Kontroversi Kylian Mbappe: Industri Sepak Bola Kena Imbas, Siaran La Liga Ditangguhkan di China
Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:35
Penulis: Arif S

Kontroversi Kylian Mbappé di China merembet ke industri Sepak Bola Spanyol. China Media Group, perusahaan media milik negara sekaligus induk stasiun televisi CCTV, dilaporkan menangguhkan penayangan pertandingan La Liga setelah video Mbappé membahas meme Mao Zedong memicu reaksi keras.
Keputusan itu memperluas dampak persoalan, dari komentar seorang pemain hingga hubungan komersial La Liga dengan China. Negara itu merupakan salah satu pasar penting bagi kompetisi Sepak Bola Eropa, termasuk Liga Spanyol.
Video beredar menanpilkan wawancara Mbappé dalam program The Bridge, membahas meme berupa gambar wajahnya ditempelkan pada sosok tokoh berpengaruh di China. Dalam pembicaraan itu, ia menyebut tokoh itu sebagai “diktator China”. Sosok itu merujuk pada Mao Zedong, pemimpin revolusioner sekaligus pendiri Republik Rakyat China.
BACA JUGA
Kontroversi Kylian Mbappe: Candaan Meme Mao Zedong Picu Kemarahan Publik China
Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Tersangka Diduga Kendalikan Jaringan dari Penjara
Barcelona Era Flick Ukir Sejarah Baru di Liga Spanyol, Samai Rekor 82 Tahun Silam
Mao menempati posisi penting dalam sejarah dan identitas nasional China. Karena itu, candaan mengenai sosoknya memicu reaksi negatif dari sejumlah pihak di negara itu.
Siaran La Liga Ikut Terdampak
Laporan media internasional menyebut China Media Group menghentikan siaran pertandingan La Liga serta menghapus iklan bergambar Mbappé.
Langkah ini memunculkan kekhawatiran kontroversi seorang pemain bisa mengganggu hubungan bisnis antara kompetisi sepak bola Spanyol dan mitra di China.
Bagi La Liga, China memiliki arti strategis berkat besarnya jangkauan penonton dan peluang komersial dari distribusi pertandingan.
Penangguhan siaran berpotensi membatasi akses penggemar terhadap kompetisi La Liga. Namun, dampak finansial secara keseluruhan belum diumumkan.
Real Madrid juga berkepentingan menjaga hubungan dengan penggemar dan mitra komersial di China. Sebagai salah satu pemain paling terkenal di dunia, Mbappé memiliki nilai pemasaran besar. Kontroversi tentang dirinya berpotensi memengaruhi citra klub dan kompetisi tempatnya bermain.
Meski demikian, belum tersedia angka resmi mengenai potensi kerugian hak siar atau besarnya dampak finansial bagi La Liga dan klub-klub peserta.
Javier Tebas Berupaya Menjaga Hubungan dengan China
Presiden La Liga Javier Tebas turut merespons situasi. Ia mengungkapkan telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, guna membahas dampak kontroversi sekaligus mencari jalan penyelesaian.
Tebas menegaskan komitmen La Liga untuk mempertahankan kemitraan dengan China, termasuk kerja sama strategis bersama China Media Group. Ia juga menekankan persoalan seorang individu semestinya tidak merusak kemajuan hubungan kedua pihak atau memengaruhi jutaan penggemar Sepak Bola China.
“Komitmen kami adalah terus bekerja sama agar insiden seorang individu tidak merusak kemajuan penting yang telah dicapai maupun memengaruhi jutaan penggemar China yang mengikuti kompetisi kami. China adalah dan akan tetap menjadi mitra strategis bagi La Liga,” kata Tebas dalam pernyataan dikutip Channel NewsAsia.
Sementara itu, Mbappé telah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya. Pemerintah China menanggapi permintaan maaf Mbappe dengan serius. Namun, permintaan maaf itu belum serta-merta mengakhiri seluruh dampak kontroversi.
Ujian Reputasi Bagi Sepak Bola Spanyol
Kasus ini menunjukkan risiko reputasi dalam sepak bola modern tidak hanya menyangkut pemain atau klub.
Ketika seorang bintang memiliki nilai komersial besar, kontroversi tentang dirinya dapat merembet ke sponsor, penyiar, hingga hubungan bisnis kompetisi secara lebih luas.
Bagi La Liga, tantangannya memulihkan kepercayaan mitra di China tanpa mengabaikan dampak insiden itu. Langkah diplomasi Tebas menjadi bagian dari upaya mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pasar China.
Belum ada kepastian mengenai waktu penayangan La Liga di China kembali normal.
Kontroversi Mbappé menjadi pengingat, pengelolaan reputasi dan pemahaman terhadap sensitivitas budaya merupakan bagian penting dari bisnis Sepak Bola Internasional.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!