Bogor – Persib Bandung kembali menunjukkan karakter sebagai tim juara ketika mengalahkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1 pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/10/2026). Namun, kemenangan itu harus diperjuangkan hingga detik-detik akhir.
Gol Adam Alis pada menit 90+2 memastikan Maung Bandung membawa pulang tiga poin setelah pertandingan sempat imbang 1-1.
Persib membuka keunggulan melalui Mariano Peralta pada menit ke-16. Garudayaksa kemudian menyamakan kedudukan lewat Jayro Jean pada menit ke-65. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Adam Alis muncul sebagai penentu kemenangan Persib.
BACA JUGA
Persib Libur Lebaran, Adam Alis Ingatkan Tim Tak Terlena di Puncak Klasemen
Comeback Maung Bandung! Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin 2-2
Persaingan Persib vs Borneo Ketat, I.League Siapkan Trofi Juara di Bandung dan Samarinda
Drama tersebut menjadi pembahasan podcast ITSMe bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Ophan Lamara di Studio Sentul, Bogor, Selasa (27/10/2026). Dipandu Syafira dan Pudula, diskusi menyoroti mentalitas juara Persib sekaligus tantangan yang menanti mereka di kompetisi Asia.
Bagi Ronny, kemampuan Persib memperbaiki keadaan ketika menghadapi kesulitan merupakan karakter penting sebuah tim juara. Persib tidak boleh mudah menyerah ketika pertandingan berjalan di luar harapan. Tanpa mentalitas seperti itu, mereka akan kesulitan menghadapi tekanan dan mencari jalan keluar dalam situasi menentukan.
Gol Adam Alis menjadi gambaran bagaimana perjuangan hingga menit terakhir dapat mengubah Hasil Pertandingan. Namun, kemenangan dramatis bukan berarti seluruh persoalan permainan telah terselesaikan. Persib tetap perlu mengevaluasi mengapa mereka gagal mempertahankan keunggulan setelah mencetak gol pembuka dan harus menunggu hingga masa tambahan waktu untuk memastikan kemenangan.
Ophan Lamara menilai menghadapi Persib memiliki motivasi tersendiri bagi tim lawan. Mengalahkan Maung Bandung bisa menjadi kebanggaan karena reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan utama Sepak Bola Indonesia. Status tersebut membuat Persib menghadapi tantangan besar dalam setiap pertandingan.
Karena itu, menurut Ophan, Persib tidak harus selalu bermain cantik. Bagi pelatih dan pemain, kemenangan tetap menjadi prioritas. Meski demikian, hasil positif perlu berjalan beriringan dengan evaluasi agar kualitas permainan terus berkembang.
Persib memiliki modal berupa kedalaman skuad dan pengalaman bersaing di level tertinggi. Materi pemain yang tersedia memungkinkan pelatih melakukan improvisasi dalam menentukan komposisi tim sesuai kebutuhan pertandingan. Namun, fleksibilitas tersebut harus diikuti konsistensi agar Persib tidak terus bergantung pada gol-gol di menit akhir.
Sebelum mengalahkan Garudayaksa, Persib lebih dahulu menelan kekalahan 0-1 dari Madura United pada 22 Oktober. Mereka juga takluk 1-2 dari Persija Jakarta pada September. Dua hasil itu menjadi pengingat bahwa konsistensi masih harus dijaga di tengah padatnya persaingan domestik.
Kemenangan atas Garudayaksa menunjukkan Persib mampu bangkit setelah hasil negatif, tetapi tantangan berikutnya menuntut mereka menjaga stabilitas permainan, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Ujian berikutnya datang dari kompetisi Asia. Persib dijadwalkan menjamu Melbourne Victory pada Rabu (28/10/2026) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dalam lanjutan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027. Pertandingan dimulai pukul 19.15 WIB.
Persib saat ini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan grup, setelah menang atas FC Seoul dan The Cong-Viettel FC. Kemenangan atas Melbourne Victory dibutuhkan untuk membawa Maung Bandung mengumpulkan sembilan poin dari tiga laga sekaligus memperkuat peluang mereka melangkah ke fase berikutnya.
Mentalitas juara yang diperlihatkan saat menghadapi Garudayaksa menjadi modal penting. Namun, melawan Melbourne Victory, Persib membutuhkan lebih dari sekadar daya juang. Kematangan taktik, efektivitas serangan, dan konsistensi selama 90 menit akan menjadi ukuran sejauh mana Maung Bandung mampu menerjemahkan ambisi Asia menjadi hasil nyata.










