ID EN

Marc Marquez di Puncak: Dekat dengan Sejarah Baru MotoGP Setelah Lewati Masa Sulit

Jumat, 6 November 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez
Arsip - Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez. . Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra/YU

Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez kembali menunjukkan dirinya belum kehilangan sentuhan sebagai salah satu pembalap terbaik MotoGP. Setelah melewati masa sulit akibat cedera panjang, pembalap Spanyol berada di ambang gelar juara dunia kedelapan di kelas premier.

Perjalanan Marquez menuju posisi teratas Klasemen MotoGP 2026 bukan proses singkat. Marquez harus melewati beberapa musim penuh tantangan sebelum kembali menemukan performa terbaiknya.

Cedera lengan kanan yang dialaminya pada 2020 menjadi titik balik kariernya. Ia menjalani serangkaian operasi dan harus melewatkan banyak balapan. Masa depannya di MotoGP sempat dipertanyakan.

Namun, Marquez tidak menyerah. Setelah mengakhiri kerja sama panjang dengan Honda, ia memulai babak baru bersama Gresini Racing pada 2024.

Keputusan meninggalkan Honda membuka babak baru dalam kariernya. Marquez kembali meraih kemenangan Grand Prix di Aragon setelah menunggu 1.043 hari sejak kemenangan terakhirnya di kelas premier.

Ia menutup musim 2024 di posisi ketiga klasemen dengan tiga kemenangan. Hasil itu menjadi sinyal Marquez mulai menemukan kembali kecepatan dan kepercayaan dirinya.

Ducati Kembalikan Marquez ke Puncak

Pada 2025, Marquez mendapatkan kesempatan memperkuat tim pabrikan Ducati Lenovo. Perpindahan itu langsung menghasilkan perubahan besar dalam kariernya.

Marquez tampil dominan sepanjang musim. Ia mengoleksi 11 kemenangan Grand Prix dan memastikan gelar juara dunia ketujuh di MotoGP setelah finis kedua pada GP Jepang di Motegi.

Gelar itu mengakhiri penantian enam tahun sejak terakhir kali menjadi juara pada 2019. Ia juga menyamai koleksi tujuh gelar kelas premier milik Valentino Rossi.

Sayangnya, perjalanan musim 2025 tidak sepenuhnya lancar. Marquez mengalami cedera setelah insiden dengan Marco Bezzecchi di Grand Prix Indonesia. Ia kemudian harus mengakhiri musim lebih awal untuk menjalani pemulihan.

Meski demikian, keberhasilan meraih gelar bersama Ducati menunjukkan dirinya telah kembali menjadi pesaing utama kejuaraan.

Tujuh Kemenangan di Musim 2026

Marquez kembali menunjukkan performa kuat pada musim 2026. Hingga Grand Prix Malaysia pada 1 November, ia telah mengoleksi tujuh kemenangan dan mengumpulkan 399 poin.

Kemenangan di Sepang menjadi pencapaian istimewa karena merupakan kemenangan ke-80 Marquez di kelas premier. Ia juga unggul 44 poin dari Jorge Martin dan 67 poin dari Marco Bezzecchi.

Data MotoGP mencatat Marquez telah mengoleksi 80 kemenangan di kelas premier dan 106 kemenangan Grand Prix di seluruh kelas. Ia juga mengoleksi sembilan gelar dunia dari tiga kategori berbeda, yakni MotoGP, Moto2, dan kelas 125cc.

Statistik itu menggambarkan perjalanan panjang seorang pembalap yang pernah berada dalam situasi sulit, tetapi mampu kembali ke puncak.

Di MotoGP 2026, Marquez menjadi salah satu pembalap paling konsisten. Tujuh kemenangan dari 16 balapan menjadi modal kuat untuk mempertahankan gelar.

Memburu Gelar Juara Dunia MotoGP Kedelapan

Jika mampu mengunci gelar 2026, Marquez akan memiliki delapan gelar dunia kelas premier. Ia akan melewati Valentino Rossi kolektor tujuh gelar dan menyamai pencapaian Giacomo Agostini di puncak daftar juara kelas premier.

Marquez hanya membutuhkan satu gelar tambahan untuk menyamai rekor itu. Kesempatan pertama hadir pada GP Qatar di Lusail International Circuit, 6-8 November.

Namun, ia harus tetap menjaga konsistensi. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih memiliki peluang matematis untuk mengejar, meski keduanya tertinggal cukup jauh.

Bagi Marquez, gelar kedelapan bukan hanya tambahan trofi. Pencapaian itu akan menjadi penegasan atas kebangkitan kariernya setelah melewati cedera, operasi, pergantian tim, dan masa sulit yang panjang.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!