juga meminta masyarakat untuk rutin memperbarui informasi cuaca, khususnya sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan pesisir.

"BMKG juga mengimbau masyarakat memperbaharui informasi cuaca berkala. Dan bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses ke kanal resmi BMKG," katanya.

Informasi tersebut penting bagi wisatawan yang memiliki agenda perjalanan ke berbagai destinasi pantai di pesisir selatan DIY. Selain menentukan waktu kunjungan, prakiraan cuaca juga dapat membantu traveler menyesuaikan aktivitas selama berada di destinasi.

Kondisi Atmosfer Turut Memengaruhi Cuaca

Stasiun Meteorologi Yogyakarta juga memantau dinamika atmosfer dan kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah Jawa.

Hasil analisis menunjukkan suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia bagian selatan Jawa berada pada kisaran 26-29 derajat Celcius.

"Sehingga potensi ketersediaan massa uap air di atmosfer di bawah kondisi normalnya," katanya.

Sementara itu, indeks ENSO di wilayah NINO 3,4 tercatat sebesar 2,53 derajat Celcius dan masuk kategori El Nino sangat kuat. Fenomena tersebut disebut dapat mengurangi potensi hujan.

Di sisi lain, gelombang atmosfer Rossby ekuatorial terpantau berada di wilayah Jawa.

Kondisi atmosfer tersebut menjadi bagian dari faktor yang dianalisis BMKG dalam melihat perkembangan cuaca di wilayah DIY dan sekitarnya.

Ada Aktivitas Siklon Tropis di Kawasan Regional

Perhatian BMKG juga tertuju pada aktivitas sistem atmosfer di kawasan sekitar Asia Tenggara.

"Terpantau siklon tropis Surigae di Laut Filipina sebelah Timur Filipina dan bibit siklon tropis 92W di wilayah Pesisir Thailand, sehingga pola angin timuran mendominasi di seluruh wilayah Jawa, termasuk DIY," katanya.

Bagi wisatawan, informasi mengenai dinamika atmosfer mungkin terdengar teknis. Namun, dampaknya tetap relevan untuk perjalanan, terutama ketika destinasi yang dituju berada di kawasan pesisir.

Karena itu, sebelum berangkat ke pantai selatan Yogyakarta pada 28-30 September 2026, wisatawan sebaiknya mengecek perkembangan cuaca terbaru, memperhatikan kondisi di lokasi, serta mengikuti arahan petugas.

Saat gelombang tinggi terjadi, menikmati panorama pantai dari area yang aman bisa menjadi pilihan. Tidak semua perjalanan ke pantai harus diisi dengan berenang atau bermain air, terlebih ketika kondisi laut sedang tidak bersahabat.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!