Comeback Spektakuler! AS Balikkan Keadaan dan Juara Presidents Cup 2026
Senin, 28 September 2026 | 16:00
Penulis: Respaty Gilang

Amerika Serikat mencetak comeback spektakuler untuk merebut gelar Presidents Cup 2026 setelah mengalahkan International Team dengan skor 17-13 di Medinah Country Club, Illinois, Minggu, 27 September 2026.
Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena Amerika Serikat memasuki pertandingan singles hari terakhir dalam posisi tertinggal tiga poin. International Team memimpin 10,5-7,5 setelah tiga hari pertandingan.
Namun, situasi berubah total pada hari terakhir. Tim Amerika Serikat tampil dominan dalam 12 pertandingan singles dengan mengamankan 9,5 poin, sementara International Team hanya meraih 2,5 poin. Hasil tersebut membuat AS membalikkan keadaan sekaligus mencatat comeback terbesar pada hari terakhir dalam sejarah Presidents Cup.
BACA JUGA
Kejutan di Presidents Cup 2026, Pegolf Nomor 1 dunia Scottie Scheffler Dicadangkan
Rory McIlroy dan Nelly Korda, Mungkinkah Ada Ryder Cup Campuran Eropa vs Amerika?
Presidents Cup 2026: Wyndham Clark Keluhkan Atmosfer Penonton di Chicago
AS Mengamuk di Singles
Amerika Serikat sebenarnya menghadapi tekanan besar sebelum pertandingan singles dimulai. Mereka membutuhkan sedikitnya delapan poin dari 12 pertandingan untuk memastikan gelar.
Namun, para pemain AS langsung menunjukkan respons kuat.
Cameron Young membuka kemenangan pada sesi singles setelah mengalahkan Ryo Hisatsune. Setelah itu, Justin Thomas, Scottie Scheffler dan Chris Gotterup ikut menyumbangkan poin untuk memperkecil jarak.
Scheffler bahkan menang 2&1 atas Nico Echavarria dalam pertandingan yang turut diwarnai momen sportivitas. Saat seorang penonton mengganggu Echavarria ketika melakukan pukulan, Scheffler menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap tindakan tersebut.
Setelah enam pertandingan pertama selesai, Amerika Serikat telah mengantongi empat kemenangan. Ketertinggalan mereka pun menyusut dari tiga poin menjadi hanya satu poin.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada AS. Collin Morikawa mengalahkan Hideki Matsuyama 1-up, disusul Patrick Cantlay yang menang 2&1 atas Adam Scott. Jackson Koivun kemudian memberikan kemenangan penting setelah bangkit dari posisi tertinggal untuk mengalahkan Si Woo Kim 2-up.
Kemenangan Koivun membuat Amerika Serikat semakin dekat dengan gelar. Kapten AS Brandt Snedeker memberikan pujian khusus kepada Koivun yang baru berusia 21 tahun.
“Anak ini istimewa. Dia berbeda. Untuk pemain berusia 21 tahun bisa berdiri di sana dan melakukan dua pukulan terakhir seperti yang dia lakukan, tidak banyak orang yang mampu melakukannya,” kata Snedeker.
Jacob Bridgeman Jadi Penentu
Poin penentu akhirnya datang dari Jacob Bridgeman, menghadapi Min Woo Lee dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga hole ke-18. Lee melakukan bogey di hole terakhir, sementara Bridgeman berhasil menyelesaikan hole tersebut dengan par.
Hasil itu membuat Bridgeman menang 1-up sekaligus memberikan poin ke-15,5 bagi Amerika Serikat.
Dengan 15,5 poin, AS sudah tidak mungkin lagi dikejar International Team dan resmi memastikan kemenangan Presidents Cup 2026.
Bridgeman menjadi sosok penting dalam kemenangan tersebut karena keberhasilannya menutup pertandingan dengan tenang ketika tekanan berada di titik tertinggi.
Setelah kemenangan dipastikan, masih ada dua pertandingan yang belum selesai. Russell Henley bermain imbang dengan Nick Taylor, sementara Xander Schauffele kemudian menutup hari dengan kemenangan 2&1 atas Ryan Fox.
Skor akhir pun menjadi 17-13 untuk Amerika Serikat.
Gelar ke-11 Beruntun
Kemenangan di Medinah membuat Amerika Serikat memperpanjang dominasi mereka di Presidents Cup.
Ini menjadi gelar ke-11 secara beruntun bagi AS dalam ajang dua tahunan yang mempertemukan tim Amerika Serikat melawan tim Internasional yang terdiri dari pemain-pemain di luar Eropa. Secara keseluruhan, AS kini memiliki catatan 14 kemenangan, satu kekalahan dan satu hasil imbang dalam sejarah Presidents Cup.
Yang membuat kemenangan 2026 semakin istimewa adalah cara mereka mendapatkannya.
International Team sebelumnya tampil lebih baik dalam tiga hari pertandingan beregu dan bahkan menjadi tim Internasional pertama yang membawa keunggulan ke pertandingan singles di Amerika Serikat.
Namun, AS menjawab tekanan tersebut dengan memenangkan 9,5 dari 12 poin singles.
Kapten Amerika Serikat Brandt Snedeker menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kekompakan timnya.
“Itu tidak akan terjadi kecuali Anda memiliki sekelompok pemain yang istimewa, dan kami memilikinya. Saya sangat bangga dengan bagaimana mereka bisa bersatu,” ujar Snedeker.
Dengan kemenangan 17-13 tersebut, Amerika Serikat tidak hanya mempertahankan trofi Presidents Cup, tetapi juga mencatat salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah turnamen.
Di Medinah, AS sempat berada di belakang. Namun, dalam 12 pertandingan terakhir, mereka mengubah seluruh cerita.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!