ID EN

Kursi Michael Carrick Mulai Goyah, Manchester United Siapkan Opsi Manajer Pengganti

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:24

Penulis: Arif S

Manajer interim Manchester United, Michael Carrick
Manajer interim Manchester United, Michael Carrick. . Foto: Antaranews/Manutd.com

Kursi Michael Carrick di Manchester United mulai goyah. Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford memperburuk tekanan terhadap sang manajer. Petinggi klub dikabarkan telah membahas masa depannya di Carrington. Belum ada keputusan resmi, tetapi spekulasi soal kemungkinan pemecatan Carrick semakin menguat.

Kepala Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox, membicarakan situasi Carrick setelah kekalahan dari Bournemouth pada Minggu 25 Oktober. Keduanya kembali bertemu di Carrington keesokan harinya, ketika masa depan Carrick menjadi sorotan.

Carrick tiba di kompleks latihan ketika tim Manchester United U-21 menjalani pertandingan persahabatan tertutup melawan Hull. Wilcox meninggalkan lokasi tidak lama sebelum Carrick pergi.

Manchester United belum mengumumkan keputusan apa pun. Namun, tekanan terhadap Carrick terus meningkat seiring buruknya Hasil Pertandingan dan posisi tim yang semakin jauh dari persaingan papan atas.

Dari Pahlawan Kebangkitan Menjadi Sasaran Kritik

Situasi ini berbalik tajam dibandingkan awal masa tugas Carrick. Ditunjuk pada Januari 2026 setelah kepergian Ruben Amorim, mantan gelandang Setan Merah berhasil membenahi performa tim dan membawa Manchester United finis di peringkat ketiga Premier League 2025/2026.

Klub mengapresiasi kinerja Carrick dengan kontrak berdurasi dua tahun. Namun, kepercayaan itu kini terancam setelah performa Manchester United merosot pada musim baru.

Kekalahan dari Bournemouth menambah rentetan hasil buruk Manchester United setelah sebelumnya dihajar Como 1-4 di Liga Champions. Tim asuhan Carrick kini telah melewati delapan pertandingan terakhir tanpa kemenangan. 

Catatan mereka di awal musim tak kalah mencemaskan. Manchester United baru memenangi dua dari 12 pertandingan di semua kompetisi. Di Liga Inggris, tujuh poin dari delapan laga menjadi awal musim terburuk klub sejak 1986.

Rentetan hasil buruk menempatkan Setan Merah di peringkat ke-16, hanya satu poin di atas zona degradasi. Posisi itu jauh dari ekspektasi klub yang musim lalu menembus tiga besar.

Laga tandang melawan Chelsea pada Sabtu 31 Oktober datang pada saat tidak ideal. Manchester United membutuhkan hasil positif, sementara Carrick harus menghadapi pertanyaan mendesak: apakah ia masih mendapat kepercayaan manajemen?

Eddie Howe dan Julian Nagelsmann Jadi Kandidat

Di tengah ketidakpastian nasib Carrick, dua nama mulai dikaitkan dengan kursi Manajer Manchester United. Menurut laporan ESPN, Eddie Howe dan Julian Nagelsmann masuk dalam daftar kandidat potensial apabila Carrick dipecat.

Nama Howe dan Nagelsmann masih sebatas opsi karena belum ada keputusan resmi dari pihak klub.

Carrick tidak ingin berspekulasi tentang masa depannya. Setelah kekalahan timnya dari Bournemouth, ia meninggalkan lapangan dengan melambaikan tangan ke arah sejumlah suporter yang meneriakkan namanya.

Di tribun, kekecewaan pendukung Manchester United tak hanya diarahkan kepada pemain dan manajer. Keluarga Glazer, salah satu pemilik klub Sir Jim Ratcliffe, serta jajaran manajemen INEOS, termasuk Wilcox, juga menjadi sasaran kemarahan.

Bruno Fernandes Dicadangkan, Masalah Internal Mencuat

Keputusan Carrick mencadangkan kapten Bruno Fernandes turut menambah sorotan terhadap situasi tim. Gelandang berusia 32 tahun belum menunjukkan performa seperti musim sebelumnya, ketika meraih penghargaan dari Professional Footballers' Association (PFA) dan Football Writers' Association (FWA).

Fernandes sebelumnya mempertanyakan taktik Carrick setelah kekalahan 1-4 dari Como. Namun, Carrick menegaskan keputusannya mencadangkan kapten tim didasarkan pada pertimbangan teknis, bukan sebagai bentuk hukuman. Fernandes tidak dimainkan saatu menit pun saat melawan Bournemouth.

Persoalan internal lain mencuat setelah Lisandro Martínez dijatuhi denda dan dipanggil untuk klarifikasi. Sebelumnya, Lisandro mengitik jajaran manajemen dalam sebuah wawancara setelah kekalahan timnya dari Atletico Madrid.

Rentetan hasil buruk dan ketegangan di internal tim menempatkan Carrick dalam posisi sulit. Ia bukan hanya harus memperbaiki permainan, tetapi juga menghadapi tekanan dari suporter dan ketidakpastian mengenai dukungan manajemen.

Manchester United dijadwalkan bertandang ke markas Chelsea pada laga lanjutan Liga Inggris, Sabtu 31 Oktober. Setelah itu, kompetisi memasuki jeda internasional sebelum Setan Merah menjalani laga kandang menjamu AS Roma dan Aston Villa.

Waktu bagi Carrick untuk membalikkan keadaan semakin terbatas. Namun, selama belum ada pengumuman resmi, masa depannya di Old Trafford tetap terbuka.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!