ID EN

10 Hidden Gem Dunia Masih Sepi Wisatawan, Ada Tetangga Indonesia

Rabu, 23 September 2026 | 15:14

Penulis: Arif S

Pegunungan Khulo, Adjara, Georgia
Pegunungan Khulo, Adjara, Georgia. . Foto: Envato

Samburu National Reserve di Kenya hingga Dili, Timor-Leste masuk 10 destinasi tersembunyi dalam daftar Not Hot List 2027 versi Intrepid Travel. Destinasi-destinasi itu berpotensi semakin populer di tahun 2027.

Daftar Not Hot List 2027 merangkum 10 destinasi tersembunyi di berbagai belahan dunia yang saat ini belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan, tetapi dinilai berpotensi naik daun pada 2027.

Penyusunan daftar melibatkan jaringan pemandu lokal dan pakar destinasi Intrepid Travel dari berbagai negara. 

Destinasi terpilih dinilai memiliki kepadatan wisatawan relatif rendah, infrastruktur memadai, dan daya tarik baru atau berkembang sehingga berpotensi menjadi tujuan perjalanan populer dalam beberapa tahun mendatang.

1. Samburu National Reserve, Kenya

Samburu National Reserve di Kenya menempati posisi teratas. Cagar alam ini menawarkan pengalaman safari dengan suasana lebih tenang dibandingkan Maasai Mara.

Daya tarik lainnya adalah keberadaan kelompok satwa, dikenal sebagai Samburu Special Five. Lima satwa ini terdiri dari jerapah reticulated, zebra Grevy, burung unta Somalia, oryx Afrika Timur, dan gerenuk.

Bagi wisatawan pencinta alam, kawasan ini memberikan kesempatan melihat kehidupan liar Afrika tanpa harus berada di tengah keramaian wisatawan seperti di sejumlah destinasi safari lebih populer.

2. Mestia, Georgia

Dari sabana Afrika, daftar bergerak menuju kawasan pegunungan Svaneti di Georgia. Mestia menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari aktivitas luar ruang, terutama hiking dan ski.

Kawasan pegunungan ini menawarkan lanskap berbeda dari destinasi Eropa populer. Jalur pendakian dan aktivitas musim dingin menjadikan Mestia memiliki daya tarik sepanjang tahun bagi wisatawan, gabungan petualangan dengan pengalaman menikmati kehidupan lokal.

3. Northern Highlands, Yordania

Yordania selama ini lebih dikenal melalui destinasi seperti Petra dan Wadi Rum. Namun, Intrepid Travel memasukkan Northern Highlands sebagai salah satu tempat yang patut diperhatikan.

Wilayah ini menghadirkan lanskap hijau, hutan, serta sejumlah cagar alam relatif terisolasi dari keramaian. Karakternya memberikan sisi lain Yordania, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati alam.

4. Whitehorse, Kanada

Whitehorse di wilayah Yukon, Kanada masuk dalam daftar destinasi petualangan. Kota ini tidak hanya menawarkan lanskap alam khas Kanada utara, tetapi juga kesempatan berinteraksi dengan komunitas First Nations.

Perjalanan ke Whitehorse tidak berhenti pada aktivitas luar ruang. Wisatawan dapat mengenal budaya masyarakat lokal sekaligus menikmati karakter alam Yukon.

5. Alonnisos, Yunani

Yunani memiliki banyak pulau populer, tetapi Alonnisos menawarkan pengalaman berbeda. Pulau ini menjadi habitat anjing laut biarawan Mediterania dan berada di kawasan konservasi laut terbesar di Eropa.

Suasana relatif tenang menjadi bagian dari daya tariknya. Alonnisos juga memiliki akses lebih terbatas dibandingkan sejumlah pulau Yunani lebih populer karena perjalanan menuju kawasan ini dilakukan menggunakan kapal feri atau yacht pribadi.

6. Dili, Timor-Leste

Dari Eropa, perhatian beralih ke Asia Tenggara. Dili ibu kota Timor-Leste masuk daftar Intrepid Travel seiring berkembangnya akses penerbangan internasional langsung dari Kuala Lumpur dan Darwin.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan destinasi wisata. Dengan konektivitas udara semakin terbuka, Dili memiliki peluang lebih besar untuk menarik wisatawan dari kawasan Asia-Pasifik.

7. Pekoe Trail, Sri Lanka

Sri Lanka menawarkan pengalaman berbeda melalui Pekoe Trail. Jalur hiking sepanjang sekitar 300 kilometer ini melintasi perkebunan teh, hutan, serta pedesaan lokal.

Rute itu tidak hanya dirancang sebagai pengalaman perjalanan. Pekoe Trail diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat dengan membawa aktivitas wisata ke kawasan pedesaan.

Jalur ini menawarkan cara mengenal Sri Lanka dari sisi lain, jauh dari pola kunjungan wisata konvensional.

8. Liepāja, Latvia

Liepāja di Latvia mulai menarik perhatian menjelang statusnya sebagai Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2027.

Kota ini memiliki garis pantai berpasir putih sepanjang sekitar delapan kilometer. Perpaduan antara kehidupan kota, budaya, dan kawasan pesisir membuat Liepāja berpotensi menjadi salah satu destinasi Eropa yang semakin banyak dibicarakan pada 2027.

9. Carretera Austral, Chile

Bagi pencinta perjalanan darat, Carretera Austral di Chile menawarkan petualangan sepanjang sekitar 1.240 kilometer melintasi kawasan Patagonia.

Rute ini menjadi pilihan untuk melakukan road trip sambil menikmati lanskap alam Patagonia. 

Perjalanan menyusuri Carretera Austral bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi menjadi bagian utama dari pengalaman wisata itu sendiri.

10. Dalsland, Swedia

Destinasi terakhir dalam daftar adalah Dalsland di Swedia. Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas luar ruang, mulai dari kayak dan hiking hingga bersepeda gravel.

Karakter Dalsland cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di alam tanpa harus mengejar daftar panjang tempat wisata. Aktivitas sederhana di tengah lanskap alam menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Destinasi Sepi yang Berpotensi Populer

Kesepuluh destinasi itu memperlihatkan pola perjalanan wisata semakin beragam. Wisatawan tidak selalu mencari kota besar atau destinasi paling terkenal, tetapi mulai tertarik pada tempat dengan alam terbuka, budaya lokal, akses yang berkembang, serta pengalaman perjalanan lebih personal.

Intrepid Travel menempatkan destinasi-destinasi itu dalam 2027 Not Hot List bukan karena semuanya sama sekali belum dikenal, melainkan karena masih relatif jauh dari kepadatan wisatawan seperti destinasi populer lainnya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!