ID EN

BBTE 2026 Perkuat Pariwisata Jateng Lewat Kolaborasi Industri dan Promosi Destinasi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:42

Penulis: Arif S

Candi Borobudur
Pengunjung Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.. Foto: Antara/Heru Suyitno.

Borobudur & Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat jejaring bisnis sekaligus memperluas promosi Destinasi Wisata di Jawa Tengah. Melalui pertemuan langsung pelaku Industri Pariwisata dengan calon mitra bisnis, kegiatan ini membuka peluang kerja sama baru bagi pengelola destinasi, hotel, desa wisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung konsep Business to Business (B2B) Tourism Marketplace, BBTE 2026 mempertemukan pelaku usaha pariwisata dengan travel agent, tour operator, perusahaan pengelola destinasi, pembeli korporasi, serta industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Ketua Panitia BBTE 2026 Sugeng Sugiantoro mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan bisnis yang produktif. Para peserta tidak hanya berkesempatan memperkenalkan produk dan destinasi unggulan, tetapi juga membangun komunikasi dengan calon mitra yang berpotensi mendatangkan kerja sama nyata.

Salah satu mekanisme yang digunakan adalah Pre-Scheduled Appointment (PSA), sistem penjadwalan pertemuan bisnis antara buyer dengan seller. Melalui sistem ini, komunikasi diharapkan berlangsung lebih terarah dan efektif sehingga peluang kerja sama dapat dikembangkan setelah acara berakhir.

"Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh mitra industri yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap BBTE 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan industri pariwisata di Magelang serta Jawa Tengah," ujarnya.

Perkuat Promosi Wisata Borobudur dan Magelang

Kawasan Borobudur dan Magelang memiliki potensi berkembang sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi kegiatan MICE. Namun, potensi itu membutuhkan dukungan akses pasar, jaringan distribusi, dan kolaborasi berkelanjutan agar dapat menjangkau lebih banyak wisatawan.

BBTE 2026 berupaya menjembatani kebutuhan itu melalui pertemuan antara pengelola destinasi dengan pelaku industri yang memiliki jaringan pemasaran lebih luas. Kehadiran paviliun daerah diharapkan memberi kesempatan bagi pelaku usaha wisata lokal untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada calon mitra.

Selain mempertemukan pelaku bisnis, penyelenggara turut menghadirkan 11 stan UMKM dari Kabupaten dan Kota Magelang. Kehadiran usaha lokal ini memperluas ruang promosi produk daerah sekaligus membuka peluang agar manfaat kegiatan pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dengan demikian, BBTE 2026 tidak hanya fokus pada transaksi bisnis antarpelaku industri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada jaringan pasar lebih luas.

Rangkaian BBTE 2026 Berlangsung hingga 28 Oktober

Rangkaian BBTE 2026 dimulai pada 25 Oktober melalui registrasi peserta dan Buyer Networking Dinner yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Magelang di Restoran Manohara Borobudur.

Pada 26 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan, pertemuan bisnis, serta welcome dinner di Puri Asri Hotel & Resort. Agenda bisnis berlanjut pada 27 Oktober dan ditutup dengan Farewell Dinner di Pendopo Pengabdian, Kota Magelang, dengan dukungan Pemerintah Kota Magelang.

Rangkaian itu kemudian dilengkapi dengan Buyer Post-Tour pada 28 Oktober 2026. Para buyer dijadwalkan mengunjungi kawasan Candi Borobudur, menikmati makan siang di Nalendro Cafe Borobudur, serta mengenal potensi wisata dan produk lokal Magelang.

Kunjungan langsung ini menjadi bagian penting dari promosi destinasi. Dengan melihat kondisi dan daya tarik wisata secara langsung, para buyer diharapkan memperoleh gambaran lebih utuh untuk menyusun paket perjalanan sesuai kebutuhan pasar.

Pengalaman itu membuka kesempatan bagi destinasi dan pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam jaringan pemasaran yang dimiliki agen perjalanan maupun operator tur.

BBTE 2026 Dorong Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Pertemuan bisnis, promosi destinasi, dan Kunjungan Wisata menjadi tiga unsur saling melengkapi dalam BBTE 2026. Pertemuan B2B membuka peluang kemitraan, sementara pengenalan destinasi membantu buyer memahami potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi produk perjalanan.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan ikut menggerakkan berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, atraksi wisata, hingga UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pengelola destinasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat ekonomi.

Melalui BBTE 2026, Magelang dan kawasan Borobudur mendapat kesempatan untuk memperkuat posisi sebagai tujuan wisata sekaligus ruang pertemuan bisnis pariwisata. Keberlanjutan kerja sama yang terbangun diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata daerah.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!