ID EN

Persib Garang di Asia, Bung Ropan Heran dengan Performa di Super League

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14

Penulis: Rojes Saragih

Persib Garang di Asia
Persib Garang di Asia, Bung Ropan Heran dengan Performa di Super League. Foto: ITSMe

Persib Bandung kembali menunjukkan kualitasnya di panggung Asia setelah menaklukkan Melbourne Victory dengan skor 2-0 pada pertandingan ketiga Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026).

Namun, performa impresif Maung Bandung justru memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi mereka di kompetisi domestik.

Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Bung Ropan, menilai permainan Persib saat menghadapi wakil Australia tersebut sangat bagus. Menurutnya, perpindahan bola antarpemain berjalan efektif, distribusi bola Thom Haye semakin terlihat, dan organisasi permainan tim asuhan Igor Tolic tampil lebih meyakinkan.

“Persib bermain sangat bagus. Perpindahan bolanya bagus, Thom Haye bisa melakukan crossing-crossing jauh. Saya tidak tahu apakah Persib memang fokus di ACL Two atau bagaimana,” ujar Ropan dalam pembahasan di podcast ITSMe.

Pertanyaan tersebut muncul karena penampilan Persib di kompetisi Asia dinilai berbeda dengan performa mereka di Super League. Di liga domestik, Persib masih mengalami inkonsistensi, termasuk kekalahan dari Madura United dan hasil imbang melawan Dewa United.

Sebaliknya, Persib menyapu bersih tiga pertandingan Grup E ACL Two. Setelah mengalahkan FC Seoul 1-0 dan The Cong-Viettel FC 1-0, Persib membungkam Melbourne Victory 2-0. Artinya, Maung Bandung telah mencetak empat gol tanpa sekali pun kebobolan.

Bagi Ropan, catatan tersebut menunjukkan Persib mampu tampil disiplin ketika menghadapi klub-klub dari negara dengan kompetisi sepak bola yang kompetitif.

Formasi 3-5-2 dan Kesabaran Igor Tolic

Pengamat Sepak Bola Kesit Budi Handoyo juga menyoroti keputusan Igor Tolic yang menggunakan formasi 3-5-2. Menurutnya, pendekatan tersebut menarik karena Persib sebelumnya lebih sering terlihat menggunakan skema tiga penyerang atau formasi empat bek.

Persib tidak bermain frontal dan terburu-buru. Pada babak pertama, mereka tampil hati-hati, membaca permainan lawan, serta menjaga keseimbangan antarlini. Setelah jeda, permainan menjadi lebih efektif dan peluang berhasil dikonversi menjadi gol.

Keputusan menempatkan Adam Alis sebagai starter juga dinilai tepat. Bersama Gakuto Notsuda, ia membantu meredam pergerakan gelandang Melbourne Victory sehingga suplai bola kepada para penyerang lawan tidak berjalan optimal.

Di lini belakang, Persib tampil disiplin dalam menjaga wilayah dan mengawal pemain lawan. Penampilan penjaga gawang Fitrah Maulana turut membantu mempertahankan gawang tetap bersih.

Balsa Sekulic Jadi Pembeda

Keputusan memainkan Balsa Sekulic sebagai starter terbukti efektif. Penyerang asal Montenegro tersebut mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-47 dan ke-67. Sementara itu, Mariano Peralta, yang memiliki reputasi sebagai pemain berkualitas, menjadi opsi dari bangku cadangan.

Persib juga masih memiliki sejumlah alternatif untuk menambah daya gedor, seperti Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra.

Meski demikian, Ropan mengingatkan bahwa tantangan berikutnya tidak akan mudah. Persib akan kembali menghadapi Melbourne Victory di Australia pada 4 November 2026. Tuan rumah diperkirakan berusaha bangkit setelah kalah di Bandung.

“Di liga domestik, semua klub ingin mengalahkan Persib karena itu menjadi kebanggaan,” menjadi salah satu poin penting yang disoroti dalam pembahasan tersebut.

Menurut Ropan, Persib harus mempertahankan kedisiplinan, ketenangan, dan efektivitas permainan seperti saat menghadapi Melbourne Victory. Tambahan poin di Australia akan memperbesar peluang Maung Bandung mengamankan tiket ke Babak 16 Besar ACL Two.

Analisis ini dibahas dalam podcast ITSMe di Sentul, Bogor, 29/10/2026 bersama Ronny Pangemanan dan Kesit Budi Handoyo, dipandu Gilang Respaty dan Pudila.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!