Tren Wisata Gen Z: Video Pendek TikTok dan Instagram Mempengaruhi Pilihan Destinasi
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Sebuah video pendek dapat mengubah tempat yang sebelumnya tidak dikenal menjadi tujuan liburan. Dalam hitungan detik, pemandangan pantai, kawasan kuliner, Desa Wisata, atau suasana kota bisa menarik perhatian pengguna media sosial dan memunculkan keinginan untuk datang langsung.
Kebiasaan ini semakin lekat dengan Generasi Z atau Gen Z. TikTok dan Instagram kini tidak hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga sumber inspirasi untuk menemukan Destinasi Wisata dan aktivitas selama perjalanan.
Format video pendek memiliki daya tarik tersendiri. Calon wisatawan dapat melihat gambaran suasana sebuah tempat, mencicipi pengalaman kuliner melalui layar, atau mengikuti perjalanan seseorang tanpa harus membaca informasi panjang.
BACA JUGA
Tren Wisata Gen Z: AI Jadi Asisten Perjalanan, Bantu Cari Destinasi hingga Susun Itinerary
Tren Wisata Gen Z: Media Sosial dan AI Ubah Cara Gen Z Memilih Destinasi
Kota Favorit Gen Z: Asia Tenggara Jadi Favorit Wisatawan Muda, Indonesia Masuk Daftar
Riset TUI Musement yang dipublikasikan pada Agustus 2026 menunjukkan kuatnya pengaruh konten TikTok. Survei di Spanyol, Italia, dan Inggris menemukan TikTok menjadi sumber inspirasi perjalanan utama bagi 48 persen responden Gen Z.
Angka ini melampaui rekomendasi keluarga dan teman sebanyak 43 persen responden.
Pengaruhnya tidak berhenti pada tahap mencari ide. Sebanyak 50 persen responden Gen Z mengaku pernah memesan perjalanan atau aktivitas wisata setelah melihat unggahan maupun Video Viral.
Secara keseluruhan, lebih dari 43 persen responden dalam penelitian pernah melakukan pemesanan setelah terpapar konten viral.
Riset TUI Musement juga mengungkap perubahan perilaku ketika wisatawan sudah berada di lokasi. Sebanyak 39 persen responden mengaku pernah mengunjungi tempat wisata terutama untuk mengambil foto atau merekam video.
Selain itu, 37 persen terkadang lebih memilih tempat populer di Instagram daripada lokasi yang belum banyak dikenal.
Kecenderungan ini juga menjadi perhatian peneliti di Indonesia. Studi berjudul How Short-Form Travel Videos on TikTok Drive Intention Through Presence, Enjoyment, Flow Experience in Indonesian Gen Z diterbitkan dalam Journal of Islamic Economics and Business pada 21 Juli 2026.
Penelitian ini melibatkan 237 pengguna TikTok dari kalangan Gen Z Indonesia dan menemukan bahwa pengalaman saat menonton video wisata pendek berhubungan dengan niat mengunjungi destinasi domestik.
Keterlibatan mendalam atau flow experience menjadi faktor paling kuat dalam membentuk keinginan berkunjung.
Peneliti juga menemukan kemudahan memahami konten dan kelengkapan informasi berperan dalam membangun pengalaman menonton.
Artinya, video wisata tidak hanya menarik karena menampilkan pemandangan, tetapi juga ketika mampu memberikan gambaran yang mudah dipahami mengenai tempat tersebut.
Temuan lainnya datang dari penelitian tentang pengaruh konten TikTok terhadap keinginan wisatawan Gen Z untuk kembali mengunjungi kawasan Blok M, Jakarta.
Studi itu diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan pada 6 Juli 2026.
Hasil studi menunjukkan konten TikTok memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk berkunjung kembali. Peneliti juga menyoroti daya tarik visual, kualitas informasi, dan keaslian konten sebagai aspek penting dalam membentuk ketertarikan wisatawan.
Di sisi lain, pengaruh media sosial menghadirkan tantangan bagi destinasi. Tempat yang mendadak viral dapat mengalami peningkatan kunjungan dalam waktu singkat.
Jika tidak diimbangi pengelolaan memadai, kondisi itu berpotensi menimbulkan kepadatan, antrean, tekanan terhadap fasilitas, hingga gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Wisatawan juga perlu memahami, konten yang beredar tidak selalu menampilkan kondisi secara menyeluruh. Sudut pengambilan gambar, waktu kunjungan, cuaca, dan proses penyuntingan dapat membuat sebuah tempat terlihat berbeda dari kenyataan.
Karena itu, video pendek sebaiknya menjadi pintu awal untuk mencari inspirasi, bukan satu-satunya dasar menentukan tujuan liburan.
Calon wisatawan dapat melengkapi informasi melalui ulasan wisatawan, peta digital, situs resmi pengelola, serta keterangan mengenai akses dan fasilitas.
Bagi pengelola destinasi, tren ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata melalui konten informatif dan autentik. Video yang menampilkan pengalaman nyata, informasi harga, akses transportasi, serta aturan kunjungan dapat membantu wisatawan membuat keputusan lebih tepat.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!