Persija Jakarta kehilangan posisi puncak Klasemen Super League 2026/2027 setelah Dewa United mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1, Jumat (6/11/2026). Situasi ini menjadi peringatan bagi Shin Tae-yong yang dibebani ambisi membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara sebagai kado 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.
Berdasarkan klasemen terbaru, Dewa United memimpin dengan 20 poin dari sembilan pertandingan. Persija turun ke posisi kedua dengan 18 poin, tetapi masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Persija sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun di Banten International Stadium. Macan Kemayoran takluk 2-3 dari Persita Tangerang, kemudian menyerah 1-2 dari Dewa United.
BACA JUGA
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Persija Tumbang dari Dewa United, Formasi dan Rotasi STY Jadi Sorotan
Dewa United vs Persija: Duel Panas Saat Persib Berjuang di Asia
Dua hasil negatif itu menjadi perhatian Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan. Dalam podcast ITSMe, Bung Ropan mengingatkan bahwa persaingan papan atas musim ini sangat ketat. Madura United sudah mengumpulkan 17 poin, sedangkan Bali United dan Persib Bandung masing-masing memiliki 16 poin.
Menurut Ronny, Persija tidak boleh kembali kehilangan poin karena peluang mempertahankan posisi dalam persaingan juara semakin berat. Situasi itu tentu menjadi perhatian Jakmania yang berharap Persija segera bangkit dan kembali menunjukkan konsistensi permainan dalam perburuan gelar juara.
Persebaya Jadi Ujian Tanpa Shin Tae-yong
Persija membutuhkan kemenangan ketika menjamu Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026). Tambahan tiga poin akan membawa Persija mengoleksi 21 poin dan membuka peluang kembali ke puncak klasemen.
Namun, tantangan semakin berat karena Shin Tae-yong tidak bisa mendampingi tim. Pelatih asal Korea Selatan itu masih menjalani pemulihan setelah didiagnosis mengalami flu tipe A dan sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit.
Ronny berharap Persija mampu mengulangi respons positif seperti ketika menekuk Arema FC 5-1 setelah sebelumnya kalah dari Persita.
Meski demikian, Persebaya bukan lawan yang mudah. Pengamat Sepak Bola Firzie Idris menilai Bajul Ijo memiliki efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Walaupun baru sekali kalah di liga, Persebaya beberapa kali kehilangan poin melalui hasil imbang, termasuk saat menghadapi Persijap dan Garuda Yaksa.
Ketajaman Jeremjev dan Persoalan Rotasi
Dari kubu Persija, ketajaman Alexander Jeremjev masih menjadi tumpuan. Striker tersebut telah mencetak enam gol dari delapan pertandingan. Shin sempat mencoba menduetkannya dengan Ivan Mahmud ketika menghadapi Dewa United.
Firzie menyoroti keputusan rotasi dan pergantian pemain Shin Tae-yong saat menghadapi Dewa United. Shin memasukkan Fabio Silva, Arlyansyah Abdulmanan, Pratama Arhan, Jordi Amat, dan Kerim Memija untuk melakukan penyesuaian permainan. Namun, Persija kesulitan mempertahankan keseimbangan setelah Dony Tri Pamungkas menerima kartu merah pada menit ke-65.
Peran Pratama Arhan selama 90 menit juga menjadi perhatian. Kontribusinya diharapkan lebih bervariasi dan tidak hanya mengandalkan lemparan ke dalam.
Sementara itu, Ronny mengingatkan bahwa kritik terhadap keputusan taktik pelatih sering muncul setelah tim mengalami kekalahan. Penurunan performa merupakan bagian dari dinamika kompetisi, bahkan dialami klub-klub besar seperti Real Madrid dan Barcelona.
Pembahasan ini menjadi bagian dari podcast ITSMe bersama Ronny Pangemanan dan Firzie Idris di Studio Sentul, Bogor, Kamis (5/11/2026), dipandu Raisha dan Gilang Respaty.
Setelah menghadapi Persebaya, Persija masih harus menjalani laga tandang melawan PSM Makassar pada 21 November 2026. Bagi Shin Tae-yong, tantangan utamanya adalah mengembalikan konsistensi Persija agar ambisi mempersembahkan gelar juara untuk 500 Tahun Jakarta tidak sekadar menjadi target.










