ID EN

LIV Golf Dikejar Waktu, Restrukturisasi Diharapkan Selesai Awal 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:35

Penulis: Arif S

Ilustrasi - Turnamen golf
Ilustrasi - Turnamen golf.. Foto: Envato

LIV Golf berharap proses restrukturisasi dapat diselesaikan pada awal 2027. Selama proses ini, kontrak pemain telah dilepaskan melalui mekanisme kepailitan, sehingga mereka tidak lagi berkewajiban untuk tetap menjadi bagian dari LIV Golf pada masa mendatang.

Masa depan LIV Golf menjadi tidak menentu setelah Arab Saudi menarik dukungan pendanaan bernilai miliaran dolar.

Pada September, LIV mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Amerika Serikat sebagai bagian dari proses restrukturisasi yang diawasi pengadilan.

Dalam sidang Rabu, pengadilan menolak 19 kontrak pemain, termasuk kontrak Bryson DeChambeau dan Dustin Johnson. 

Keputusan itu sebelumnya sempat ditunda pada sidang pekan lalu karena para pemain menginginkan kepastian pelepasan kontrak.

Sejak diluncurkan pada 2021, LIV Golf telah merekrut sejumlah nama besar dalam Olahraga Golf dunia. Namun, di tengah krisis pendanaan, LIV memiliki kewajiban pembayaran kepada para pemainnya sedikitnya 45 juta dolar AS atau sekitar 33 juta pound sterling.

Dengan situasi itu, pembentukan LIV 2.0 bergantung pada keberhasilan menyusun ulang struktur organisasi, mengamankan pendanaan, dan memperoleh komitmen pemain untuk musim mendatang.

Patrick Reed dan Rory McIlroy Soroti Sikap DP World Tour

Di tengah ketidakpastian LIV Golf, sejumlah pemain menyampaikan pandangan mengenai hubungan antara liga dan tur golf tradisional.

Patrick Reed, pemimpin klasemen sementara Race to Dubai yang meninggalkan LIV Golf pada Januari, mengatakan dirinya diterima dengan baik setelah kembali berkompetisi di DP World Tour.

"Sepanjang tahun ini, bermain penuh hanya di tur ini merupakan sesuatu yang sangat saya nikmati. Saya merasa para pemain juga senang dengan kehadiran saya dan melihat saya kembali bermain," ujar Reed dikutip dari BBC.

"Saya tidak merasakan perbedaan apa pun. Saya merasa para pemain telah menerima saya sejak hari pertama."

Reed mengakui sebagian pemain mungkin keberatan jika mantan pemain LIV hanya kembali untuk mengikuti turnamen besar. Namun, ia menilai pengalamannya berbeda karena berpartisipasi dalam berbagai jenis turnamen.

"Saya bisa memahami mengapa beberapa pemain merasa keberatan jika ada pemain yang datang hanya untuk mengikuti turnamen-turnamen besar."

"Saya kembali dan bermain di semua ajang, mulai dari turnamen besar, turnamen kecil, hingga turnamen menengah. Saya merasa perlakuan yang saya terima tidak berbeda."

Sementara itu, juara enam kali turnamen major, Rory McIlroy, menilai LIV Golf sedang berada dalam kondisi sangat tidak menentu. Menurutnya, DP World Tour telah memberikan banyak kelonggaran kepada pemain yang ingin meninggalkan LIV.

"DP World Tour sepenuhnya berhak mengubah aturan dan regulasinya," kata McIlroy dalam konferensi pers menjelang dimulainya DP World India Championship.

"Ini merupakan cara untuk melindungi bisnis mereka dan membuat tur ini sekuat mungkin."

Pada Selasa, McIlroy mengatakan kepada Bloomberg, dirinya memilih untuk mengizinkan pemain yang meninggalkan LIV Golf kembali ke PGA Tour. 

Ia menilai liga pecahan itu tidak lagi menjadi ancaman bagi tur golf tradisional seperti sebelumnya.

Dengan tenggat akhir Oktober semakin dekat, LIV Golf menghadapi dua tantangan sekaligus. Selain memastikan restrukturisasi berjalan sesuai rencana, mereke juga harus mempertahankan jumlah pemain untuk menjalankan liga.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!