LIV Golf Terancam Kehilangan Lebih Banyak Pemain, Graeme McDowell Resmi Mundur
Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30
Penulis: Arif S

LIV Golf kembali kehilangan pemain berpengalaman. Graeme McDowell, juara US Open 2010 asal Irlandia Utara, memutuskan tidak melanjutkan kiprahnya di LIV Golf 2.0, format baru kompetisi yang direncanakan mulai bergulir pada 2027.
McDowell mengumumkan keputusannya pada Senin. Pegolf berusia 47 tahun itu menjadi nama terbaru yang memilih meninggalkan liga golf, di tengah ketidakpastian pendanaan dan belum jelasnya masa depan kompetisi.
Kepergian McDowell menambah daftar pemain ternama yang tidak melanjutkan kiprah mereka di LIV Golf. Sebelumnya, juara major Jon Rahm dan Louis Oosthuizen juga telah mengonfirmasi kepergian mereka. Pegolf Irlandia Utara lainnya, Tom McKibbin, bahkan memilih keluar untuk kembali berkompetisi di DP World Tour.
BACA JUGA
LIV Golf Dikejar Waktu, Restrukturisasi Diharapkan Selesai Awal 2027
Jon Rahm Rela Lepas Klaim 100 Juta Dolar AS Demi Keluar dari LIV Golf
Jakarta Jadi Ajang Pembuktian Comeback Pegolf Anthony Kim
Dari Inggris, Tyrrell Hatton dan Ian Poulter juga telah meninggalkan kompetisi. Gelombang kepergian ini menjadi tantangan besar bagi LIV Golf saat berusaha mempertahankan daya tariknya menjelang perubahan format pada 2027.
McDowell Memilih Menatap Babak Baru
McDowell bergabung dengan LIV Golf sejak liga memulai debutnya pada 2022 sebagai proyek golf bernilai besar yang didukung Arab Saudi. Sebelum bergabung, ia telah membangun reputasi sebagai salah satu pegolf berpengalaman dengan prestasi di panggung internasional.
Pencapaian terbesarnya adalah menjuarai US Open pada 2010. Ia juga mengoleksi 11 gelar DP World Tour dan empat kali memperkuat tim Eropa di Ryder Cup.
Selama berkompetisi di LIV Golf, hasil terbaik McDowell adalah finis bersama di posisi kedua pada turnamen di Virginia pada Juni 2025. Kini, ia memilih tidak melanjutkan perjalanan bersama LIV Golf 2.0 dan membuka peluang untuk menentukan arah karier berikutnya.
"Saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan ke LIV 2.0," ujar McDowell.
"Saya bersyukur atas kesempatan yang saya dapatkan selama empat tahun terakhir dan ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut."
"Saya menantikan babak berikutnya dalam karier saya."
Pernyataan itu menandai berakhirnya kiprah McDowell di LIV Golf setelah empat tahun. Meski belum mengumumkan secara resmi rencana kompetisi berikutnya, ia sebelumnya telah membuka peluang untuk kembali tampil di DP World Tour.
Peluang Kembali ke DP World Tour
Pada awal 2026, McDowell mengatakan kepada BBC Sport NI bahwa ia telah melakukan pembicaraan yang "sangat positif" mengenai kemungkinan kembali ke DP World Tour pada musim berikutnya. Ia juga mengaku beruntung masih memiliki pilihan tersebut.
Peluang itu menjadi salah satu jalur McDowell setelah meninggalkan LIV Golf. Dengan pengalaman panjang di DP World Tour, ia memiliki rekam jejak kuat dalam kompetisi itu.
Kepindahan McDowell berlangsung ketika sejumlah pemain mulai menentukan masa depan mereka di luar LIV Golf. Keputusan Tom McKibbin untuk kembali ke DP World Tour menjadi contoh lain kompetisi di luar LIV masih menjadi pilihan bagi pegolf yang ingin melanjutkan karier di level tertinggi.
Namun, kepastian mengenai jadwal dan status McDowell untuk musim depan masih bergantung pada perkembangan selanjutnya. Pembicaraan positif yang pernah ia sampaikan belum dengan sendirinya berarti kepindahannya telah resmi diselesaikan.
Pendanaan Arab Saudi Jadi Persoalan Utama LIV Golf
Di balik kepergian sejumlah pemain, LIV Golf juga menghadapi persoalan finansial serius. Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi menghentikan dukungannya terhadap liga pada April 2026 setelah menggelontorkan dana lebih dari 5 miliar dolar AS.
LIV Golf kemudian mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat pada bulan berikutnya. Langkah itu menambah ketidakpastian mengenai kemampuan kompetisi untuk mempertahankan operasionalnya dalam jangka panjang.
LIV Golf masih berusaha melanjutkan proyeknya melalui LIV 2.0. Liga itu telah mengamankan potensi pendanaan sebesar 300 juta dolar AS dari BC Partners Credit untuk mendukung kelanjutan kompetisi.
Meski demikian, belum banyak pemain secara terbuka menyatakan komitmen untuk mengikuti format baru. Kepergian nama-nama besar seperti McDowell, Rahm, dan Oosthuizen semakin menyoroti tantangan LIV Golf dalam mempertahankan para pemainnya.
LIV Golf sebelumnya hadir dengan tawaran finansial besar untuk menarik pegolf papan atas dari sirkuit tradisional. Kini, setelah dukungan utama dari PIF dihentikan, kompetisi harus membuktikan model bisnisnya masih mampu bertahan dan menarik minat pemain.
Masa Depan LIV Golf 2.0 Masih Belum Pasti
Keputusan McDowell menunjukkan perubahan LIV Golf tidak hanya menyangkut format turnamen, tetapi juga masa depan para pegolf yang selama ini menjadi bagian dari liga.
Bagi McDowell, langkah berikutnya adalah mencari peluang untuk melanjutkan karier setelah meninggalkan kompetisi yang telah diikutinya sejak 2022. Sementara itu, LIV Golf harus bekerja lebih keras meyakinkan pemain dan mempertahankan keberlangsungan proyeknya menjelang 2027.
Dengan pendanaan yang belum sepenuhnya pasti dan sejumlah pemain ternama memilih pergi, LIV Golf 2.0 menghadapi tantangan besar sebelum musim barunya dimulai. Keberhasilan mendapatkan dukungan finansial dan mengamankan komitmen pemain akan menjadi faktor Utama untuk menentukan masa depan liga.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!