Kimi Antonelli Juara Dunia F1: Lando Norris dan Lewis Hamilton Beri Pujian
Selasa, 3 November 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Andrea Kimi Antonelli menjalani musim luar biasa di Formula 1 2026. Pembalap Mercedes bukan hanya berhasil merebut gelar juara dunia pada musim keduanya, tetapi juga tampil begitu dominan hingga membuat para rivalnya kesulitan menyembunyikan kekaguman.
Salah satu pujian paling menarik datang dari Lando Norris. Juara Dunia F1 2025 yang kini memperkuat McLaren menilai pencapaian Antonelli jauh melampaui ekspektasi, terutama karena usianya masih sangat muda dan pengalamannya di ajang balap paling bergengsi relatif terbatas.
"Saya berharap setiap orang memberinya pujian yang pantas atas apa yang dicapainya musim ini karena dia membuat semua pembalap terlihat konyol. Saya pikir apa yang diraihnya menakjubkan," ujar Norris, di laman Formula 1.
BACA JUGA
Kimi Antonelli Juara Dunia: Akhiri Penantian 73 Tahun Italia di Panggung Formula 1
9 Kemenangan Menjadi Kunci Kimi Antonelli Juara Dunia F1
Piala Asia 2027 Ditunda: Konflik Timur Tengah Geser Jadwal Turnamen, Arab Saudi Tetap Tuan Rumah
Pujian itu bukan tanpa alasan. Antonelli mengunci gelar juara dunia F1 2026 setelah finis ketiga dalam GP Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin 2 November dini hari WIB.
Hasil itu memastikan pembalap Italia tidak mungkin lagi dikejar para pesaingnya meski musim masih menyisakan empat seri.
Antonelli mengumpulkan 380 poin dari 19 balapan. Dia unggul 119 poin atas Max Verstappen yang menempati posisi kedua dengan 261 poin.
Dengan maksimal 100 poin masih tersedia dari empat seri tersisa, gelar juara dunia sudah berada dalam genggaman pembalap Mercedes.
Dominasi Antonelli juga terlihat dari jumlah kemenangan. Ia telah mengantongi sembilan kemenangan sepanjang musim 2026, sebuah pencapaian luar biasa bagi pembalap di musim keduanya di Formula 1.
Norris menilai Antonelli pantas mendapatkan gelar juara itu. Bukan hanya karena kecepatannya, tetapi juga kemampuannya menjaga performa dalam persaingan melawan para pembalap berpengalaman.
"Dia baru 20 tahun, luar biasa. Saya amat sangat bahagia untuknya. Saya senang sekali gelar saya musim lalu menjadi miliknya. Dia layak untuk itu," kata Norris.
Gelar juara sekaligus mengantarkan Antonelli mencatatkan sejarah baru di Formula 1. Pada usia 20 tahun 68 hari, ia menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah, mematahkan rekor Sebastian Vettel, meraih gelar pertamanya di usia 23 tahun 133 hari.
Antonelli juga menjadi pembalap Italia ketiga yang berhasil menjadi juara dunia F1. Sebelumnya, Giuseppe Farina meraih gelar pada 1950, sedangkan Alberto Ascari menjadi juara pada 1952 dan 1953.
Pencapaian itu menjadikan Antonelli semakin istimewa. Ia datang ke Formula 1 dengan ekspektasi besar setelah Mercedes memilihnya untuk menggantikan Lewis Hamilton.
Kini, pembalap muda itu membawa pulang gelar yang pernah diraih pendahulunya.
Hamilton, yang kini membela Ferrari, juga memberikan apresiasi. Juara dunia tujuh kali itu bahkan berada satu podium bersama Antonelli di Meksiko.
Hamilton finis kedua, di belakang Max Verstappen, pemenang balapan, sementara Antonelli mengamankan posisi ketiga sekaligus gelar juara dunia.
"Seingat saya, itu salah satu momen paling spesial yang pernah saya alami di sini," kata Hamilton.
Momen itu menjadi salah satu gambaran besarnya pencapaian Antonelli. Ia berdiri di podium bersama dua pembalap dengan rekam jejak luar biasa, tetapi musim ini menjadi miliknya.
Bagi Mercedes, keberhasilan Antonelli menandai lahirnya era baru setelah kepergian Hamilton. Sementara bagi para rival, dominasi pembalap berusia 20 tahun itu menjadi tantangan besar untuk musim berikutnya.
Empat seri tersisa di Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi memang tidak lagi menentukan gelar juara dunia pembalap. Namun, Antonelli masih memiliki kesempatan menambah kemenangan sekaligus mempertegas musim penuh pujian dari para pesaingnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!