Rory McIlroy Buka Pintu Bagi Pegolf LIV Kembali ke PGA Tour, Kritik Penggunaan Dana Besar
Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Rory McIlroy membuka pintu bagi para pegolf yang meninggalkan PGA Tour untuk bergabung dengan LIV Golf. Bintang asal Irlandia Utara itu menilai kembalinya sejumlah pegolf papan atas dapat menguntungkan perkembangan dunia golf profesional.
Sikap McIlroy menjadi sorotan mengingat dirinya selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap LIV Golf sejak liga itu muncul pada 2022 dan memecah persaingan golf profesional putra.
Dalam wawancara dengan Bloomberg di New Delhi sebelum tampil pada DP World India Championship, McIlroy menilai LIV tidak lagi menjadi ancaman sebesar sebelumnya bagi tatanan golf tradisional.
BACA JUGA
Jon Rahm Tinggalkan LIV Golf, Jalur Kembali ke PGA Tour Tidak Otomatis Terbuka
Bintang LIV Golf Hadapi Babak Baru, Belum Ada Jalur Khusus Kembali ke PGA Tour
LIV Golf Merespons Kembalinya Brooks Koepka ke PGA Tour, Posisi Liga Makin Terancam?
Ketidakpastian masa depan LIV semakin terlihat setelah sejumlah pemain mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan kiprah mereka.
McIlroy Dukung Pemain LIV Kembali ke PGA Tour
Ketika ditanya apakah dirinya akan memilih untuk menerima kembali para pemain LIV ke PGA Tour, juara enam turnamen major itu memberikan jawaban tegas.
"Ya, saya akan memilih itu.
"Saya rasa ketika air pasang naik, semua perahu ikut terangkat. Dan menurut saya, kembalinya beberapa pemain ini benar-benar akan menguntungkan bagi penyelenggaraan tur."
Pernyataan itu menunjukkan McIlroy kini lebih terbuka terhadap kemungkinan rekonsiliasi. Menurutnya, kembalinya sejumlah pegolf ternama dapat memberikan manfaat bagi penyelenggara tur.
Persaingan lebih kuat dan kehadiran pemain ternama berpotensi menambah daya tarik turnamen dan memperluas kepentingan bisnis golf profesional.
Meski demikian, proses kepulangan pemain tetap bergantung pada kebijakan masing-masing tur.
McIlroy Kritik Pengelolaan Dana LIV
LIV berpeluang mendapatkan pendanaan sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar 226 juta poundsterling dari BC Partners Credit.
Namun, dukungan finansial itu belum menghilangkan ketidakpastian mengenai masa depan liga.
Sebelumnya, LIV didanai Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi sebelum lembaga itu menarik dukungannya tahun ini.
McIlroy menilai modal besar itu seharusnya dapat digunakan untuk mengembangkan olahraga secara lebih luas.
"LIV mungkin memiliki setengah dari ide bagus yang pelaksanaannya sangat buruk," kata McIlroy kepada Bloomberg.
"Mereka punya banyak modal, tetapi menurut saya sebagian besar modal itu terbuang sia-sia dalam beberapa hal. Saya rasa mereka bisa menggunakannya dengan strategi jauh lebih baik dan menjalin kemitraan dengan beberapa badan pengatur olahraga ini.
"Mereka tentu bisa melakukan hal-hal lebih baik dengan uang itu, daripada sekadar memperkaya para pegolf profesional yang sebelumnya sudah menghasilkan banyak uang."
McIlroy menyoroti semakin banyak pemain dikabarkan tidak ingin kembali bergabung dengan LIV untuk musim berikutnya. Situasi itu, memperberat upaya liga mempertahankan kelangsungan bisnisnya.
"Sepertinya setiap hari ada pemain lain yang sebelumnya tampil di LIV mengatakan mereka tidak akan bergabung kembali dengan LIV 2.0.
"Jadi, menurut saya, akan sangat sulit bagi mereka untuk keluar dari proses kebangkrutan Chapter 11 ini dan melanjutkan bisnisnya.
"Jika mereka berhasil melakukannya, LIV tidak akan menjadi ancaman bagi tatanan tradisional olahraga ini seperti yang mungkin pernah terjadi sebelumnya."
McIlroy dan Tiger Woods Pernah Khawatir Golf Terpecah
Ketika LIV Golf muncul pada 2022, McIlroy mengambil sikap menentang. Ia merasa perubahan lanskap golf profesional dapat merusak persatuan olahraga yang selama ini dibangun melalui berbagai tur dan kejuaraan.
Ia mengatakan Tiger Woods, juara 15 turnamen major, juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Keduanya merasa memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan apabila persaingan golf terpecah menjadi kubu berbeda.
"Kami berdua merasa ini tidak baik untuk Olahraga Golf dan akan memecah belah olahraga ini," tambahnya.
Namun, McIlroy mengakui masing-masing pihak memiliki kepentingan. Pada saat LIV berkembang, ia dan sejumlah pihak tengah mempersiapkan TGL atau Tomorrow's Golf League, kompetisi yang mensyaratkan pemain berstatus anggota PGA Tour.
"Tetapi, semua orang yang terlibat dalam olahraga ini juga punya kepentingan sendiri. Kami saat itu akan meluncurkan TGL (Tomorrow's Golf League), dan kami berpikir LIV bisa mengambil sesuatu dari TGL, yang memang terjadi karena beberapa pemain bergabung dengan LIV, sementara untuk bermain di TGL, Anda harus menjadi anggota PGA Tour."
Perselisihan Merenggangkan Hubungan Pertemanan
Dampak perpecahan golf juga dirasakan McIlroy di luar lapangan. Ia mengakui tidak lagi sedekat dahulu dengan sejumlah pegolf yang pernah menjadi rekan setimnya di Ryder Cup bersama Eropa.
"Ya, tentu saja ada pegolf yang pernah bermain bersama saya di tim Ryder Cup Eropa, tetapi sekarang saya tidak sedekat dulu dengan mereka.
"Kami memiliki perbedaan pandangan tentang masa depan golf, tetapi saya tidak berpikir hal itu seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan persahabatan. Namun, kami juga tidak lagi bertemu satu sama lain.
"Mereka tidak bermain di turnamen yang sama, tidak memenuhi syarat untuk tampil di Ryder Cup, dan tidak lolos ke kejuaraan-kejuaraan major.
"Ketika Anda tidak lagi berada di tempat sama dengan mereka, hubungan pun perlahan merenggang."
Perbedaan jadwal dan aturan kelayakan turnamen ikut mengubah hubungan antarpemain di tengah persaingan dua kubu.
Kesediaan McIlroy mendukung kembalinya pemain LIV membuka ruang bagi kemungkinan hubungan lebih baik.
Namun, masa depan rekonsiliasi tetap bergantung pada keputusan pemain, aturan keanggotaan, serta perkembangan bisnis LIV Golf.***
.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!